40 pelajaran hidup dari Raditya Dika yang bikin gue diem setelah dengernya.
1. Gak apa-apa jadi orang aneh.
2. Jangan gosipin orang!
3. Kita gak sepenting itu buat orang lain.
4. Usahakan minimalis!
5. Kerja ringan kalau dicicil.
6. Kerja ringan kalau barengan.
7. Ide ada kalau dicatat.
8. Belajar dari yang terbaik.
9. Belajar dari yang tidak punya pengalaman.
10. Melamun adalah bagian dari proses kreatif.
11. Waktu ada kalau kita ciptakan.
12. Pakai uang untuk membeli waktu.
13. Jangan lupa bermain-main!
14. Punya hobi baru adalah cara termudah untuk merasa seru lagi.
15. Fokus ciptakan core memory yang indah!
16. Jangan membuat keputusan waktu sedih, marah atau galau!
17. Belajar bilang ‘iya’ ke hal yang kita bilang ‘tidak’.
18. Belajar berani berkata ‘tidak’.
19. Main game adalah cara termudah untuk kabur ke dunia lain.
20. Dikritik berarti punya ruang untuk tumbuh.
21. Jalan kaki min. 30 menit sehari.
22. Selalu tepat waktu!
23. Takut biasanya datang dari ketidaktahuan.
24. Menyesal lebih seram dari rasa takut.
25. Kalau ada yang ganjel, ngomong aja.
26. Semua orang punya keahliannya sendiri.
27. Tahu bahwa kita gak bisa semuanya.
28 Beli barang buat diri sendiri.
29. Belajar sabar.
30. Reputasi datang dari tindakan.
31. Berhenti membandingkan diri sendiri dengan orang lain.
32. Baca buku adalah cara terbaik untuk masuk ke pemikiran orang lain.
33. Dengerin podcast sesuai minat.
34. Selalu belajar dimanapun dan kapanpun!
35. Investasi terbaik adalah pendidikan.
36. Storytelling adalah skill paling berguna.
37. Orang yang gasuka kita, kadang ga ngerti kita.
38. Investasi yang baik adalah investasi yang membosankan (duit)
39. Pastikan perjalanannya sama menyenangkannya sebagaimana tujuannya.
40. Hiduplah dengan cinta!
Ternyata dewasa tuh bukan soal paling sukses tapi paling bisa nerima hidup aja 😔
Guys, Bu Rani Anggrini Dewi konselor pernikahan 25 tahun lebih, sudah menikah 44 tahun bilang sesuatu yang menurut gua adalah penjelasan paling nyesek yang pernah gua dengar tentang kenapa banyak perempuan menyesal setelah menikah.
Dan ini bukan opini.
Ini dari orang yang setiap hari duduk berhadapan dengan pasangan-pasangan yang pernikahannya sedang hancur.
Jawabannya satu kalimat
mereka masuk ke pernikahan
tanpa tahu siapa diri mereka sendiri.
Dan begitu mereka masuk
semua yang membentuk identitas mereka sebelumnya karir, mimpi, ambisi,
pengembangan diri pelan-pelan hilang.
Bukan karena dirampas.
Tapi karena struktur pernikahan
yang mereka masuki memang tidak dirancang
untuk menampung itu semua.
Bu Rani bilang polanya sangat konsisten dari ribuan kasus yang dia tangani.
Perempuan menikah.
Anak lahir.
Semua fokus beralih ke peran sebagai ibu dan istri.
Pengembangan diri berhenti.
Dan di suatu titik entah dua tahun kemudian atau sepuluh tahun kemudian mereka bangun dan bertanya siapa saya sekarang?
Saya sudah S1,
saya pernah kerja,
saya punya mimpi.
Sekarang saya cuma masak
ngurus anak, dan menunggu suami pulang.
Dan yang membuat ini sistemik dan bukan hanya nasib buruk individu adalah satu fakta yang Bu Rani sebut dengan sangat tegas orang tua Indonesia sekarang sudah sadar untuk menyiapkan anak perempuannya.
Mereka kirim ke universitas terbaik.
Dorong untuk berkarir.
Ajarkan untuk mandiri secara finansial.
Tapi mereka lupa menyiapkan anak laki-lakinya.
Hasilnya adalah collision yang tidak bisa dihindari. Perempuan yang sudah berkembang menikah dengan laki-laki yang masih membawa mindset bahwa suami harus dilayani, urusan rumah tangga dan anak adalah urusan istri, dan suami harus selalu lebih tinggi dari istri dalam segala hal.
Dua orang dengan level perkembangan yang sangat berbeda masuk ke satu institusi.
Dan perempuannya yang selalu diminta untuk menyesuaikan diri ke bawah bukan laki-lakinya yang didorong untuk naik ke atas.
Dan ini yang paling menyakitkan dari seluruh cerita ini. Banyak perempuan yang menyesal bukan karena suaminya jahat.
Bukan karena pernikahannya penuh kekerasan.
Tapi karena perlahan-lahan tanpa ada satu momen dramatis yang bisa ditunjuk sebagai titik balik mereka kehilangan diri mereka sendiri.
Dan begitu mereka sadar bahwa yang hilang itu tidak bisa dikembalikan oleh siapapun termasuk oleh suami yang mencintai mereka itulah penyesalan terdalam yang Bu Rani temui dalam kasusnya setiap hari.
perempuan yang menyesal setelah menikah bukan perempuan yang salah pilih pasangan.
Mereka adalah perempuan yang masuk ke struktur yang tidak pernah dirancang untuk menampung mimpi mereka.
Dan selama struktur itu tidak berubah selama anak laki-laki tidak disiapkan dengan cara yang sama dengan anak perempuan angka penyesalan itu tidak akan turun.
INI MASIH LUCUUU 😭 lg pada bahas abs, trs ktanya bb jeno turun 2 kilo 😭
🐬 kalo turun 2 kilo, berarti brp beratnya?
🐶 61 kilo
🐻 61 kilo? aku jg 61 loh
🐬 tapi kan otot sama lemak beda ya
haechan bnran sampe pundung😭😭
baca semua pesan anak dream di bbl sama wv bikin aku sadar klo mereka beneran udah legowo sama keputusan mark. mark bakal ngelanjutin hidupnya begitupun renjun, jeno, haechan, jaemin, chenle, dan jisung. pasti bakal berat buat mereka tapi life must go on, right? so keep support them 🫶🏻
makasi ya udah selalu suportif satu sama lain dan makasi udah selalu nenangin kita di situasi ini. see you when i see you 7dream 🤍
graduation pecah semuaaa 😭😭😭 mark nunduk terus, renjun udh kejer banget, haechan nahan biar ga pecah lg tangisnya, chenle madep belakang trs gamau liat kamera (aku yakin bgt dia nahan biar tangisannya ga pecah jg), jisung nangis lagi smpe ga kuat lanjutin part nya -