Kenaikan harga Pertamax dan Pertamax Green yang melambung lebih dari 30% berdampak sangat luas, tak hanya di kalangan masyarakat kelas menengah, namun juga kelas bawah.
Salah satunya, kurir paket yang tak punya banyak pilihan.
https://t.co/oyaRRMynUX
@groobaag Presiden itu BAWAHAN warga negara Indonesia atau warga negara adalah ATASAN presiden Indonesia, kekuasaan yg dimiliki presiden adalah PINJAMAN dari warga negara yg tidak boleh disalahgunakan atau bertentangan dengan kepentingan PEMILIKnya yaitu warga negara Indonesia😡
Bayangkan lo datang ke turnamen paling bergengsi di dunia, tapi negara tuan rumahnya adalah negara yang lagi perang sama negara lo.
Itulah yang dihadapi Iran di Piala Dunia 2026 ini.
Sejumlah official dan staf federasi Iran ditolak masuk Amerika. Basecamp yang rencananya di Arizona dipindah paksa ke Tijuana, Meksiko, sementara venue pertandingan mereka tetap di Amerika. Mereka harus menyeberangi perbatasan buat main, lalu balik lagi ke Meksiko.
Dan di atas semua itu, seluruh skuad Iran tiba di Tijuana dengan mengenakan pin #168 di jas mereka. Angka itu merujuk pada 168 korban, mayoritas siswi SD, yang tewas ketika serangan rudal menghantam sekolah dasar Shajareh Tayyebeh di kota Minab pada 28 Februari lalu, tepat pada hari pertama konflik AS-Iran.
Kapten mereka, Mehdi Taremi, bilang dia merasakan ketegangan ini sejak momen pertama tiba di turnamen ini.
Ketidakadilan yang mereka terima bisa jadi bahan bakar paling kuat. Dan kalau Iran bisa lolos fase grup, melaju lebih jauh dari yang diperkirakan, di tanah tuan rumah yang sama yang memperlakukan mereka seperti ini, itu akan jadi tamparan keras bagi wajah Amerika di hadapan dunia.
#FeelEveryGoal | @toshibatv_id
Polda Metro Jaya hari ini, di depan kamera:
"Kami bukan musuh mahasiswa. Kami adalah partner. Kami adalah mitra."
Lalu mereka umumkan angkanya:
Untuk mengawal demo hari ini , 6.675 personel gabungan disiagakan.
Prediksi massa aksi?
Sekitar 300–500 orang di DPR/MPR.
Di Bundaran HI? 80–100 orang.
Rasionya: untuk 500 mahasiswa, negara siapkan hampir 13 aparat per orang.
Tiga belas.
Bukan untuk perang.
Bukan untuk bencana.
Untuk warga negara yang mau bicara.
Dan ini bukan pertama kali.
Jumat 12 Juni lalu ,4.151 personel untuk massa yang juga ratusan orang.
Setiap minggu angkanya naik.
Di saat yang sama, Polda mempersoalkan surat pemberitahuan , apakah mahasiswa sudah lapor sesuai UU No. 9 Tahun 1998 Pasal 10.
Tapi Kabid Humas Polda mengakui sendiri dalam konferensi pers hari ini: meski tanpa surat pemberitahuan, polisi tetap melakukan pengawalan.
Jadi surat itu wajib atau tidak?
Kalau tidak wajib , kenapa dipermasalahkan ke publik?
Kalau wajib , kenapa tetap dilayani?
6.675 aparat untuk 500 mahasiswa yang mau bicara.
Di negara mana ini disebut "pelayanan"?
Sampe lupa anak-anak kesekolah mau ngapain...
Ke sekolah ya tuntut ilmu Pak,
biar ngk dibodoh-bodohin orang kayak Elu...
Perasaan sebelum ada MBG,
anak sekolah aman2 aja,
ngk ada yg terancam mati (karna keracunan)