Kalaulah kita tau, betapa cepatnya kita dilupakan setelah mati. Tidak akan pernah kita mati-matian beramal untuk manusia yang pasti melupakan kita secara cepat. (Ustad @oemar_mita )
@aammuhammad_ Ini jadi bagian horornya
Mungkin saat kita hidup seakan dibutuhkan org bnyak
Pdhal sbnernya saat kita mati hanya beberapa saat mereka sedih tapi akhirnya waktu berjalan biasa saja
Bos kita akan dpet karyawan baru.
Dan syukur2 keluarga kita bisa terus mendoakan kita
Temen gue minjem duit Rp 500 juta. Jaminannya sertifikat rumah asli senilai Rp 700 juta. Janji 10 bulan balik.
Gue: "Aman lah ya, sertifikat asli di tangan gue." Pas jatuh tempo lewat 2 bulan, bisnisnya bangkrut, duitnya amsyong.
Gue: "Gue sita ya rumah lo." Dia ngakak: "Sita aja bro kalau bisa. Megang sertifikat asli gak bikin lo bisa milikin rumah gue."
Gue langsung lemes.
KESALAHAN 90% ORANG: NYAMAIN "PEGANG SERTIFIKAT ASLI" = OTOMATIS AMAN
Banyak orang mikir, kalau sertifikat rumah debitur udah di tangan, kita udah jadi "raja" yang bisa usir dia kapan aja kalau macet. Ini blunder fatal.
Di mata hukum, pegang sertifikat doang tanpa eksekusi yang sah itu cuma modal megang kertas mahal. Surat lamaran sita lo bakal masuk tong sampah pengadilan.
RAHASIA 1: PEGANG SERTIFIKAT TANPA APHT = AMPAS
Temen gue pinter memanfaatkan celah hukum, sedangkan gue cuma modal percaya.
Harusnya pas pinjemin duit Rp500 juta, gue gak cuma ambil sertifikatnya. Tapi wajib bawa dia ke Notaris/PPAT buat bikin APHT (Akta Pemberian Hak Tanggungan).
APHT itu lalu didaftarin ke BPN sampai terbit Sertifikat Hak Tanggungan. Di situ baru ada titel eksekutorial "Demi Keadilan Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa".
FUNGSI HAK TANGGUNGAN: JALUR CEPAT SITA JAMINAN
Kalau ada APHT dan Sertifikat Hak Tanggungan, posisi gue aman sebagai Kreditur Preferen (diutamakan).
Begitu dia nunggak bayar (wanprestasi), gue punya hak:
1.Langsung jual objek jaminan lewat lelang KPKNL.
2.Gak perlu izin dia lagi, gak perlu nunggu sidang perdata yang tahunan.
Tanpa APHT? Sertifikat aslinya cuma jadi pajangan lemari. Lo gak bisa apa-apain.
RAHASIA 2: JEBAKAN BATMAN TANPA PERJANJIAN TERTULIS
Udah jatuh tertimpa tangga. Pas gue ancam mau gugat perdata ke pengadilan, dia malah nantang.
Temen: "Gugat aja, Bro. Emang lo punya bukti apa kalau gue ngutang?" Gue: "Kan gue ada bukti transfer Rp500 juta!"
Temen: "Gue tinggal bilang di sidang kalau duit itu modal investasi bisnis bareng. Lo investornya, bukan utang. Kalau bisnis rugi, ya tanggung bareng. Lo punya bukti chat atau kontrak utang?" Gue: Zonk.
KASUS UTANG TANPA KONTRAK = BUNUH DIRI FINANSIAL
Bukti transfer doang GAK CUKUP buat buktiin itu transaksi utang-piutang. Di pengadilan, argumen "modal usaha" atau "pemberian" sering dipakai debitur nakal buat ngeles.
Apalagi kalau gak ada surat perjanjian utang (SPH) di bawah tangan maupun notariil.
Niatnya mau baik bantuin temen, malah habis duit puluhan juta buat bayar pengacara dan waktu habis di sidang yang gak jelas ujungnya.
RAHASIA 3: ATURAN MAIN UTANG PIUTANG AMAN
Biar lo gak zonk kayak gue, ini pola aman kalau mau pinjemin duit jumlah besar pakai jaminan properti:
1.Wajib bikin Perjanjian Pokok (Perjanjian Utang Piutang).
2.Wajib bikin Perjanjian Aksesoir (Pengikatan Jaminan lewat APHT).
3.Urus semua di depan Notaris/PPAT yang sah.
Jangan pernah transaksi di bawah tangan cuma modal "enggak enakan" sama temen.
SIKAP DI INTERVIEW: CARA JAWAB SOAL RISK MANAGEMENT
Kasus ginian sering keluar di interview user bank/BUMN bagian legal atau risk analis.
User: "Bagaimana mitigasi risiko kredit macet dengan jaminan properti?" Jawaban gagal: "Saya pegang sertifikat aslinya, Pak, biar aman."
Jawaban cerdas: "Melakukan pengikatan Hak Tanggungan (APHT) hingga terbit Sertifikat HT dari BPN untuk mendapatkan hak eksekutorial langsung tanpa jalur gugatan perdata biasa."
KENAPA JASA NOTARIS MAHAL? KARENA MEREKA JUAL AMAN
Banyak orang pelit bayar biaya Notaris/PPAT pas utang piutang karena merasa kemahalan.
"Ah, masa bikin akta sama daftarin jaminan habis jutaan rupiah?" Akhirnya milih jalur bawah tangan. Begitu macet, rugi Rp500 juta.
Biaya notaris itu adalah premi asuransi hukum lo. Bayar mahal di awal, aman di akhir. Jangan pelit buat legalitas bisnis.
SKILL LEGAL YANG WAJIB DIKUASAI DI DUNIA KERJA:
Kalau lo mau masuk perbankan, BUMN, atau korporat, kuasai ini:
1.Hukum Jaminan: Paham beda Hak Tanggungan (properti) vs Fidusial (kendaraan/benda bergerak).
2.Drafting Kontrak: Bisa bikin klausul wanprestasi yang mengunci ruang gerak debitur nakal.
3.Litigasi Dasar: Paham alur gugatan sederhana (Small Claim Court) buat utang di bawah Rp500 juta.
Punya skill ini, lo bakal dicari banyak perusahaan.
KALIMAT SI TEMEN NAKAL YANG BIKIN GUE SADAR:
"Hukum itu gak melindungi orang yang naif. Hukum itu melindungi orang yang tertib administrasi."
Artinya: Di hadapan hukum, niat baik lo itu gak bernilai kalau gak ditulis di atas kertas bermeterai dan didaftarkan ke negara.
Stop pinjemin duit modal percaya. Mulai tanya: "Gimana legalitas pengikatan jaminannya?"
cc : ngoprekbareng2
Kenapa pemerintah perlu bikin demo settingan?
Karena di era media sosial, citra itu penting.
Pemerintah mau nunjukin: "Lihat, rakyat dukung kami!"
Tapi kalo dukungannya asli — kenapa harus difasilitasi? Kenapa gak datang sendiri?
Jawabannya: karena demo asli itu biasanya KRITIS. Kalo rakyat beneran puas — mereka diem di rumah, gak perlu demo.
Yang turun ke jalan atas kemauan sendiri: MAHASISWA yang protes MBG, BURUH yang demo UU Ciptaker, PETANI yang demo pupuk.
Yang turun ke jalan karena diorganisir: buzzer.
Dan tanda paling jelas: kalo aparat jagain dengan ramah — itu settingan. Kalo aparat bubarin dengan keras — itu asli. 🩸
HP temen gue hilang. Besoknya syok berat, tagihan Paylater Rp12 juta dari transaksi yang gak pernah dia lakuin.
Aplikasinya dengan enteng bilang, "Pelaku masuk pakai PIN asli, berarti kelalaian user."
Temen gue sampai depresi. Gue langsung turun tangan.
3 hari kemudian, tagihan itu resmi jadi Rp0. Total biaya jadi Rp0.
Ini yang gue lakuin:
Bukan nyari HP lewat GPS. Prioritas utama adalah, amankan semua akun finansial dari perangkat lain. Login dari device cadangan, force logout semua sesi aktif. Terus telpon operator, blokir SIM card sementara. Ini krusial biar pelaku gak bisa terima OTP via SMS.
Yang paling penting dan kebanyakan orang gak tahu yaitu, minta log IP address + Device ID dari semua transaksi. Email resmi ke CS, minta data lengkap. Ini bukti kuat kalau transaksi dilakuin dari perangkat dan lokasi yang BEDA dari lo.
Buat laporan polisi (STPL). Banyak orang males ke polisi, padahal ini bukti hukum resmi bahwa lo korban, bukan pelaku yang pura-pura hilang.
Kirim surat sanggahan resmi via EMAIL, bukan chat CS biasa. Lampirkan kronologi, foto STPL, permintaan pembekuan tagihan selama investigasi. Chat CS gampang diabaikan, email formal punya kekuatan hukum.
Mereka masih nolak? Lapor OJK. https://t.co/vDQmTDwwDW atau telpon 157. OJK punya wewenang penuh buat nindak platform yang abai perlindungan konsumen. Begitu laporan OJK masuk, respons mereka biasanya berubah 180 derajat.
Alasan "PIN asli = kelalaian user" itu gak valid secara hukum. POJK 6/2022 bilang perusahaan WAJIB punya verifikasi berlapis untuk transaksi tak wajar. Kalo sistem mereka gak bedain pemilik asli vs pelaku, itu kegagalan MEREKA.
Hasilnya, hari 1 laporan polisi + sanggahan. Hari 2 eskalasi OJK. Hari 3 tagihan Rp12 juta DIHAPUS jadi Rp0.
Btw, stop nyatet PIN di Notes HP lo.
“Selamat datang teman teman Esa Unggul!”
Denger gitu aja gua merinding..
Harapan kami pada manusia memang hanya tinggal kepada mahasiswa ✊🏻
Bakal sampe malem ini kayaknya.. Hati-hati ya, kenali kawan kalian, lihat kanan kiri, jgn terprovokasi
MENANG 🔥
Pantauan CCTV langsung dari gedung DPR RI, tampak Massa mahasiswa yang berada di depan Gedung DPR RI saat ini berasal dari Universitas Trisakti, Universitas Esa Unggul, Universitas Mercu Buana, dan organisasi PB HMI MPO dll
Seorang emak-emak muncul berteriak saat mahasiswa sedang mengadakan aksi :
"Rakyat tidak butuh MBG, MBG racun bagi anak-anak.. rakyat butuh perlindungan, pendidikan gratis, sandang pangan murah, kesejahteraan bagi anak cucu kami !! "
PENJARA PERTAMA: BELANDA
Tanggal 22 Juli 1947, Pramoedya ditangkap marinir Belanda karena menyimpan dokumen gerakan bawah tanah menentang Belanda.
Dipenjarakan tanpa diadili di penjara Bukit Duri sampai tahun 1949.
Tapi yang terjadi di balik jeruji itu mengejutkan semua orang.
Di balik jeruji besi itulah, dua roman pertamanya ,Perburuan dan Keluarga Gerilya , ditulis.
Belanda memenjarakan tubuhnya.
Tapi tidak bisa memenjarakan pikirannya.
Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan sholat. Sesungguhnya (sholat) itu benar-benar berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk. (QS. Al-Baqarah: 45)
Jangan lupa sholat
Dulu pas SMA, aku tinggal di rumah kakek nenekku. Kakekku almarhum meninggal di usia 100an tahun. Nenekku meninggal 90an juga. Salah satu yang membentuk kepribadianku adalah mereka berdua.
Rumah kakekku sebelah dengan masjid. Beliau salah satu khotib Jumat dimasjid itu. Dan setiap menjadi khotib, selalu materinya tentang sholat. Tidak pernah yang lain.
Dan setiap menasehatiku, selalu berpesan jangan lupa sholat.
Mungking kalau tidak melihat langsung kehidupan beliau, aku tidak akan begitu saja mengikuti pesannya. Tapi yang kulihat langsung adalah contoh hidup, beliau selalu sholat tepat waktu, rajin sholat dhuha dan tahajjud. Dan kupikir keberkahannya dari situ, dari sholatnya.
Tapi disamping itu beliau juga baik ke nenekku, masih sering bercengkrama seperti anak muda sedang asik bermesraan, mengerjakan pekerjaan rumah, bahkan sering memasak. Berbicara selalu baik, seperti memanggilku dengan sebutan kesayangan. Kehidupannya menurutku berkah sekali. Anak-anaknya banyak sampai 12 orang tapi jadi orang baik semua, bahkan kebaikannya mungkin turun ke cucu-cucunya (kayak aku amiiin). Nenekku juga sama, malahan setiap hari kuliat hanya tidur beberapa jam, mulai jam 12 malam sudah bangun buat sholat tahajjud sampai pagi. Ricauannya sampai hafal beberapa surat yang menurutku cukup panjang karena sering membacanya saja setiap hari. Dan setiap jam 4 pagi, aku selalu dibangunin mereka buat sholat dengan kalimat yang sangat lembut.
Dan itu semua menurutku adalah cerminan sholat mereka yang baik.
Sesibuk dan seruwet apapun duniamu, mintalah pertolongan Allah dengan sabar dan sholat.
📷Musholla Bandara
@ardisatriawan waktu mereka joget2 ngetawainguru honorer danmatiin penghasilan penjual jajan di sekitar sekolah, apa mereka kasian? kan enggak. sorry to say, kebijakan ini emang didesain utk saling bunuh antar warga kok.
MBG ini lama-lama menyayat hati. Mau sampe ada yg meninggal atau gimana ya? Masa harus ada demo besar lagi biar didengar dan tiba-tiba kunjungan-kunjungan
Dalam hujan sore ini, di hari Jum'at Demi Allah SWT... sakit hati baca beritanya doang. Coba yg keracunan keturunan kalian
Baru beres nonton video ini di yt.
Dan saya tersadarkan kalo menjamurnya org yg jualan seblak, cilok, gorengan dan pedagang olahan tepung lainnya di jalanan bukanlah tanda kebangkitan ekonomi rakyat, tpi sinyal keputusasaan (necessity entrepreneurship) untuk menutupi status pengangguran.
Setidaknya ada 6 poin yg saya dapati :
• Jebakan low barrier to entry: Bisnis olahan tepung dipilih cuma krn modalnya murah dan gk butuh keahlian khusus.
Dampaknya, terjadi ledakan keseragaman yg memicu kanibalisme ekonomi (sesama pedagang kecil saling mematikan di radius beberapa meter saja)
• Romantisasi penderitaan oleh negara: Narasi "UMKM Pahlawan Ekonomi" dikritik sebagai alat politik agar negara bisa lepas tangan dari kewajiban menyediakan lapangan kerja formal dan jaring pengaman sosial.
• Paradoks data pengangguran: Angka pengangguran resmi terlihat turun, tpi pekerja sektor informal melonjak smpe 60%. Ini adalah fenomena pengangguran terselubung, tercatat bekerja, tapi pendapatan minim dan gk menentu.
• Perang Harga vs Hancurnya Daya Beli: Di tengah inflasi dan turunnya kasta kelas menengah, merek bukan lagi faktor penting. Pedagang terpaksa memotong margin keuntungan demi mempertahankan konsumen yg sensitif harga.
• Ironi "Negara Tepung" yg 100% Impor: Indonesia menopang jutaan pedagang kecil dari komoditas yg gak bisa tumbuh di tanah sendiri. Ketergantungan impor gandum yg mutlak membuat nasib pedagang cilok di jalanan sangat rentan terhadap konflik geopolitik dunia dan kurs Dolar.
• Model bisnis ini udah di titik jenuh. Para pedagang seperti berjalan di tempat, bekerja keras 12 jam sehari menghirup asap jalanan, tetapi posisi finansialnya gk bergeser maju sama sekali.
Source : https://t.co/YnzpIZpO3L
Melihat video bagaimana menstruasi terjadi ini harusnya bisa membuat kita lebih menghargai perempuan.
Menstruasi bukan “cuma keluar darah”.
Bagi jutaan perempuan di dunia, termasuk di Indonesia, setiap bulan adalah perjuangan dengan berbagai keluhan seperti kram perut, punggung pegal, kepala pusing, payudara nyeri, hingga mood berantakan karena hormon. Bahkan pada perempuan dengan endometriosis, mioma, atau PCOS, nyeri dan perdarahan menstruasinya bisa lebih berat.
Untuk para perempuan, kalian hebat banget!
Kalian tetap bangun pagi, tetap kerja, tetap tersenyum, tetap mengurus keluarga, meski di dalam tubuh sedang “perang”.
Terima kasih karena telah kuat.
Gue baru nemu kisah paling gila soal 'perjanjian' manusia sama Tuhan. Dr. Laurence Brown, seorang dokter spesialis mata di Amerika yang dulunya atheist garis keras, terpaksa berlutut di ruang doa karena nyawa anaknya di ujung tanduk.
Tahun 1990, putrinya yang bernama Hannah lahir dengan kelainan jantung bawaan yang parah banget. Tubuhnya membiru, oksigen drop, dan tim medis udah angkat tangan, divonis nggak ada harapan hidup sama sekali.
Pas udah hancur lebur, Dr. Laurence lari ke Prayer Room rumah sakit. Di sana, dokter yang seumur hidup cuma percaya data lab ini tiba-tiba berlutut dan bikin janji
"Kalau anak gue selamat, gue bakal cari agama yang paling bener dan mengabdi ke Tuhan."
Cuma butuh waktu 15 menit, pas dia balik ke ruangan, anaknya tiba-tiba membaik secara medis tanpa operasi. Dokter lain sampe bingung itu gimana ceritanya karena secara logika medis harusnya mustahil.
Tapi yang bikin gue respek, dia nggak lupa sama janjinya. Dia nggak langsung mualaf karena emosi sesaat. Dia riset bertahun-tahun, bedah semua agama pake logika dokternya, sampe akhirnya dia nemu jawaban paling logis di Al-Qur'an.
Ternyata pilihannya ini mahal banget harganya. Pas dia mutusin mualaf, dunianya langsung jungkir balik. Dia bahkan harus rela "dicampakkan" sama istrinya yang dulu karena beda prinsip. Bayangin, harus kehilangan keluarga demi sebuah keyakinan.
Fast forward ke sekarang, Dr. Laurence masih aktif sebagai dokter dan pembicara. Dia udah nemu kebahagiaan lagi dengan keluarga barunya. Bukti kalau ngelepas sesuatu demi prinsip itu bakal diganti sama yang lebih baik.
Pelajaran penting, Kadang titik balik hidup itu emang harus lewat kejadian yang di luar nalar. Dr. Laurence buktiin kalau iman dan logika itu bisa jalan barengan. What a journey!