Kerja keras itu nggak selalu kelihatan
- Bangun saat masih ngantuk
- Berangkat meski lagi nggak mood
- Tetap belajar setelah pulang
- Tetap cari peluang setelah ditolak
- Tetap menyelesaikan tanggung jawab meski kepala lagi banyak pikiran
Nggak ada yang tepuk tangan
Nggak ada yang kasih penghargaan
Tapi kamu tetap jalan
Karena kamu belum berhenti
Hambatan terbesar dlm hidup sering kali bkn keadaan di luar diri, melainkan keraguan yg terus kita pelihara terhadap kemampuan diri sendiri. Intinya: Kegagalan blm tentu menghentikan kita, ttp kebiasaan meragukan diri sendiri bisa membuat kita menyerah bahkan sebelum mencoba.
Ada yang hari ini berangkat lebih awal dari matahari.
Menembus dingin, mengalahkan kantuk, meninggalkan rumah demi mereka yang dicintai.
Semoga setiap langkah yang diniatkan untuk kebaikan, dipulangkan dengan keberkahan.
Aamiin
Ungkapan Sutan Sjahrir : “Partai itu tidak perlu banyak anggota, sedikit saja jumlahnya, asal paham, militan, menguasai keadaan, serta memahami teori-teori perjuangan”
Apakah masih Relevan?
سألت امرأة جميلة فقيها : لم لا تنظر في عينيَّ؟
فقال : كل مُسكر حرام!
Seorang Wanita Cantik bertanya kepada ahli Fiqih: Mengapa kamu tidak menatap mataku?
Ahli Fiqih berkata: Semua yang memabukkan itu di larang (Haram).
☕️🌹
"Banyak kiai yang dimasukin sumur, papan nama NU tidak boleh dipasang, yang suruh dipasang banyak dirobohin oleh bupati-bupati. Adik saya sendiri, Kiai Adib Bisri akhirnya keluar dari PNS karena dipaksa masuk Golkar," cerita Gus Mus.
Ini ngga pake mikir apa kurang pengetahuan ya Lirboyo bisa diframming begitu?
Menurutmu Kiai-kiai itu harusnya gimana? Miskin? Yang boleh kaya siapa jadinya? Kalo aku santri sukses ya aku ngga maulah guruku hidup susah. Mikir gitu aja kok ya ngga bisa..
TRANS7 MENAMPAR WAJAH SANTRI MENJELANG HARI SANTRI NASIONAL
Menjelang Hari Santri Nasional, @TRANS7 justru memberi kado pahit bagi dunia pesantren. Tayangan mereka melecehkan para kiai—khususnya Romo Kiai kami, KH Anwar Manshur, pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo sekaligus Rais Syuriah PWNU Jawa Timur. Beliau adalah sosok sepuh yang setiap hari masih mengajar dengan penuh kasih dan ketulusan. Dan saya yakin, beliau tidak pernah menyinggung Trans7, apalagi pemiliknya, Bapak Chairul Tanjung.
Namun apa yang dilakukan Trans7 bukan sekadar “salah tayang.” Ini penghinaan. Narasinya ngawur, dibacakan dengan gaya yang merendahkan, disertai visual dan caption yang secara sistematis membangun framing jahat terhadap para kiai. Saya tidak bisa tinggal diam. Saya tumbuh dalam tradisi kritik dan kebebasan berpendapat ala akademik Barat, tetapi yang dilakukan Trans7 bukan kebebasan pers — ini serangan terencana terhadap kehormatan pesantren.
Saya menuntut langkah tegas: Produser acara harus dipecat. Pembaca naskah dipecat. Trans7 wajib menayangkan program tandingan yang menampilkan konsep barokah, adab, disiplin, dan pendidikan karakter ala pesantren agar publik memperoleh gambaran yang berimbang.
Lihatlah, rumah KH Anwar Manshur begitu sederhana—jauh dari kemewahan. Tapi Trans7 justru membingkai seolah beliau hidup dari amplop dan kemewahan. Itu fitnah! Itu penghinaan terhadap orang yang seluruh hidupnya diabdikan untuk ilmu dan umat.
Saya menangis menonton tayangan itu.
Bukan karena Kiai kami diserang, tapi karena media sebesar Trans7 tega memproduksi penghinaan semacam ini di bulan ketika bangsa ini semestinya menghormati para santri.
Dewan Pers dan Komisi Penyiaran Indonesia jangan diam. Ini ujian bagi kredibilitas lembaga Anda. Pak Chairul Tanjung, benahi manajemen Trans7 Anda. Dan kepada para pengiklan, saya menyerukan: jangan pasang iklan di Trans7 sampai lembaga ini bertanggung jawab penuh.
Permintaan maaf atau sowan belaka tidak cukup. Luka yang mereka goreskan terlalu dalam. Ini bukan hanya soal satu Kiai — ini soal kehormatan seluruh dunia pesantren.
Salam penuh duka dan amarah,
Nadirsyah Hosen
Permohonan maaf tidak menghentikan pidana yang dilakukan korporasi seperti Trans 7 @TRANS7 . Mana PH Shandika yang katanya memproduksi tayangan tersebut? Gak nampak batang hidungnya. Enak bener korporasi modal minta maaf
Dikata-katain politisi dan media? Jelas. Disumpahin banyak warga? Tentu. Nyusahin semua orang? Ya memang itu tujuannya: mendisrupsi kenyamanan semua orang supaya tuntutan mereka didengar. Saking disruptifnya, hari ini mereka ngalah dikit dengan mengoperasikan beberapa stasiun.