Astri Kusumawardani melayangkan somasi ke klinik di BSD, Tangerang Selatan, usai kucing Sphynx-nya yang dititip mati. Insiden itu pun berujung panjang hingga somasi dilayangkan.
Pada 7 Maret 2026 pukul 3 pagi, Astri menyebut kucingnya, Noci, yang sedang hamil terlihat mengalami pendarahan. Dia kemudian membawanya ke klinik tersebut, yang dipilih karena ia dan suami melihat rating tempat tersebut tinggi di situs pencarian. Noci pun melahirkan. Total ada lima anak kucing keluar dari rahimnya.
Namun, ia menuding klinik asal-asalan saat USH sehingga anak Noci disebut 5, padahal ada 6, sehingga anak terakhir tertinggal di rahim. Astri pun sebut, ada satu anak kucing mati karena tertindih induknya karena kurang pengawasan.
Selain itu soal minim pengetahuan soal ras Sphynx yang unik. Menurut dia, darah pasca-lahiran dibiarkan dengan instruksi "biarkan induk menjilat". Hal itu, ujar Astri, malah memicu bisul dan nanah.
Atas kejadian itu, Astri menuntut permintaan maaf dari klinik dan ganti rugi Rp 200 juta. Menanggapi ini, klinik tegas membantah. Menurut klinik, semua perkembangan Noci sudah dinformasikan. Klinik juga menyebut tuduhan Astri asumtif dan tak sesuai fakta medik.
📸: Dok. Shutterstock/Ilustrasi, kumparan/Ilustrasi..
Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play.
📝: newsupdate | update | news | videonews | R120 | E018 | V175
#bicarafaktalewatberita #kumparan