Jangan pernah nyari pasangan cuma karena lu lagi ngerasa kesepian. Because you’ll only attract random people.
Kalau lu nyari pasangan dari rasa sepi, standar lu otomatis anjlok dan lu bakal nerima siapa aja yang dateng demi dapet rasa aman sesaat.
Sebelum nyari, gw selalu biasain buat tanya ke diri sendiri dulu, sebenernya apa yang gw mau dan butuhin secara spesifik?
Dari hasil refleksi gw, ada 2 poin penting yang wajib pasangan gw miliki.
Percaya ga? Allah menyingkirkan orang-orang yang tidak baik untukmu. Karena Allah mendengar percakapan mereka yang tidak kamu dengar. Dan karena Allah juga melihat perbuatan yang tidak kamu lihat dan inilah jawabannya. Kenapa kecurangan mereka terkuak? Itu tandanya Allah melindungi kamu walaupun sakit tapi percayalah itu yang terbaik untukmu.
“Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui”
Kartu jelajah budaya & koleksi stamp terbaru @mrtjakarta di 4 stasiun
Istora Mandiri
Fatmawati Indomaret
Senayan MasterCard
Bundaran HI Bank DKI
Kartunya tema layangan? Di istora mandiri penjelasan layangan bali, yang terpenting ngoleksi stamp🤩🎉
📸 : estidisini
your brain isn't designed to be positive or negative... it's designed to repeat patterns.
the emotional states you experience most often become your default setting over time. that's neuroplasticity at work.
choose your thoughts wisely.
"what’s yours will always find you."
kamu percaya sama kalimat itu nggak?
punya banyak banget wishlist, mimpi, dan goals yang rasanya harus dinanti-nantiin, belum satupun yang terwujud.
sampai di satu titik aku capek sendiri dan ya.. putus asa.
"ya Allah, ini kapan sampainya? aku kayak lagi jalan di tempat."
mungkin ada yang lagi ngerasain hal yang sama?
aku tadi baca artikel ini dan rasanya kayak dipeluk.. dan nemu sedikit nasihat yang mengingatkanku bahwa ketika Allah menunda sesuatu, bukan berarti Allah nggak sayang atau nggak denger doa kita.
because delay is not punishment. delay can be mercy and transformation.
mungkin Allah sedang ingin kamu lebih dekat dengan-Nya terlebih dahulu. mungkin Allah sedang mempersiapkan kamu sebelum beri apa yang selama ini kamu minta, kamu doakan setiap hari. Allah tunggu kamu siap 💗
karena bisa jadi, waktu terbaik menurut mu dan waktu terbaik menurut Allah itu berbeda banget.
dan mungkin, sesuatu yang terasa seperti "tertunda" sebenarnya sedang dipersiapkan dengan cara yang belum bisa dilihat oleh manusia..
Berdamai dengan takdir bukan berarti kita baik-baik saja dengan apa yang terjadi. Some things still hurt. Some memories still break us.
Cuma kita sudah lelah melawan sesuatu yang tidak bisa diubah.
Take your time. Tidak semua luka perlu sembuh hari ini. Bertahan sejauh ini pun sudah cukup kuat.
Mana mungkin Tuhan main-main dalam menciptakan takdir, sehelai daun kering yang jatuhpun diatur sedetail itu, kalau langit saja di tata oleh Allah, apa lagi hidupmu.
Tidaklah kamu melihat bagaimana Allah meninggikan langit tanpa tiang yang kamu lihat.
(QS Ar-Ra'd: [2]
Banyak banget, dan justru yang sering kelupaan malah topik yang paling penting 😭. Sebelum menikah, menurutku minimal ngobrolin:
Keuangan: penghasilan, utang/cicilan, tabungan, gaya hidup, rekening bersama, dan siapa yang menanggung apa.
Anak: mau punya anak atau tidak, jumlah, pola asuh, pendidikan, sampai pembagian tanggung jawab.
Tempat tinggal: tinggal sendiri, dekat orang tua, atau kemungkinan pindah kota/negara.
Karier: apakah dua-duanya tetap bekerja, bagaimana kalau salah satu harus pindah kerja, dan bagaimana mendukung karier pasangan.
Keluarga besar: batasan dengan mertua, seberapa sering berkunjung, bantuan finansial untuk keluarga, dan privasi rumah tangga.
Pembagian pekerjaan rumah: jangan cuma “nanti dibicarakan” bahas konkret siapa melakukan apa.
Konflik: kalau marah biasanya seperti apa, apa yang dianggap tidak bisa ditoleransi, dan bagaimana cara menyelesaikan masalah tanpa saling mengancam pisah.
Nilai dan prinsip hidup: agama, pendidikan, cara memandang kesetiaan, pergaulan, dan keputusan besar.
Komunikasi & kebutuhan emosional: butuh ruang seperti apa, cara menunjukkan kasih sayang, dan apa yang membuat masing-masing merasa aman.
Batasan dalam hubungan: teman lawan jenis, media sosial, privasi HP, flirting, dan hal-hal yang dianggap sebagai perselingkuhan.
Kesehatan dan kehidupan seksual: ekspektasi, batasan, kenyamanan, dan hal-hal yang perlu diketahui pasangan.
Rencana masa depan: target 5–10 tahun, gaya hidup yang diinginkan, rumah, perjalanan, karier, dan prioritas hidup.
Dan satu hal penting: jangan cuma bahas “kita mau punya kehidupan seperti apa”, tapi juga “kalau hidup kita gak berjalan sesuai rencana, kita akan menghadapi itu seperti apa?”
Karena menikah bukan cuma soal cocok saat semuanya baik-baik aja. Justru cara kalian menghadapi uang, konflik, keluarga, kegagalan, dan perubahan bakal jauh lebih menentukan.
asli, kalau center hubungan itu Allah, jadinya berbuat baik untuk pasangan & strive the best for each other untuk ridha Allah, konsep triangle marriage. kalau center hubungan itu diri sendiri, ya yang dihitung keuntungan sendiri, transaksional untung-rugi. gampang berubah, dan jadi “gue kasih apa, lo kasih apa. gue rugi, gue pergi” 😹😹
makanya gue rasa relationship manusia emang gak bisa sepenuhnya diukur dengan kalkulator untung-rugi. mahar aja kemarin sering direduksi jadi “harga perempuan”, padahal nominal berapa pun gak bisa balas dedikasi, kesetiaan, kasih sayang, dan kontribusi perempuan. kalau seks diposisikan sebagai “bayaran” untuk laki-laki, juga gak akan pernah ada angka yang cukup untuk mengukur seluruh kontribusi dan pengorbanan laki-laki dalam rumah tangga.
tapi ini berlaku dalam konteks orang yang udah akad. sebelum akad mah gak ada hak buat menuntut husband/wife privileges, apalagi merendahkan orang dengan sebutan “mokondo” atau “momekdo”, who are you anyway🤭 elu tuh stranger, bayangin masuk ke hidup orang terus nuntut ini-itu, sadar diri kek. kalau gak ikutin tnc malah bisa jadi dzolim ya
ternyata bener ya, kalau berdoa itu jangan sekedar sebut “semoga”
tapi sebut juga “Ya Allah tunjukkanlah, lancarkanlah, mudahkanlah, izinkanlah, dan jadikanlah.”
Allah tidak menjanjikan kita pasangan yang sempurna.
Karena pasangan bukan tentang menemukan seseorang yang tanpa kekurangan. Setiap manusia punya sisi baik dan buruk, kelebihan dan kekurangan.
Allah justru menjadikan pasangan sebagai bagian dari perjalanan hidup kita, tempat kita belajar tentang cinta, kesabaran, tanggung jawab, saling memahami, dan bagaimana menjadi hamba yang lebih baik.
lagi burnout, tapi nemu kalimat ini :
pertolongan Allah sering kali datang dipersimpangan terakhir, dititik yang paling kritis, jadi bertahanlah (Qs. At-Talaq : 3)
Ya Allah, jauhkanlah aku dari banyaknya fikiran yang melelahkan, dari rasa takut yang berlebihan, dari gelisah yang merampas damai dalam diriku.
Lunakkan hatiku, tenangkan jiwaku, dan berikanlah aku ketenangan hati serta kejernihan fikiran, agar aku bisa menjalani hari hariku dengan penuh keikhlasan