Mengunjungi masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur untuk memastikan kondisi mereka secara langsung sekaligus mendengarkan berbagai kebutuhan yang diperlukan dalam proses pemulihan.
Dalam agenda ini, saya turut memimpin langsung Rapat Koordinasi Penanganan Bencana Gempa Bumi bersama jajaran Kabinet Merah Putih di Posko Pengungsian Markas Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP) 834/Wakanga, Nagekeo.
Bersama jajaran pemerintah, saya menegaskan bahwa proses pemulihan akan terus dilakukan secara bertahap, melalui rehabilitasi fasilitas dan layanan yang terdampak serta rekonstruksi untuk membangun kembali infrastruktur dan mendukung pemulihan kehidupan masyarakat.
Kab. Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, 26 Agustus 2026.
Presiden Prabowo Subianto mengaku sengaja tak langsung ke Nusa Tenggara Timur (NTT) usai gempa 7,7 magnitudo pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Prabowo bilang ingin beri kesempatan bagi setiap pejabat maupun instansi terkait agar fokus menangani situasi di lapangan dan melayani masyarakat korban gempa.
Hal itu disampaikan Prabowo saat memimpin langsung rapat penanganan gempa NTT di Nagekeo, Kamis (27/8). "Memang sengaja saya di awal-awal saya tidak mau datang, karena saya mau beri kesempatan semua instansi melayani rakyat langsung. Kadang-kadang kalau pejabat pusat datang, terpecah konsentrasi," kata Prabowo.
Meski demikian, Prabowo memastikan pemerintah pusat selalu memonitor perkembangan dan kondisi di lapangan serta mengerahkan bantuan. "Itu yang paling penting. Kalau kita datang, habis itu cuma lihat bencana tapi gak bisa atasi, gak bisa kirim bantuan, itu akhirnya kurang efektif," ujarnya.
📸: Dok. YouTube Sekretariat Presiden.
Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play.
📝: newsupdate | update | news | svt | R169 | E164
#bicarafaktalewatberita #kumparan
Presiden Prabowo Subianto menyapa langsung warga terdampak gempa saat meninjau Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (26/8/2026).
Menaiki kendaraan taktis Maung Garuda dengan mengenakan kemeja safari cokelat dan topi biru, Prabowo berdiri menyapa hangat masyarakat yang telah memadati tepi jalan dengan penuh antusiasme untuk memberikan semangat serta memastikan kehadiran negara dalam pemulihan pascabencana.
Simak berita selengkapnya di https://t.co/12KzHzegth, BeritaSatu TV, YouTube BeritaSatu, dan unduh aplikasi BeritaSatu di iOS dan Apps Store!
#BeritaSatu #SaatnyaMajuBersama #Prabowo #GempaNTT #Nagekeo #NTT #Gempa #BencanaAlam #Viral #Pengungsi
Melangsungkan rapat terbatas bersama jajaran Kabinet Merah Putih serta pihak-pihak yang bertugas dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat. Dalam agenda tersebut, saya turut meninjau secara langsung titik-titik kebakaran hutan dan lahan yang tersebar di sejumlah wilayah Kalimantan Barat.
Sejumlah langkah percepatan turut saya tekankan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat, antara lain penambahan tiga batalyon TNI atau sekitar 1.500 personel dari luar Kalimantan yang akan didatangkan mulai hari ini, percepatan pemadaman titik-titik api oleh personel aparat di darat, penambahan enam helikopter berkapasitas besar untuk mendukung operasi water bombing, penambahan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), serta memperbanyak alat pompanisasi dan pengeboran air untuk meredam titik-titik panas yang berada di bawah permukaan tanah.
Pemerintah senantiasa bergerak cepat dan bekerja keras untuk menangani situasi serta memenuhi kebutuhan di lapangan, sekaligus memastikan perlindungan dan keselamatan masyarakat serta kelestarian lingkungan.
Kalimantan Barat, 22 Agustus 2026
Hari ini, saya memimpin Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia. Upacara ini turut dihadiri oleh jajaran Kabinet Merah Putih, para tamu undangan, serta masyarakat dari berbagai daerah di tanah air.
Dalam suasana yang penuh khidmat dan sukacita, momentum kemerdekaan ini mengingatkan kita untuk terus menjaga persatuan dan memperkuat tekad bersama dalam mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.
Semoga semangat kemerdekaan senantiasa menyertai setiap langkah kita dalam menghadirkan kemajuan yang berkelanjutan, kesejahteraan bagi seluruh rakyat, serta kejayaan Indonesia sepanjang masa.
Istana Merdeka, Jakarta, 17 Agustus 2026.
Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, bendera Merah Putih raksasa seluas 120 meter x 80 meter dibentangkan di kawasan Bukit Paralayang Rindam XVII/Cenderawasih, Gunung Cycloop, Kabupaten Jayapura, Papua. Aksi pembentangan bendera raksasa ini diawali dengan Kirab Merah Putih sejauh kurang lebih satu kilometer yang diikuti oleh sekitar 1.200 peserta. Rombongan kirab terdiri atas prajurit TNI-Polri, pelajar, jajaran pemerintah daerah, hingga elemen masyarakat setempat. Para peserta secara bergotong royong membentangkan bendera Merah Putih raksasa di lereng Gunung Cycloop. Kibaran bendera di kawasan pegunungan tersebut menjadi simbol persatuan dan gelora nasionalisme dari Tanah Papua. Keterlibatan para pelajar dalam agenda ini ditujukan untuk memupuk jiwa patriotisme generasi muda Papua agar terus menjaga persaudaraan serta meneruskan semangat perjuangan bangsa
#HUT81RI #HUTRI #TNI #Papua #MetroTV
Merah Putih sepanjang 600 meter membentang megah di kaki Gunung Arjuno, Dusun Krajan Tengah, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Bentangan ini dibuat warga secara gotong royong untuk menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Simak berita selengkapnya di https://t.co/12KzHzegth, BeritaSatu TV, YouTube BeritaSatu, dan unduh aplikasi BeritaSatu di iOS dan Apps Store!
#BeritaSatu #SaatnyaMajuBersama #HUT81RI #KemerdekaanRI #MerahPutih #Indonesia #GunungArjuno #Malang #BeritaJatim
SEPEKAN YG TEGANG.
10 Agustus.
Hari ini, 81 tahun lalu. Di Dalat, Vietnam, Sukarno, Hatta, dan Radjiman Wedyodiningrat baru saja tiba, dipanggil menghadap Marsekal Terauchi. Di Jakarta, sebuah radio kecil yang disembunyikan dari tentara Jepang menangkap siaran gelap dari luar negeri: Jepang di ambang kekalahan. Sutan Sjahrir mendengarnya lebih dulu dari siapa pun.
11–12 Agustus.
Di hadapan Terauchi, tiga utusan itu mendengar janji: kemerdekaan akan diberikan, “segera”. Tapi tanggalnya tak disebut. Tak ada kepastian, hanya harapan yang digantung. Sementara itu, jarak antara Dalat dan Jakarta terasa seperti jarak antara dua dunia yang berpacu dengan waktu berbeda.
13–14 Agustus.
Mereka terbang pulang membawa janji yang mengambang. Di Jakarta, kabar kekalahan Jepang sudah menyebar dari mulut ke mulut, dibisikkan di sela sensor yang makin longgar. Golongan muda gelisah. Mereka tahu satu hal yang tak dimiliki para pemimpin tua: momentum tidak menunggu siapa pun.
15 Agustus.
Kaisar Hirohito mengumumkan Jepang menyerah tanpa syarat. Malam itu juga Sjahrir mendesak Sukarno-Hatta: proklamasikan sekarang. Sukarno-Hatta menolak tergesa, mereka ingin menempuh jalur resmi lewat PPKI, agar kemerdekaan lahir tanpa darah yang sia-sia. Satu malam, dua keyakinan yang tak bertemu.
15 ke 16 Agustus (malam).
Di rumah Sukarno, pertemuan berubah tegang. Golongan muda mendesak, nyaris mengultimatum. Sukarno naik pitam. Tak ada yang mau mengalah. Jarum jam terus bergerak menuju dini hari, sementara keputusan yang akan menentukan nasib satu bangsa belum juga diambil.
16 Agustus (dini hari).
Sebelum fajar, sekelompok pemuda “menculik” Sukarno dan Hatta, membawa mereka ke sebuah kota kecil bernama Rengasdengklok. Bukan pengkhianatan tapi sebuah upaya nekat menjauhkan dua pemimpin itu dari bayang-bayang Jepang, memaksa keputusan lahir tanpa tekanan siapa pun kecuali sejarah itu sendiri.
16 Agustus, (sore ke malam).
Ahmad Subardjo turun tangan, menjamin dengan nyawanya sendiri: proklamasi akan terjadi malam itu juga. Sukarno dan Hatta dibawa kembali ke Jakarta. Di rumah Laksamana Maeda, di atas selembar kertas, dengan tangan yang barangkali gemetar, kalimat yang akan mengubah nasib jutaan orang mulai dituliskan.
17 Agustus, (pukul 10.00).
Di halaman rumah sederhana Pegangsaan Timur 56, dua kalimat pendek dibacakan. Bendera dari kain seadanya naik perlahan di tiang bambu. Tak ada tepuk tangan dari luar negeri, tak ada pengakuan dunia. Hanya keberanian. Delapan puluh satu tahun lalu, satu minggu yang mencekam berakhir menjadi satu bangsa yang lahir.
Tujuh hari lagi, kita merayakannya. Selamat menyongsong Agustus.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia terus mendukung kemerdekaan bagi Palestina. Hal itu disampaikan Prabowo dalam dalam acara Puncak Hari Lahir (Harlah) ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Kamis (23/7).
Prabowo menjelaskan Indonesia dalam posisi mendukung dan mengormati semua kekuatan. “Saya bersyukur kita non blok kita tidak punya musuh kita hormati semua negara semua kekuatan. Kita ingin bebas aktif, saya katakan politik luar negeri di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto menjadi tetangga yang baik,” kata Prabowo.
“The good neighbour, we want to be good neighbour, kita baik sama semua kekuatan. Tapi yang tidak bisa kita tawar menawar adalah mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina bagi kita,” sambungnya.
📸: Dok. Youtube DPP PKB.
Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play.
📝: newsupdate | update | news | svt | R120 | E070
#bicarafaktalewatberita #kumparan