Akun personal yg suka sambat
I tweeted what I feel.
Friendship is trusting each other and having patience. - DAY6 Yoon Dowoon (Friendship Test with Glamour)
*THREAD KENANGAN BERSAMA DAY6*
Jakarta, 29 November - 1 Desember 2019
Tennis Indoor Senayan.
*ON OF THE BEST MOMENTS IN MY LIFE*
π€π€π€πππβ€β€β€
Udah nerapin ini agak lumayan lama.
Bahkan belakangan jadi nambah gak pernah nge-save nomer orang kantor, bahkan nomer pimpinan sekalipun.
Kalau butuh gimana?
Ya nyari aja di grup2 kantor.
Emang jatuhnya kyk agak ribet.
Tp gakpapa..
Jadi gak pernah liat/diliat WA story-nya
Sejak menjadi dosen, saya memutuskan untuk tidak mengikuti (follow) satu pun rekan kerja maupun mahasiswa di media sosial, dan hanya fllw akun yang sesuai dengan minat pribadi, seperti sepak bola, berita ekonomi, dan akun-akun hiburan seperti setkab, KSP, dan sesneg.
Kenapa saya melakukan itu?
Karna saya menilai,
ada efek dua sisi, baik itu korelasi dan kausalitas, antara dunia maya dan nyata. Akibatnya sering memicu kompetisi tidak sehat dan tidak perlu, alias kita jadi gampang fomo.
Saat kita mengikuti orang yang dikenal secara personal, muncul dorongan psikologis untuk membandingkan hidup. ngeras gitu kan?
β
Misalnya,
saat melihat mereka berlibur, muncul rasa "harus" ke sana hanya karena ada kedekatan sosial.
Kita merasa mampu dan wajib meniru, padahal secara objektif itu bukan sebuah kebutuhan. Pernah ngerasain ini kan?
padahal teman kita ini, bukan sdg promosi, tp y kita jadi pgen aja gt.
βRasa FOMO ini, sering banget muncul bukan dari kebutuhan nyata, melainkan dari stimulus asing di lini masa, yang nongol terus menerus di timeline.
dg membatasi lingkaran sosial di sosmed, saya menjaga ketenangan pikiran dari distraksi yang tidak perlu.
jadi bisa fokus war beasiswa S3 dan ngetroll pemerintah.
Semakin tua tuh rasa2nya udah gak mau banyak drama.
Eh lha kok masih aja keseret banyak drama.
Emang idup klo gak pake drama kyknya kurang afdol.... *eh π€π€π€π€