minggu lalu interview utk jd dosen di salah satu kampus tapii jurusannya bukan matematika/pend. matematika
awalnya mau coba dulu, tapi pas liat muka anak-anak.. dahlah jadi guru mtk aja gausah spend more time buat belajar gtu
ternyata tiba jg di fase ga mentingin karir 🤣
Semoga penjual minuman yg digoblok2in penceramah agama itu ditinggikan derajatnya oleh Allah. Beban di atas kepalanya mungkin tak bernila dibanding harga sendal si penceramah. Tapi ingat, dia sedang berjihad menafkahi keluarganya!
Sungguh Allah adalah seadil-adilnya penilai.
𝗞𝗲𝗯𝗶𝗷𝗮𝗸𝗮𝗻 𝗣𝗣𝗡 𝟭𝟮% 𝗱𝗶 𝟮𝟬𝟮𝟱: 𝗦𝗶𝗮𝗽𝗮 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗔𝗸𝗮𝗻 𝗗𝗶𝗿𝘂𝗴𝗶𝗸𝗮𝗻? Baca selengkapnya dalam 'Indonesia Economic Outlook 2025' yang baru saja diterbitkan LPEM FEB UI https://t.co/H307ddKnIn
#PPN12% #LembagaPenyelidikanEkonomiMasyarakat#research
Anies Baswedan, calon presiden non-parpol pertama dalam sejarah pilpres, cuma modal mulut dan dengkul bisa dapet 25% suara Indonesia, mengalahkan calon dari parpol terbesar saat ini.
Artinya dia sukses meyakinkan 1/4 warga Indonesia untuk memilihnya. Sebuah modal yang bagus untuk 2029, tinggal butuh 1/4-nya lagi. Bayangin kalo dia diback-up dengan modal yang gede dan parpol besar. 🫡
Bagi saya, Anda ini orang hebat pak @aniesbaswedan. Teruslah berjuang melawan ketimpangan 💪
Saya pilih pendidikan gratis, mereka pilih makan gratis
Saya pilih miskinkan koruptor,
Mereka pilih naikan gaji pejabat.
Saya pilih yg bisa bicara
Mereka pilih yg bisa joget
Saya pilih yg cerdas
Mereka pilih yg gemoy.
Level kita beda
Intro Bu Retno :
“Saya sdh 3x dlm 3 bulan ikut debat Dewan tentang Palestina. Dan Indonesia tegas akan teguh dg Palestina smp adanya keadilan” 🥹
Bu Menlu terima kasih selalu lantang utk Palestina 🥹😭🫶
Sehat & panjang umur Bu Retno Marsudi 🤲
#FreePalestine 🍉🇵🇸
Lo bisa liat sendiri yang backup nepobaby sekenceng apa 😂 Lo kalo cuma working class, gaji UMR, or beli hp masih kredit tapi masih mau sok pilih 02 berarti udah ikhlas dalam beberapa tahun ke depan finansial lo makin kacau alias yang miskin makin miskin brader 😅🙏🏼
Gw akui belum pernah ada yang berani bikin kampanye "bunuh diri" kayak Desak Anies. Tentu ini ruang yang dibutuhkan untuk orang yang bisa diajak dialog.
Tapi gimana dengan pelosok akar rumput yang cuma bisa dijangkau dengan jogetan, makan siang, dan kaos gratis?
Mundur 1 langkah bukan berarti menyerah, bukan berarti uang berlebih juga
Ngejelasin ke orang yg gak 1 pemahaman sama aja ky ngomong sm tembok
Gabisa bgt ga ganggu hidup orang tuh ya heran 🙂