Seorang mahasiswa bertanya kepada Einstein:
"Apa yang dimaksud dengan logika?"
Einstein menjawab: "Aku akan menjawab mu dengan sebuah pertanyaan."
"..Bayangkan ada dua orang pekerja masuk ke dalam cerobong asap untuk membersihkannya. Setelah keluar, pekerja pertama wajahnya kotor penuh debu, sedangkan pekerja kedua wajahnya tetap bersih. Menurutmu, siapa yang akan pergi mencuci muka?"
Tanpa ragu,
si mahasiswa menjawab, "Tentu saja pekerja yang wajahnya kotor."
Einstein berkata: "Jawabanmu salah. Yang akan mencuci muka adalah pekerja yang wajahnya bersih.
Mengapa?
Karena dia melihat wajah temannya yang kotor, lalu mengira wajahnya sendiri juga kotor.
Sebaliknya,
pekerja yang wajahnya kotor melihat wajah temannya bersih, sehingga dia mengira wajahnya pun bersih."
Mahasiswa itu pun menyahut: "Benar juga, itu sangat logis!"
Namun Einstein kembali menjawab: "Tidak, itu juga salah. Karena pertanyaannya sendiri sudah tidak logis. Tidak mungkin ada dua orang masuk ke cerobong asap yang sama pada saat yang sama, lalu yang satu keluar bersih sementara yang lain kotor."
Terkadang logika bisa runtuh karena masalahnya bukan terletak pada jawabannya, melainkan pada pertanyaannya yang sudah cacat atau tidak masuk akal sejak awal.
SC: @ImtiazMadmood / @GlobalIJournal
kita kerap terjebak dalam logika intuitif, juga logika relatif.
tapi lupa mengasah logika kritis.