TANDA-TANDA KEANEHAN TUBUH YANG JANGAN DIABAIKAN
• Tangan gemetar → Gula darah rendah
• Selalu capek meski habis tidur → Sleep apnea (gangguan napas saat tidur)
• Mulut terasa pahit → Asam lambung naik (GERD)
• Sering mengantuk → Risiko anemia
• Mengorok saat tidur →Berat badan berlebih
• Kaki gelisah saat malam → Kekurangan zat besi
• Jari mati rasa → Saraf terjepit
• Telinga terasa berdetak → Tekanan darah tinggi
• Selalu haus → Risiko diabetes
• Ngidam makan es batu → Kekurangan zat besi
• Tangan selalu dingin → Gangguan tiroid
• Sering lupa kata → Stres / B12 rendah
• Melihat bayangan melayang → Perubahan pada mata
• Uban muncul dini → Kekurangan vitamin B
• Kram malam hari → Kekurangan magnesium
• Kulit kepala gatal → Infeksi jamur
• Kelopak mata berkedut → Ketidakseimbangan mineral
• Kuku mengelupas → Kekurangan zinc/seng
• Bibir kering dan pecah-pecah → Dehidrasi / kekurangan vitamin B2
• Sakit kepala →Gaji kekecilan
Ini namanya delayed response, bisa jadi tanda punya trauma. Respons ketika ada bahaya itu ada flight, fight, freeze, dan fawn. Biasanya yg freeze atau fawn, ada kemungkinan punya trauma di masa kecil. Kalau dia langsung balik attack, dia bisa nggak survive. Kebawa sampai dewasa
Fun fact
Inti dari kasus Nadiem adalah jaksa menganggap pengadaan Chromebook terlalu mahal dan tidak diperlukan
Padahal kalau kita bandingkan dengan IKN dan MBG
Chromebook vs MBG
• Kerugian kasus Chromebook 2,1 T (total)
• Pengeluaran untuk MBG 1,2 T/hari
Chromebook vs IKN
• 97% Chromebook udah digunakan pelajar
• IKN malah jadi tempat piknik keluarga bukan jadi ibu kota
Guys, ada momen di podcast Curhat Bang Denny Sumargo yang menurut gue paling menggetarkan dan paling menyentuh yang pernah gue dengar dari siapapun yang keluarganya terjerat kasus hukum.
Franka Makarim
istri Nadiem bicara untuk pertama kalinya
di depan kamera.
Dan cara dia bicara menurut gue jauh lebih keras dari tuntutan 27 tahun yang dilempar ke suaminya.
Satu fakta yang perlu diingat dulu sebelum membaca ini:
Nadiem Makarim adalah lulusan Harvard.
CEO startup termuda yang pernah masuk daftar paling berpengaruh di Asia Tenggara.
Meninggalkan semua itu untuk jadi menteri.
Dan berdasarkan catatan pajak pribadinya hartanya tidak bertambah selama menjabat.
Justru berkurang.
PPATK sudah memeriksa.
Tidak ada aliran dana ke Nadiem dari siapapun.
Dari vendor, dari Google, dari PT manapun. Nol.
Tapi dia masih ditahan 8 bulan.
Dituntut 27 tahun. Dengan uang pengganti Rp5,6 triliun yang diambil dari nilai IPO Gojek di SPT pajak bukan dari uang yang pernah dia terima.
Dan di tengah semua itu Franka pasang badan:
Franka bukan tipe orang yang sering muncul di publik.
Selama hampir satu tahun dia diam.
Menjaga empat anak.
Hadir di setiap sidang.
Menemani dari kejauhan.
Dan ketika dia akhirnya bicara yang pertama dia katakan bukan pembelaan.
Tapi pertanyaan:
"Jadi kejahatan suami saya apa?"
Yang paling miris momen anak-anak yang tidak mengerti:
Franka cerita soal putrinya yang berumur lima tahun.
Satu hari setelah jam kunjungan habis
anaknya berdiri di pojok lobi, menangis, dan bertanya:
"Kenapa Siera enggak bisa nginep di sini sama Dada?
Emang Dada enggak punya tempat tidur di situ?"
Dia tidak mengerti kenapa ayahnya
harus tinggal di sana.
Dia pikir ayahnya hanya menginap saja.
Dan Franka tidak bisa menjelaskan kenapa.
Karena memang tidak ada penjelasan yang masuk akal untuk anak usia lima tahun soal mengapa seorang ayah ditahan untuk sesuatu yang tidak pernah bisa dibuktikan.
Yang paling mengena dari seluruh obrolan ini:
Franka ditanya:
seberapa jujur Nadiem di matanya
dalam skala 1 sampai 10?
Jawabannya: 10.
Tidak ada bohong satu pun.
Dan dia kasih bukti yang sangat konkret:
Nadiem selama 20 tahun
hanya punya satu nomor HP.
Tidak pernah ganti.
Tidak ada yang perlu disembunyikan.
"Siapapun bisa lihat.
Anak buahnya bisa buka.
Istrinya bisa buka.
Everybody can access that."
Fakta persidangan yang perlu diketahui publik:
Pertama — grup WA yang disebut berulang kali sebelum penangkapan sebagai bukti perencanaan korupsi? Tidak pernah masuk ke dakwaan.
Tidak ada.
Kedua — Nadiem hanya hadir satu kali rapat sebelum pengadaan.
Dan yang dia bilang hanya: "
Teruskan." Dia tidak menandatangani persetujuan pembelian apapun.
Ketiga — 800 miliar yang dituduhkan masuk ke Nadiem?
Di persidangan dibuktikan itu adalah transaksi internal antar PT di dalam GOTO untuk persiapan IPO masuk dan keluar di hari yang sama.
Bank statement dari Citibank menunjukkan nol aliran ke individu manapun.
Keempat — harga Chromebook yang dituduh kemahalan?
Vendor, reseller, dan distributor semua bersaksi bahwa harga yang dinilai wajar oleh BPKP dalam audit adalah harga yang akan membuat mereka rugi kalau dijual di angka itu.
Artinya harga pengadaan sebenarnya sudah kompetitif.
Kelima — petinggi Google dari seluruh dunia bersaksi secara online selama 11 jam.
Sukarela.
Membantah seluruh tuduhan kongkalikong yang ada di dakwaan.
Yang paling tidak adil dari seluruh proses ini:
Jaksa menghadirkan 55 saksi dengan 7 ahli selama 3,5 bulan.
Tim Nadiem baru mulai pembelaan satu minggu lalu proses tiba-tiba mau dihentikan dan langsung masuk tuntutan.
Franka bertanya dengan sangat tenang tapi sangat keras:
"Apakah sebagai orang yang dituduhkan, yang hidupnya diambil dan ditangkap sebelum terbukti — kok tidak mendapatkan kesempatan yang sama?"
Ada orang yang meninggalkan posisi luar biasa di sektor swasta untuk melayani negara.
Hartanya berkurang selama menjabat.
Tidak ada satu sen pun aliran dana yang bisa dibuktikan masuk ke rekeningnya. Saksi-saksi di persidangan membantah tuduhan satu per satu.
Perusahaan teknologi global dari seluruh dunia rela bersaksi 11 jam untuk meluruskan faktanya.
Tapi dia masih dituntut 27 tahun.
Dan istrinya sekarang harus menjawab pertanyaan anak berumur lima tahun:
kenapa Dada tidak bisa pulang?
Kalau sistem hukum kita tidak bisa menjawab pertanyaan itu dengan jawaban yang jujur maka yang sedang kita saksikan bukan penegakan hukum.
Itu adalah sesuatu yang jauh lebih berbahaya dari korupsi yang dituduhkan.
Nasib +62 seminggu terakhir :
- Putusan MK : Jakarta tetep ibu kota, gak jadi IKN
- Sambo Kuliah S2 di lapas
- Nadiem divonis 18 + 9 tahun
- Ibam divonis 4 tahun
- Andrie Yunus gak sopan dan ber etika, makanya disiram air keras
- Nonton Film Dokumenter dilarang
- Lembaga tinggi negara bikin cerdas cermat aja, juri nya blunder
Ada yg mau nambahin?
18 tahun. Itu tuntutan jaksa buat seseorang yang udah ngabisin waktu bertahun-tahun mencoba memajukan negara ini. Terlepas dari kamu setuju atau gak sama pandangan politiknya, coba deh renungin baik-baik angka itu.
Ini bukan kejadian yang pertama kali. Indonesia itu punya pola yang diam-diam menghancurkan: orang-orang pinter, kompeten, dan punya niat tulus masuk ke pemerintahan, tapi ujung-ujungnya malah dihancurin sama sistem. Gak selalu karena mereka bersalah, tapi seringnya cuma karena kehadiran mereka "dianggap mengganggu".
Tapi anehnya, kita terus-terusan nyuruh anak-anak muda terbaik kita: "Masuk dong ke pemerintahan. Mengabdi dong buat negara. Bawa perubahan."
Siapa juga yang mau kalau mereka ngelihat langsung kejadian kayak gini di depan mata?
Siapa pun dalang di balik semua ini, mereka sama sekali gak lagi ngelindungin Indonesia. Mereka justru lagi ngajarin satu generasi orang-orang berbakat kalau jalan paling aman itu ya mending diam aja. Atau sekalian pergi ke luar negeri.
Buat yang suka nyinyir, "Ya udah, pergi aja sana!", tolong berhenti nutupin ego kalian dari kenyataan. Banyak kok orang Indonesia yang super cerdas dan bener-bener cinta sama negara ini. Mereka tetap stay di sini. Mereka ngebangun sesuatu. Mereka nyari cara lain buat berkontribusi di luar pemerintahan, karena masuk ke dalam sistemnya itu terlalu bahaya.
Tapi ini realita yang lebih pahit: sehebat apa pun startup, kreator, atau inovator kita di kancah dunia, KALAU pemerintahnya tetap korup dan gila kuasa, KALAU aturannya gak ngelindungin rakyat atau gak ngasih ruang buat industri berkembang dengan sehat, terus kita sebagai masyarakat bisa berharap apa?
Ini momen yang sedih banget buat Indonesia. Bukan cuma karena ada satu orang yang lagi diadili, tapi karena pesan yang ditangkap sama semua orang pintar dan idealis yang lagi ngelihatin kasus ini: bahwa negara ini sepertinya belum siap buat ngelindungin orang-orang yang berani membawa perubahan.
🗣️: "Perempuan itu ibarat bunga, semakin tua
semakin layu. Kalau sudah layu siapa yang mau?"
Maaf, tidak semua perempuan adalah bunga.
Sebagian dari kami adalah pohon jati.
Semakin tua semakin mantep🙏🏻
Menarik melihat langkah SMAN 1 Pontianak. Secara komunikasi publik, mereka sedang melakukan 'Moral High Ground'. Mereka menolak narasi 'ulang lomba' yang justru berisiko merusak mental siswa dan sportivitas. Mereka tidak menyerang MPR, tapi mengunci argumen pada transparansi poin. Sebuah contoh manajemen krisis yang sangat dewasa di level sekolah menengah. Pendidikan bukan cuma soal menang, tapi soal kejujuran sistem
💚 Tolong ramein ini warga twitter. Ini LCC4 pilar kalimantan barat. Konteks tim C sudah menjawab pertanyaan terlebih dahulu tapi dianggap salah sama juri, alhasil dilempar ke tim lain yaitu tim B, jawaban tim B sama kayak tim C tapi dibenarkan juri 😂
Yang paling bikin aku kaget adalah ketika MC Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI 2026 bilang
"mohon diterima ya adek"
"Mungkin perasaan adek saja"
Baru sekali ini aku denger MC bilang ginian,
Padahal MC juga bisa menyampaikan kalau jawabannya tim C sama B persis. Atau minimal nawarin buat dicek tayangan ulangnya.
Kalau semisal artikulasi kurang jelas, harusnya juri minta pesertanya mengulangi lagi jawabannya, bukan malah bilang...
"Artikulasi kurang jelas"
"Tidak ada kata DPD nya"
"nilai dikurangi 5 poin"
Udah paling bener nih solusi buat ngurangin belanja pegawai di daerah. Pindahkan semua JFT Esensial seperti Nakes dan Guru ke pusat, selain karena program dasar, juga karena proporsinya yang sangat banyak.
Apalagi kayak di Puskesmas, itu programnya pure dari Kemenkes semua tp yang nanggung APBD, jadi wajar kalau ada kesenjangan kinerja 😌
Pelayanan Kesehatan di Puskesmas yang banyak orang kira gratis/ditanggung BPJS, padahal berbayar:
• Surat Keterangan Sehat (SKS)
SKS atas permintaan sendiri atau kebutuhan syarat untuk sekolah, kerja, SIM, nikah, dll biasanya dikenakan tarif retribusi.
• Sunat/sirkumsisi
Jika sunat dilakukan karena alasan agama/adat, maka tidak dapat ditanggung BPJS.
• Tes Kesehatan Tertentu
Misalnya tes narkoba, tes buta warna, atau pemeriksaan untuk syarat kerja/sekolah.
• Pemeriksaan Laboratorium Non-Indikasi Medis
Contoh: cek kolesterol/gula darah “sekadar ingin tahu” tanpa indikasi dokter. Tapi biasanya ini masuk dalam CKG sehingga bisa juga gratis.
• Tambal Gigi Estetik Tertentu
Kalau sifatnya buat kosmetik maka bisa jadi berbayar, namun jika ada indikasi medis dapat ditanggung BPJS.
• Scaling Karang Gigi
Ditanggung BPJS, tapi umumnya terbatas berdasarkan indikasi medis dan periode tertentu. Kalau hanya ingin “bersihin gigi rutin”, bisa dikenakan biaya.
• Kacamata atau alat kesehatan tertentu
Tidak langsung gratis dari puskesmas. Ada prosedur rujukan dan batas plafon BPJS.
• Rawat Luka Akibat Tindakan Estetika/Tindik/Tato
Komplikasi akibat tato/tindik/prosedur estetika tidak selalu otomatis ditanggung BPJS.
• Vaksin Non-Program Pemerintah
Misalnya vaksin untuk perjalanan luar negeri atau vaksin HPV untuk dewasa (tapi ini juga belum ada sih di Puskesmas).
• Fotokopi/Administrasi Tambahan
Di beberapa daerah masih ada biaya administrasi kecil sesuai perda.
• Kecelakaan Lalu Lintas
Penjamin utamanya adalah jasa raharja. BPJS bisa digunakan setelah skema penjamin utama selesai atau bila ada layanan tertentu yang tidak ditanggung penjamin kecelakaan.
Jadi jangan ngamuk duluan kalau tiba-tiba dikenakan pembayaran. Tapi balik lagi ke Perda masing-masing sih 😊
Setuju banget sama Raditya Dika:
“Kita tidak sepenting itu untuk orang lain. Berhenti memikirkan hal yang di luar kuasa kita. Pendapat orang soal kita itu di luar kuasa kita, nggak usah dipikirin.”
Jadi, lakuin apa yang kamu suka karena yang ngejalanin hidup itu kamu ✨