@DoomCaptai87703@rssalmans_@ainurohman lu itu pola pikirnya gimana sih? nangkep gak gw ngomong apa soal “sepakbola?”
ada gak legenda lain yg maksa kaya dia?
oh iya sama ini, itu bukan “kebahagiaan” tapi itu “ambisi” tau bedanya?
@DoomCaptai87703@rssalmans_@ainurohman gini aja sekarang
mending lu dm ig al nassr
minta buat junjunganlu dilepas gratis atau end contract cepet
lalu bujuk dia buat main di liga 1 entah join persib/dewa
biar lu bisa nonton langsung dan nuntasin sange lu ke dia
@rssalmans_@ainurohman Oke apa masalah nya Ronaldo egois? Gw dari awal selalu tweet bahwa selama Ronaldo masih hidup dan belom memutuskan pensiun dari timnas ga boleh ada yg cadangin dia, emang kenapa? Lebih baik ga juara daripada Ronaldo ga main, Ronaldo jasanya terlalu besar buat sepak bola Portugal
@DoomCaptai87703@rssalmans_@ainurohman oiya satu lagi
“lebih baik ga juara daripada penaldo ga main, ronaldo jasanya terlalu besar buat sepakbola portugal”
huh man, he’s not even a king
ambil contoh di negara sendiri misal bepe
atau chrisgon
atas jasa mereka berarti boleh mereka sombong? boleh mereka egois?
@DoomCaptai87703@rssalmans_@ainurohman masih perlu defender dan goalkeeper buat defense. kecuali si penaldo bisa bawa bola dari belakang trus skor!
goblok sepakbola itu tim. sekali lagi
TIM
hargai rekan rekan satu timlu karna sepakbola punya tugas dan peran masing masing
apa masalahnya egois? opini goblok abad ini
@DoomCaptai87703@rssalmans_@ainurohman apa masalahnya egois? hei kontol
sepakbola itu permainan tim, ada 11 orang di satu squad melawan 11 orang tim lawan di 1 match, apa masalahnya egois?? kalo dia masih perlu operan dari rekan setimnya, masih perlu assist buat cetak skor, masih perlu midfielder buat atur ritme…
"MASTERCLASS SCALONI"
MENGORBANKAN PAREDES, PEMAIN TERBAIK ARGENTINA, DEMI MENGUBAH ARAH PERTANDINGAN.
Babak pertama menjadi panggung Leandro Paredes.
Ia berkali-kali menghentikan serangan Inggris lewat tekel dan intersep, ia juga menjadi poros utama progresi bola Argentina. Hampir setiap serangan Argentina dimulai dari kakinya.
Karena itu, saat Inggris unggul 1-0 pada menit ke-55 lewat gol Anthony Gordon hasil assist Morgan Rogers, banyak yang mengira Scaloni akan mempertahankan Paredes untuk menjaga kontrol permainan dan membuat perubahan di pos yang lain.
Yang terjadi justru sebaliknya.
Menit 63,
Scaloni membuat keputusan paling berani di laga ini.
Leandro Paredes keluar, Nicolás González masuk.
Pemain terbaik Argentina dikorbankan. Keputusan itu langsung dipertanyakan karena Argentina kehilangan gelandang yang paling tenang saat membangun serangan.
Namun Scaloni tidak sedang mencari keseimbangan. Ia sedang mengejar FINAL.
Dengan masuknya Nico, Argentina memiliki ancaman yang jauh lebih besar dari sisi kiri dengan agresivitasnya. Tujuannya jelas: memaksa Inggris bertahan semakin dalam.
Efeknya langsung terlihat.
Beberapa menit kemudian, Messi melepaskan umpan silang yang disambut sundulan Nico González. Jordan Pickford masih mampu menepisnya, tetapi untuk pertama kalinya Inggris benar-benar tertekan.
Menit 71,
Thomas Tuchel merespons. Anthony Gordon keluar, Ezri Konsa masuk. Pergantian yang menunjukkan Inggris mulai berpikir mempertahankan keunggulan.
Pada momen yang sama,
Scaloni juga melakukan perubahan. Nahuel Molina yang terisolasi ditarik keluar, Gonzalo Montiel masuk untuk berkolaborasi dengan Messi dengan crossing dan overlapnya.
Menit 72,
Scaloni kembali membuat perubahan besar.
Giuliano Simeone keluar, mesin pressing dan progresi bola Rodrigo De Paul masuk.
Lisandro Martínez yang telah mengantongi kartu kuning juga diganti Otamendi yang siap berduel dan bikin progresi bolah lebih berani.
Messi kini menetap di posisi RWF bersiap spam crossing mematikan, sementara Nico González mendapat kebebasan menjadi pelari dari sisi kiri sekaligus penyerang "lubang".
Macca setidaknya punya dua momen peluang besar berkat pergantian ini.
Enzo mendapatkan ruang tembak yang ideal karena seluruh pemain Inggris dipukul mundur ke belakang.
Scaloni belum puas.
Menit 80, ia mengambil risiko yang lebih besar lagi.
Nicolás Tagliafico keluar, Lautaro Martínez masuk.
Argentina praktis bermain dengan tiga pemain depan.
Julián Álvarez melebar ke kiri, Nico González mengisi ruang yang sebelumnya ditempati Tagliafico, sementara Lautaro menjadi target utama di kotak penalti.
Dan Messi tetep stay di sisi kanan.
Melihat Argentina semakin menyerang, Tuchel justru mengambil keputusan yang berlawanan.
Menit 81, Reece James keluar, Dan Burn masuk.
Inggris memilih menambah bek dan mempertahankan keunggulan 1-0.
Kesalahan itu langsung dibayar mahal.
Menit 85, tekanan tanpa henti Argentina berbuah gol. Enzo Fernández menyamakan kedudukan menjadi 1-1 lewat tendangan indah setelah mendaptkan assist halus dari Messi.
Inggris semakin tertekan. Argentina terus menyerang.
Lalu datang pukulan terakhir.
Menit 90+2, Lautaro Martínez mencetak gol kemenangan melalui crossing Messi. Penyerang yang baru masuk pada menit ke-80 menjadi penentu tiket Argentina ke final.
Scaloni mengorbankan pemain terbaiknya demi mengubah arah pertandingan. Tuchel justru mengorbankan keberanian demi mempertahankan keunggulan.
Yang satu berani mengambil risiko untuk menang. Yang satu takut kehilangan keunggulan. Hasil akhirnya? Argentina ke final, Inggris pulang dengan penyesalan.
نحن لانستحق موهبتك كان يجب ان تمثّل اسبانيا وتترك هذا الشعب الذي لايقدر قيمتك أرجوك ياميسي انا عاشق ارجوك عد للمنتخب لقد تعودنا عليك"
رسالة كتبها طفل يدعى انزو فيرناديز بعد اعتزال ميسي الدولي
الطفل اللذي فاز بالمونديال السابق وبالأمس يرسل منتخبه إلى نهائي المونديال الثاني