@bleednectar baku hantam jelang 1965 itu krn:
1. UUPA disahkan.
2. Tapi pelaksanaan reforma agraria tersendat, krn dihalang2i dg berbagai cara, termasuk cara yg dilakukan keluarga dokter itu: ngakalin dg jual murah, bagi2 ke kerabat, dll
3. Dari sini aksi sepihak lahir krn muter2 ga uwis.
UU TNI baru disahkan. Militer masuk kabinet, kampus, desa. Sementara sebagian masih sibuk melobi pejabat, mengirim rekomendasi kebijakan, membangun koalisi dengan politisi, atau masuk ke dalam pemerintahan atas nama "perubahan."
Baru ngeh dgn caption ini & baru selesai jg baca artikel mang Zen. Btw, kami tdk pernah mengajak "kembali ke partai sentralistik ala masa lalu" seperti dlm caption. Bahwa memprogandakan pentingnya partai iya. Tapi kalo sentralistik ini kesimpulan sendiri. Hehe..
Membaca land reform menuntut kita menanggalkan jubah moral apapun yang dipakai. Konflik agraria era itu murni benturan kelas. Penguasaan tanah berhektar-hektar di tengah jutaan petani gurem menjadi watak asli ketimpangan—sebuah monopoli ruang hidup yang niscaya dibongkar.
ANAK BAND PERKOSA ANAK TIRI??!! 🤬🤬
Arya Yudha Pratama (42), vokalis band Rockafada (Kendari, Sultra), diduga memperkosa anak tirinya (M, 11) secara berulang sejak 2024.
Saat itu Arya masih menikah dengan ibu korban. Perkosaan terjadi saat korban masih kelas 4 SD 😭
Korban akhirnya mengadu ke ibunya setelah kejadian berlangsung lama. Ibu korban (NB, 33) lalu melaporkan ke polisi.
Arya ditangkap Polresta Kendari pada 1 Juni 2026 malam di kostnya.
Kekerasan seksual terhadap anak oleh orang dekat yang dikenal oleh korban ini harus dihukum sangat berat!!!
Kenapa penahanan ditangguhkan??
Ada unsur narkoba??
(1)
The volume "Karl Marx's Life, Influence and Ideas: A Critical Examination on the Bicentenary", which includes 16 chapters with contributions from Barbara Harriss-White, Kohei Saito, Peter Hudis, Jan Toporowski and many other distinguished scholars can be downloaded for FREE 👇
https://t.co/sbIRIsWJd8
Artikel terbaru: Inaya Rakhmani — “Konjungtur Ilmu Sosial: Catatan menuju Agenda Penelitian yang Akan Datang.”
Baca selengkapnya di tautan berikut:
https://t.co/WgQY8XfWd9
Sedemikian dahsyatnya propaganda film tersebut hingga seorang dokter spesialis yang seharusnya menjunjung tinggi nilai kemanusiaan justru terjebak dalam narasi sejarah yang sarat rekayasa dan membenarkan tindakan pembunuhan massal ratusan ribu hingga jutaan orang, padahal narasi tersebut telah banyak dikoreksi oleh dokumen-dokumen declassified pemerintah Amerika Serikat.
Kekerasan terhadap perempuan yang terjadi di tanah Papua adalah femisida yang difasilitasi oleh negara!
Tanah Papua dieksploitasi, warganya dihabisi.
Melkiana Duwitau, Hetina Mirip, Tarling Wanimbo, Inikiwewo Walia, Ev. Elianus Agimbau, Pelen Kogoya, Kikungge Walia, Para Walia, Wundili Kogoya, dan masih banyak lagi, merupakan warga Papua yang nyawanya direnggut oleh negara.
📸 Laras Ciptaning Kinasih/Konde.co
Mending mereka saranin jg baca edisi terbaru Majalah Pemuda Internasionalis (@RevistaLegerin) kita, biar gak kuper-kuper amat soal gejolak generasi muda menjawab zaman dg platform organisasi mereka hari ini.