Lo biasanya booking hotel lewat Agoda atau Traveloka?
Gue juga dulu gitu. Sampai suatu malam temen gue yang kerja di front office hotel bintang 4 di Bali ngasih satu kalimat yang langsung ngegas otak gue.
Gue tanya: “Kalau gue mau nginep di hotel lo, booking di mana yang paling murah?”
Dia jawab santai:
“Telepon langsung ke hotel. Bilang lo liat harga di Agoda Rp sekian. Minta lebih murah. Kita PASTI kasih.”
Tips bertahan hidup di Indonesia 2026 :
(edisi Juni, karena bulan depan mungkin nambah lagi)
1. Segera charge HP gak usah nunggu mau habis. Kita sering nggak tau kapan dapat giliran pemadaman 4-6 jam.
2. Segera isi bensin gak usah nunggu 1/4 tanki. Berita "antrian SPBU" / "kelangkaan BBM" mulai terdengar di mana2.
3. Stop pemborosan berkedok healing! Kayak : jajan di cafe2, beli kopi2 "kekinian" dsb. Utk saat ini pakai prinsip "yang penting bisa makan dulu!"
4. Kurangi pemakaian AC di rumah.
5. Sebisa mungkin jangan flexing harta di mana pun, khususnya medsos, biar nggak diincer petugas pajak.
6. Jalani side hustle secara konsisten agar bisa dapet pemasukan tambahan, kalo bisa side hustle-nya jangan yang gampang diincer pajak
7. Minimalkan beli sesuatu atau ikut event tertentu hanya karena FOMO. Fokus pada kebutuhan ketimbang keinginan/gengsi.
8. Nggak usah iri dan ngikutin standar hidup orang lain yang keliatan wah di medsos.
Pencapaian hidup itu beda-beda
Pisang: Tak Beranak, Berbuah Jutaan Kali
Sekali lagi, masih ingat adegan Zainudin yang penuh gemuruh menyumpahi Hayati, dalam film Tenggelamnya Kapal Van der Wijck?
"Pantang pisang berbuah dua kali!" begitu ucap Zainudin, yang menampik Hayati yang ingin kembali usai "pengkhianatannya".
Namun, tahukah Zainudin bahwa pohon pisang bisa berbuah lebih dari sekali? Ya, ini bukan mitos. Kita saja yang mungkin tidak menyadari bahwa bahkan bukan hanya 2 kali. 1 pohon pisang bisa berbuah berjuta kali.
Kita bahas pelan-pelan ya...
Utas
#LiterasiPertanian #Kloningpisang #Pisang
Ilustrasi AI
Temen gue minjem duit Rp 500 juta. Jaminannya sertifikat rumah asli senilai Rp 700 juta. Janji 10 bulan balik.
Gue: "Aman lah ya, sertifikat asli di tangan gue." Pas jatuh tempo lewat 2 bulan, bisnisnya bangkrut, duitnya amsyong.
Gue: "Gue sita ya rumah lo." Dia ngakak: "Sita aja bro kalau bisa. Megang sertifikat asli gak bikin lo bisa milikin rumah gue."
Gue langsung lemes.
KESALAHAN 90% ORANG: NYAMAIN "PEGANG SERTIFIKAT ASLI" = OTOMATIS AMAN
Banyak orang mikir, kalau sertifikat rumah debitur udah di tangan, kita udah jadi "raja" yang bisa usir dia kapan aja kalau macet. Ini blunder fatal.
Di mata hukum, pegang sertifikat doang tanpa eksekusi yang sah itu cuma modal megang kertas mahal. Surat lamaran sita lo bakal masuk tong sampah pengadilan.
RAHASIA 1: PEGANG SERTIFIKAT TANPA APHT = AMPAS
Temen gue pinter memanfaatkan celah hukum, sedangkan gue cuma modal percaya.
Harusnya pas pinjemin duit Rp500 juta, gue gak cuma ambil sertifikatnya. Tapi wajib bawa dia ke Notaris/PPAT buat bikin APHT (Akta Pemberian Hak Tanggungan).
APHT itu lalu didaftarin ke BPN sampai terbit Sertifikat Hak Tanggungan. Di situ baru ada titel eksekutorial "Demi Keadilan Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa".
FUNGSI HAK TANGGUNGAN: JALUR CEPAT SITA JAMINAN
Kalau ada APHT dan Sertifikat Hak Tanggungan, posisi gue aman sebagai Kreditur Preferen (diutamakan).
Begitu dia nunggak bayar (wanprestasi), gue punya hak:
1.Langsung jual objek jaminan lewat lelang KPKNL.
2.Gak perlu izin dia lagi, gak perlu nunggu sidang perdata yang tahunan.
Tanpa APHT? Sertifikat aslinya cuma jadi pajangan lemari. Lo gak bisa apa-apain.
RAHASIA 2: JEBAKAN BATMAN TANPA PERJANJIAN TERTULIS
Udah jatuh tertimpa tangga. Pas gue ancam mau gugat perdata ke pengadilan, dia malah nantang.
Temen: "Gugat aja, Bro. Emang lo punya bukti apa kalau gue ngutang?" Gue: "Kan gue ada bukti transfer Rp500 juta!"
Temen: "Gue tinggal bilang di sidang kalau duit itu modal investasi bisnis bareng. Lo investornya, bukan utang. Kalau bisnis rugi, ya tanggung bareng. Lo punya bukti chat atau kontrak utang?" Gue: Zonk.
KASUS UTANG TANPA KONTRAK = BUNUH DIRI FINANSIAL
Bukti transfer doang GAK CUKUP buat buktiin itu transaksi utang-piutang. Di pengadilan, argumen "modal usaha" atau "pemberian" sering dipakai debitur nakal buat ngeles.
Apalagi kalau gak ada surat perjanjian utang (SPH) di bawah tangan maupun notariil.
Niatnya mau baik bantuin temen, malah habis duit puluhan juta buat bayar pengacara dan waktu habis di sidang yang gak jelas ujungnya.
RAHASIA 3: ATURAN MAIN UTANG PIUTANG AMAN
Biar lo gak zonk kayak gue, ini pola aman kalau mau pinjemin duit jumlah besar pakai jaminan properti:
1.Wajib bikin Perjanjian Pokok (Perjanjian Utang Piutang).
2.Wajib bikin Perjanjian Aksesoir (Pengikatan Jaminan lewat APHT).
3.Urus semua di depan Notaris/PPAT yang sah.
Jangan pernah transaksi di bawah tangan cuma modal "enggak enakan" sama temen.
SIKAP DI INTERVIEW: CARA JAWAB SOAL RISK MANAGEMENT
Kasus ginian sering keluar di interview user bank/BUMN bagian legal atau risk analis.
User: "Bagaimana mitigasi risiko kredit macet dengan jaminan properti?" Jawaban gagal: "Saya pegang sertifikat aslinya, Pak, biar aman."
Jawaban cerdas: "Melakukan pengikatan Hak Tanggungan (APHT) hingga terbit Sertifikat HT dari BPN untuk mendapatkan hak eksekutorial langsung tanpa jalur gugatan perdata biasa."
KENAPA JASA NOTARIS MAHAL? KARENA MEREKA JUAL AMAN
Banyak orang pelit bayar biaya Notaris/PPAT pas utang piutang karena merasa kemahalan.
"Ah, masa bikin akta sama daftarin jaminan habis jutaan rupiah?" Akhirnya milih jalur bawah tangan. Begitu macet, rugi Rp500 juta.
Biaya notaris itu adalah premi asuransi hukum lo. Bayar mahal di awal, aman di akhir. Jangan pelit buat legalitas bisnis.
SKILL LEGAL YANG WAJIB DIKUASAI DI DUNIA KERJA:
Kalau lo mau masuk perbankan, BUMN, atau korporat, kuasai ini:
1.Hukum Jaminan: Paham beda Hak Tanggungan (properti) vs Fidusial (kendaraan/benda bergerak).
2.Drafting Kontrak: Bisa bikin klausul wanprestasi yang mengunci ruang gerak debitur nakal.
3.Litigasi Dasar: Paham alur gugatan sederhana (Small Claim Court) buat utang di bawah Rp500 juta.
Punya skill ini, lo bakal dicari banyak perusahaan.
KALIMAT SI TEMEN NAKAL YANG BIKIN GUE SADAR:
"Hukum itu gak melindungi orang yang naif. Hukum itu melindungi orang yang tertib administrasi."
Artinya: Di hadapan hukum, niat baik lo itu gak bernilai kalau gak ditulis di atas kertas bermeterai dan didaftarkan ke negara.
Stop pinjemin duit modal percaya. Mulai tanya: "Gimana legalitas pengikatan jaminannya?"
cc : ngoprekbareng2
Negeri salah kelola
Kalau SDA sebanyak ini dikelola dgn benar, rakyatnya akan makmur
Apa-apa gratis spt kata Prabowo
Spt yg terjadi di Brunei meski tambang cuma minyak dan gas
Bahkan rakyat dapat 20jt per bulan dan bebas hutang ✅️
Pada heran ga kenapa nama Boediono kayak tenggelam dan gak banyak disorot waktu menjabat jadi Wakil Presiden RI?
Jawabannya sederhananya karena beliau adalah seorang teknokrat dan akademisi sejati, sosok yang murni bekerja pakai otak dan hati, bukan politisi yang haus panggung dan pencitraan.
Di balik penampilannya yang tenang, beliau punya rekam jejak intelektual yang gak main-main. Beliau adalah murid ideologis dari Emil Salim, sekaligus mentor yang melahirkan sosok jenius seperti Sri Mulyani.
Ingat krisis moneter kelam tahun 1997?
Bersama Dorojatun Kuntjoro-Jakti, duet maut ini menjadi the fantastic duo yang mempertaruhkan reputasi demi mengembalikan arah ekonomi Indonesia ke jalur yang benar. Berkat tangan dingin mereka, makroekonomi kita pulih secara signifikan sampai akhirnya kita bisa mandiri dan menendang IMF keluar dari negeri ini. Stabilitas di era Megawati hingga ledakan ekonomi (mini economic boom) di zaman SBY adalah bukti nyata sumbangsih besar beliau. Gak heran kalau pasar dan investor global selalu menyambut positif tiap kali nama beliau dipanggil untuk mengabdi.
Tapi alih-alih pamer kuasa, Boediono memilih jalan sunyi di balik layar. Beliau punya satu filosofi hidup yang sangat menyentuh sekaligus menohok mental pejabat zaman sekarang:
"Kita tidak perlu tampil di atas panggung. Biarkan para politisi yang tampil dan mengklaim kreditnya. Yang penting, mereka menyajikan makanan yang kita masak dan minuman yang kita ramu."
Ini tamparan keras buat realita hari ini. Beliau mengajarkan kalau kekuatan sejati itu bukan soal berebut kuasa (sphere of control) demi ego pribadi, melainkan bagaimana kita bisa menanamkan pengaruh (sphere of influence) yang mendalam demi hajat hidup orang banyak.
Ketika banyak orang sibuk berebut panggung dan tepuk tangan, Boediono memilih menjadi "juru masak" yang memastikan rakyatnya kenyang, tanpa peduli namanya diingat atau dilupakan. Hormat Pak Boedieono
"Pertamax naik ga ngaruh juga kali.. kehidupan kita, orang itu BBM nya orang kaya"
Teruntuk kamu yg punya opini seperti ini, silakan baca sampai habis ya.
✅ Efek Kenaikan Harga Pertamax Jadi Rp16.250 per Liter ke Seluruh Lapisan Masyarakat
Harga Pertamax (RON 92) naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter mulai 10 Juni 2026 (kenaikan ±Rp3.950 atau sekitar 32%).
Ini BBM non-subsidi yang biasa dipakai kendaraan menengah ke atas (mobil keluarga, motor injeksi modern, dll). Berikut simulasi dampaknya secara bertahap dan mendalam.
1. Dampak Langsung (Hari 1–7)
- Pemilik Kendaraan Pribadi (Mobil & Motor yang Pakai Pertamax):
Biaya operasional naik signifikan.
Contoh: Mobil yang habis 10 liter/hari (commuter Jakarta) → tambahan ±Rp39.500/hari atau Rp1,1 juta/bulan. Motor yang pakai Pertamax (beberapa matic premium) juga terasa.
Kalangan menengah atas (golongan ini paling banyak pakai) langsung merasakan “dompet lebih tipis”.
- Ojek Online & Transportasi Online:
Banyak driver yang pakai Pertamax untuk kendaraan lebih irit dan bersih. Mereka harus naikkan order minimum atau kurangi jam operasional. Penumpang akhirnya bayar lebih mahal (jika tarif disesuaikan).
2. Dampak ke Transportasi & Logistik (Minggu 1–4)
- Tarif angkutan umum, travel, truk logistik, dan ojol cenderung naik bertahap (meski Pertalite & Solar subsidi belum naik).
- Biaya distribusi barang naik → harga sembako, makanan, dan barang konsumsi di pasar tradisional/modern mulai merayap naik.
- Contoh: Sayur-mayur dari pasar induk ke retail → ongkos angkut naik → harga eceran naik 5-15% dalam 1-2 bulan.
3. Dampak ke Lapisan Masyarakat
Lapisan Bawah (Miskin & Rentan)✅
Meski tidak langsung pakai Pertamax, efek rantai pasok membuat harga kebutuhan pokok naik. Daya beli turun, pengeluaran untuk makan & transportasi harian membengkak. Banyak yang beralih ke Pertalite (bisa picu antrean & kelangkaan jika permintaan melonjak). Risiko inflasi menekan kelompok ini paling keras.
Lapisan Menengah Bawah (Pekerja Harian, UMKM, Karyawan Swasta)✅
- UMKM & pedagang kecil: Biaya kirim barang & operasional naik → margin keuntungan tipis atau naikkan harga jual.
- Karyawan yang commuting pakai mobil/motor: Harus potong pengeluaran lain (hiburan, tabungan, pendidikan anak).
- Banyak yang pindah ke transportasi umum atau kerja dari rumah (jika memungkinkan).
Lapisan Menengah Atas & Profesional✅
- Paling terdampak langsung karena konsumsi Pertamax tinggi (mobil pribadi, keluarga).
- Bisa mengurangi perjalanan non-esensial, liburan, atau belanja impulsif.
- Tapi mereka lebih resilient (bisa pakai kartu kredit, tabungan, atau investasi untuk buffer).
Lapisan Atas / Bisnis Besar✅
- Perusahaan logistik & manufaktur yang pakai campuran BBM: Biaya produksi naik.
- Bisa menaikkan harga produk atau efisiensi (PHK ringan atau kurangi shift).
- Investor asing & pasar saham mungkin bereaksi negatif jangka pendek (IHSG fluktuatif).