Lagi, lagi dan lagi closing statement yang tepat sasaran dari wakil ketua BEM UI Fatimah Azzahra persis berdiri dan berbicara disamping orang dekat presiden. ❤️✊☺️
Semoga yang baca ini, diberi jalan keluar, untuk masalah kecil maupun besar ruwet sulit. Yang sepertinya sudah mentok. Diberi secercah cahaya. Untuk bisa diselesaikan. Amin.
🚨 The full TikTok edit which the players ‘love’ has been ‘blowing up in the dressing room’, after it was played on the big screen in training today, per @AFCAMDEN. ❤️📲
Di bidang astronomi, jarak yg sangat jauh diukur dgn satuan “tahun cahaya”
Di Indonesia ada satuan baru dlm perhitungan harga/biaya yg sangat mahal, yaitu “hari MBG”
* Anggaran beasiswa LPDP: 5 hari MBG
* Subsidi BPJS Kes: 40 hari MBG
* Biaya pembangunan Whoosh: 94 hari MBG
😁
Di depan Dewan Hak Asasi Manusia PBB (yg dikepalai oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk PBB, Sidharto Reza Suryodipuro) di Jenewa, anggota parlemen Hong Kong Dominic Lee membuat pernyataan mengejutkan:
"Barat berbicara tentang hak asasi manusia, tetapi membiarkan Israel lolos dari tindakan genosida."
"Darah orang Palestina dan Iran ada di tangan mereka."
"Kredensial moral apa yang dimiliki Amerika? Sebuah negara yang diperintah oleh pengikut Epstein!"
Pernyataan ini tidak mengejutkan. Justru yg mengejutkan adalah di manakah anggota parlemen dan atau perwakilan dari negara berpenduduk mayoritas Muslim lainnya? Adakah bersuara 'keras' yg sama? Kenapa harus Hongkong? Kenapa harus Spanyol, Afrika Selatan, dan atau negara yg bahkan tak punya ikatan 'saudara' dalam iman dan keyakinan?
Mbak Nana disangka gabaca "rezim change, color revolution" oleh Presiden.
Dibales sama Mbak Nana "apakah bapak tidak membaca kritikan kritikan baik yang dilontarkan oleh yang bapak sebutkan"
Eh jawabannya normatif🤣
Kemudian coba tonton di pertengan sampai akhir, semakin menguat bahwa laporan bawahan Presiden kurang akurat, sampai didebat sama Mbak Nana😅