baca berita Jampidsus yang kudunya orang paling depan ngelawan korupsi malah ketangkep korupsi is truly the peak of absurdity in our country ๐ญ
kekayaan yang disita LIMA RATUS EMPAT PULUH SATU MILIAR RUPIAH!
di sudut kota yang sama ada kepala keluarga yang tiap harinya cuman bisa bawa uang 70rb untuk keluarganya ๐
Bro, we're really doomed ๐ญ
di kajian yang gue datengin 2 minggu lalu ustadnya bilang kalo pemerkosaan bisa terjadi di lingkungan pesantren itu karena kiyai2nya terbiasa interaksi dgn santriwati yg lagi ga pake jilbab ๐๐๐๐๐๐๐๐ grown ass man tidak mengerti konsep timpang kuasa dan power abuse
materi sex education gak dimasukin soalnya biar para tokoh2 agama yg ngelakuin pelecehan seksual terutama ke underage gak ketahuan terus bisa ngamanin diri mereka sendiri
โ ๏ธโผ๏ธ ORANG HILANG โผ๏ธโ ๏ธ
๐ Tolong bantu UP & SHARE ya. Nadira masih belum ditemukan. Semua akun media sosialnya deactivate, akun WhatsApp sudah terhapus, dan SIM card diduga sudah dirusak. Hilang tiba-tiba. Mohon bantu sebarkan, semoga segera ditemukan. ๐๐ฅน
anggaran pelatihan calon kopdes 45 juta/orang:
- 30 juta untuk latihan militer
- 15 juta untuk belajar tentang koperasi
total peserta gelombang I:
35.476 orang x 45 jt = 1,59 T. ingat, ini masih gelombang pertama
lama pelatihan 45 hari:
- 30 hari latihan militer
- 15 hari belajar teori koperasi
bayangin, lebih priotitas main militer-militeran daripada mengembangkan kompetensi sebagai manajer
JUST IN: Rp 30 Juta per Peserta untuk Latsarmil, Kemhan Kini Ganti Nama Program Usai 5 Peserta Meninggal Dunia ๐จ๐จ
Kementerian Pertahanan resmi mengganti istilah Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) bagi calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Koperasi Nelayan Merah Putih menjadi Latihan Pembekalan Bela Negara dan Manajerial.
Perubahan ini dilakukan setelah Menteri Pertahanan mengevaluasi program menyusul meninggalnya lima peserta selama pelatihan. Kemhan menyatakan kegiatan fisik dan materi bercorak militer dikurangi, termasuk latihan menembak yang dihapus, sementara fokus pelatihan dialihkan pada pembentukan karakter, kepemimpinan, disiplin, dan kemampuan manajerial.
Di sisi lain, Anggota Komisi I DPR TB Hasanuddin mengungkap biaya pelatihan mencapai sekitar Rp45 juta per peserta, dengan Rp30 juta di antaranya digunakan untuk latihan militer dan hanya Rp15 juta untuk materi substansi koperasi.
Menurutnya, jika komponen latihan militer dihapus, negara dapat menghemat sekitar Rp30 juta per peserta. Dengan jumlah peserta mencapai 35.476 orang, potensi penghematan anggaran disebut dapat mencapai triliunan rupiah.
Pic cr. Instagramkompascom
"apalagi dadanya yang besar pasti mengundang pandangan banyak pria nafsuan"
trashy men always see women as objects and the way they're so comfortable sexualizing women's bodies. god you're disgusting piece of shit.
5 orang yg meninggal dunia itu bukan hanya angka. Mereka punya keluarga, riwayat, hingga harapan untuk hidup layak. Namun mereka dibunuh oleh kebijakan buruk negerinya sendiri, melalui tangan-tangan birokrasi dan aparat.
Bahlil soal Pertamax yang naik 32%:
"Pakai mobil Mercy, nongkrong di mal, minta BBM-nya disubsidi. Malu dikitlah."
Surya, ojol Semarang, juga pakai Pertamax.
Bukan karena gaya-gayaan. Motor injeksinya berkerak kalau diisi Pertalite, dia sudah coba 2 bulan. Sekarang kerja 7 jam sehari buat nutup selisih harga.
Agung, ojol Medan, mau pindah ke Pertalite tapi was-was sama mesin.
Nasi di warung langganannya naik dari Rp10.000 ke Rp12.000. Dia juga nambah jam.
Dua-duanya bukan pemilik Mercy, Pak Menteri.
Kalimat "malu dikitlah" itu terdengar gagah dari podium INDEF. Terasa berbeda dari balik stir motor ojol jam 7 pagi.
Mercedesnya di mana?
Bangsat ini seriusan profile summary posisi Komisaris di website resmi Pertamina kayak gini?
Masa pengalaman cuma aktif dalam berbagai organisasi udah kayak fresh grad yg lagi daftar magang ๐คฃ
Our country is a fucking joke
TNI resmi akui memberi hukuman fisik kepada pengelola Koperasi Desa Merah Putih yang dianggap tidak disiplin.
Push up karena telat apel.
Hukuman kolektif karena tidak makan bersama.
Mereka bukan prajurit.
Mereka warga sipil yang direkrut jadi pengelola koperasi.
Dan sudah 3 peserta meninggal dunia dalam pelatihan ini.
DPR sudah minta dievaluasi.
Pertanyaannya: kenapa warga sipil yang mau kelola koperasi desa harus di-drill ala marinir sampai ada yang tidak pulang?
Koperasi desa diurus pakai logika barak.
Hasilnya bukan SDM unggul , tapi tiga keluarga yang kehilangan anggotanya.