Konsep “demo tapi mendukung” saja sudah aneh.
“Tapi kan, Bang, ada demo dukung Palestina?”
Jadi gini, dek.
Gerakan dukungan itu tetap masuk akal kalau arahnya membela pihak yang tertindas atau menekan pihak yang punya kuasa.
Demo dukung Palestina, misalnya, bukan membela kekuasaan.
Itu bentuk solidaritas kepada korban dan tekanan moral kepada negara/lembaga internasional.
Nah, ketika ada yang turun ke jalan untuk membela pemerintah yang sedang berkuasa, apalagi di saat pemerintah itu sedang dikritik...
monyet bodoh yang baru lahir saja tahu kalau itu bukan gerakan murni, tapi bagian dari upaya mengamankan narasi kekuasaan.
Sekeluarga tur ke Jogja, mau foto di tulisan STONEHENGE tipikal begini
Abang guide:
“Hati-hati pak, bu! Jangan ada yg berdiri di belakang huruf K!!”
Abang guide 2:
“Iya, hati-hati!!”
Sekeluarga:
*was-was ngecek huruf*
“Kenapa pak??”
Abang guide:
“Soalnya ndak ada😁”
Wihh😁
Kita ngalamin yang namanya Inflasi Pendidikan.
Gelar S1 zaman now itu nilainya udah setara sama ijazah SMA zaman dulu karena hampir semua orang bisa kuliah.
Efeknya, HRD jadi kebingungan ngefilter lautan sarjana ini. Solusinya? Mereka nyiptain rintangan ala Ninja Warrior atau Hunger Games (Online Test berlapis, FGD/LGD, presentasi kasus, psikotes berjam-jam).
Proses ribet itu berevolusi bukan karena kerjaannya butuh skill yang bagus, tapi semata-mata buat nge-eliminasi ribuan kandidat dengan cepet aja. 🤓
Supply and Demand buat lapangan pekerjaan disini juga jomplang banget cik. Supply tenaga kerja di Indo kata GIBRAN membludak ruah, sedangkan lapangan kerjanya seret.
Dampaknya? Karena tahu yang butuh kerja itu ada jutaan orang, perusahaan seenaknya melempar beban biaya penyeleksian ke pelamar. 👹
Kalo dibandingin di US atau di Eropa mah proses rekrutmen rata-rata straight to the point. Kirim CV/Resume - Screening (via telepon) - Interview (1 atau 2 kali sama user/manager) - Offering.
Tes aneh-aneh berjam-jam atau MCU sampai disuruh puasa dan bugil itu jatuhnya red flag dan bisa kena tuntutan pelanggaran privasi malahan di US/Eropa. KECUALI lu daftar masuk militer, kerja di lab berbahaya, atau buruh fisik berat.
Di Indo? Daftar staf admin entry level aja MCU-nya kayak mau dikirim dinas ke daerah konflik 💀
Guyss kalo kalian ke Uluwatu jangan lupa mampir ke Thirst Trap, ramein reviewnya, soalnya kemarin dapat bad review sama zionist karna pasang bendera palestine di cafenya
Our president, leader of the Republic of Indonesia, watches the poor eat their meal.
He does the watching from a lavish setting, his own plate stacked with expensive food.
Poverty as an evening's entertainment.
Jadi, ada kabar sedih dari Kalimantan Selatan. Ternyata ada situs bersejarah keren banget di sana, yaitu ratusan lukisan dinding gua yg umurnya udah 2.000 tahun. Lukisan ini jadi saksi bisu kehidupan leluhur kita zaman dulu.
Sayangnya, sekarang keberadaan situs ini lagi terancam gara2 ekspansi kebun sawit di sekitarnya. Masalahnya, akar pohon sawit, perubahan suhu di dalam gua, sampai sisa pupuk kimia bikin lukisan kuno ini perlahan rusak dan memudar.
#Gempa Mag:5.2, 26-May-2026 15:39:11WIB, Lok:9.00LS, 113.83BT (91 km Tenggara JEMBER-JATIM), Kedlmn:10 Km #BMKG
Disclaimer:Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data
AI BIKIN KITA SOMBONG? 😭
jadi baru-baru ini ada kasus yang melibatkan AI.
> mahasiswa PhD Stanford
> namanya myra cheng
> notice temennya pada minta AI bikinin draft buat putus
> myra riset fenonema ini krn penasaran
hasilnya ternyata bikin merinding:
> 49% AI lebih sering setuju sama kita
> kalo lo cerita boong, gaslight, atau ada niat jahat, AI ngedukung s/d 50%
yang lebih parah, orang yg curhat ke AI ternyata akan ngerasa:
> dia paling bener
> males minta maaf
> ogah baikan sama orang lain
siapa yang nyangka?
AI bisa pelan-pelan bikin kita lebih gak toleran atau memaafkan.
saran gue...
jangan pake AI buat ngasih nasehat soal relationship or masalah pribadi.
mending ngobrol sama temen, pacar atau keluarga ya 🙏
cuma mau ngingetin kalau Rupiah itu sekarang jd mata uang paling lemah no.5 di dunia dan akhirat versi Forbes. Nilai tukar uang kesayangan kita ke Dolar bahkan lebih lemah dari negara-negara di Afrika dengan ekonomi paling lemah kaya Somalia, Kongo, Sudan dll.
Indonesia resmi melampaui angka 21.000 "alumni" keracunan massal berkat program makan gratis.
Siapa sangka, mencetak rekor medis ternyata jauh lebih cepat daripada mencetak generasi cerdas.
@buburrkacangg harus disuapin buku rusia, kiselev arithmetic
big part of the failure of the indonesian education system karena gurunya nggak bisa ngajar dengan bener
gurunya nggak bisa ngajar dengan bener karena gajinya kecil
gaji kecil karena no political will
Matematika itu bukan ilmu berhitung, tapi ilmu bernalar. Hitung2an hanyalah bagian kecil dari Matematika.
Anak2 lemah hitung2an karena langsung diberikan pengetahuan prosedural tanpa pemahaman konseptual. Ada gap yang besar di sini, yg semakin terlihat di masa post-covid.
Jadi gpp kalo orng ga bisa hitung, krn ada yg namanya alat bantu hitung. Yg bahaya itu orng ga bisa bernalar, shg dia ga tau hitungan dia (atau alat bantu hitung tsb) benar atau salah.
Klo nakes yg nyebar hoax/informasi sesat yg membahayakan masyarakat bakal kena sidang etik, sidang malapraktik, sidang profesi ini itu
Nah klo akun2 ga jelas/influencer ga bertanggung jwb gini konsekuensinya apa ya? Kok kek enak banget bebas g dapet konsekuensi apa2.
Bahaya banget y Allah, ini harus ada tindakan tegasnya! Pls do something!