Ngomongin soal pandit pandut pandet. Kalo gue sih lebih seneng pandit yg fun hahahihi, penuh Guyon canda tawa dan bersendawa, seperti Mukti Entut El Metronome
Gak serius serius ngomongin taktikal. Toh kalo ngomongin taktikal kalian juga bisa bikin dream taktikal/formasi kalian sendiri kok tanpa harus denger narasi pundit.
Yakan bebas aja orang pengen tim kesayangannya main begini atau begitu, pake 3 bek, 4 bek atau gausah pake bek juga bebas, Merdeka. suka suka kita.
Gausah seolah olah; nih bener gue kan bagus pake 4 bek, yg satunya lagi; tapi open play nya 3 bek ππ€£
π₯ : sepikbola/vindes
aku gatau alasan aku mencintaimu
namun ketika ku melihat mu ada rasa nyaman
hinga ketika perasaan itu tak berbalik
semua rasa nyaman berubah menjadi kegelisahan
kenapa selalu ada pertanyaan yang membuat kita bertanya-tanya tentang pertanyaan yang seharusnya ga kita tanyakan tentang apa yang membuat kita bertanya-tanya.
ketika menanam pohon pasti ada harapan bahwa pohon ini akan tumbuh dengan cepat dan berbuah manis, namun ketika perjalanannya ternyata pohon tersebut lambat tumbuhnya dan belum tumbuh buahnya hanya daun-daun yang rimbum menutupi sekitar.
Hidup mengalir apa adanya aja gatau kedepannya mau gimana, skenario tuhan selalu menarik soalnya jadi yg penting jalanin ya sembari berdoa agar jalannya selalu diiringi kemudahan dan keberuntungan
#likalikuluka
Buat yang mau ikut ngurus negara dibanding ngurus selangkangan selebgram, ini ringkasan isunya:
1) PKS awalnya mau calonin Anies-Sohibul Iman, Jakarta "Aman". Elektabilitasnya paling tinggi. Problemnya: perlu threshold 20% biar bisa calonin gubernur. Jadi perlu cari partai koalisi biar cukup menuhinnya.
2) Partai koalisi awalnya rencananya sama kaya Pilpres Kemarin: PKB, PKS, dan Nasdem.
3) Koalisi Indonesia Maju (KIM) ngajakin PKB, PKS, dan Nasdem ke koalisi mereka. Kata berita:
a) NasDem dikasih ancaman kasus,
b) Cak Iminnya PKB diancam lengser via konflik PKB-PBNU,
c) PKS ditawari posisi, yang udah jelas adalah wakil gubernur.
4) PKS ngumumin calon mereka ganti jadi Ridwan Kamil - Suswono, dengan koalisi raksasa total 12 partai.
***
Berhenti dulu. Ada keributan lain
5) Di luar keributan partai, ada calon independen: Dharma Pongrekun - Kun Wardana. Mereka juga problematik:
a) Ngumpulin KTP-nya pakai data curian, bahkan sampai ada anaknya Anies diklaim dukung mereka,
b) Warga prottes, pencurian data-nya udah dilaporkan ke Polisi,
c) Polisi menghentikan kasus pencurian datanya, katanya ini wewenang Bawaslu karena urusan Pilkada,
d) Padahal pencurian data itu tindak pidana umum, mestinya Polisi dan Bawaslu dua-duanya bisa jalan.
6) KPU tetap menetapkan calon independen problematik ini.
***
Kembali ke lanjutan nomor 4:
7) Presiden reshuffle kabinet: Menkumham Yasonna (PDIP) dicopot. Ingat: PDI-P belum ngumumin calon mereka.
Mereka juga terganjal threshold 20%.
8) Mahkamah Konstitusi, membuat keputusan penting:
a) Membatalkan Perubahan Batas Usia calon kepala daerah yang kemarin ramai dari Mahkamah Agung.
b) Mengabulkan gugatan Partai Buruh dan Gelora: Threshold dari 20% jadi 7.5%
9) Implikasinya:
a) Beberapa partai lain (misal PDI-P dan PSI) bisa calonin sendiri tanpa perlu cari teman,
b) Kaesang gak bisa nyalon di Pilkada.
10) Presiden langsung panggil Menkumham baru, ingat dia udah bukan orang PDI-P, tapi orang baru. Entah mau ngapain.
***
Yang krusial:
11) Hari ini DPR bakal rapat RUU Pilkada. Agendanya bikin pembahasan, kalau bisa sampai keputusan, hari ini juga.
a) Diduga untuk menganulir putusan MK dengan bikin UU,
b) Deadline pendaftaran calon kepala daerah tinggal 9 hari kalender/7 hari kerja lagi, udah mepet.
***
Ada keributan separah dan sekompleks ini dan kalian malah ngurusin selangkangan orang.
Tadinya hanya kecewa tentang desain dan mencoba menerima setelah dipake buat main timnas cuman setelah dilihat lihat kelakuan desainer nya kek tai jadi makin eneg, namanya netizen ya cuman bisa menilai klo suru kita desain nti malah kebagusan desain lu kaga kepake #BoikotErspo