Woi raffi ahmad, mending lu buka lapangan kerja kaya aldi taher dah. Inget Tuhan lu ga butuh harta lu buat bukain lu pintu surga. (Maaf sok agamis, udh hopeless parah)
Fyi, argumen para pecinta LGBT itu lucu² dan rapuh banget.
Pernikahan laki-laki & perempuan itu bukan patriarki, justru sistem yang paling adil dan natural sesuai fitrah manusia.
Suami bertanggung jawab penuh sebagai qawwam (pemimpin & penanggung jawab): mencari nafkah, melindungi, membiayai istri & anak. Sedangkan istri punya peran mulia mengurus rumah tangga & mendidik anak, tapi bukan budak.
Istri tetap boleh bekerja, punya harta sendiri, dan suami wajib memperlakukannya dengan baik (mu'asyarah bil ma'ruf). Bahkan nafkah lahir batin tetap jadi kewajiban suami, meski istri kaya.
Sekarang bandingkan dengan pasangan sesama jenis yang mereka puji:
- Tidak ada pembagian peran alami → seringnya malah timbul kompetisi ego, dominasi fisik/emosional, atau "siapa yang jadi laki-laki" (top/bottom) yang justru meniru pola heteroseksual tapi dipelintir.
- Tidak ada fitrah reproduksi & pewarisan keturunan yang sah.
- Statistik dunia (bahkan di negara Barat yang super liberal) menunjukkan hubungan sesama jenis cenderung lebih pendek, tingkat kekerasan & perselingkuhan lebih tinggi, dan anak yang dibesarkan di lingkungan itu punya risiko psikologis lebih besar.
So, nikah yang bener, ya guys. Jangan ikut-ikutan narasi yang rusak fitrah. 🔥
"pejabat minta dana anggaran 5T?"
prabowo: "saya kasih 10T!"
"rakyat mengeluh soal deforestasi"
prabowo: "sawit juga pohon!"
"rakyat risau nilai rupiah anjlok?"
prabowo: 'rakyat desa gak pakai dolar!"
"rakyat sedih soal kemiskinan merajalela"
prabowo: "rakyat kita ga bermimpi kaya!"
"rakyat was-was Indonesia gelap"
prabowo: "sorry ye, Indonesia cerah!"
"rakyat protes soal kebijakan negara?"
prabowo: 'mereka antek-antek asing!"
"rakyat jadi korban pembullyan"
prabowo: 'bagus, saya juga dibully!"
rakyat tidak selalu butuh pidato yang membuat mereka kuat. kadang rakyat hanya butuh pemimpin yang membuat mereka merasa dipahami.
masalah hidup sudah cukup berat. jangan sampai kata-kata yang seharusnya menenangkan justru menambah beban.
Terlahir sebagai anak haram konstitusi, dan sekarang bermain curang di depan mata publik. Sungguh najis, hina, rendah serendah-rendahnya sebagai manusia.