Sudah sering pakai biochar?
Karena banyak lahan kita ini sakit setelah tereksploitasi habis2an, maka pemberian biochar kupikir memang mendesak. Saat ini, saya hampir selalu memakai biocar saat menanam, baik sawah atau kebun. Apalagi di pekarangan rumah yg pakai polibag, biocar pasti jadi komponen media tanam selain bahan organik/kohe, poc, dan tanah/pasir.
Biocar memang arang, tapi bukan arang biasa. Arang yg dibikin dari sekam/kayu dg pembakaran pirolisis, suhu tinggi tanpa oksigen. Untuk hasil yg bagus pakai alat, tapi kalau tidak, ya bisa dg cara tradisional meski kurang maksimal. Struktur porinya mikro, stabil di tanah ratusan tahun, dan pH-nya basa.
Bank Hara
Biocar bukan pupuk, tapi rumah atau bank hara, bahan nutrisi tanaman & mikroorganisme. Riset dari Amazon Dark Earth/Terra Preta nunjukin suku kuno bikin tanah hitam subur pakai arang + sampah organik. Tanah itu 2000 tahun masih subur. Secara ilmiah, biochar punya C-aromatik yang susah diurai mikroba. 1 ton biochar bisa ngunci 2-3 ton CO2 ekuivalen. Pori-porinya juga nahan air 3-5x beratnya, bikin tanah berpasir nggak gampang kering dan tanah liat lebih gembur. Porinya jadi habitat bakteri penambat N + jamur mikoriza. Studi di padi sawah IPB 2018: aplikasi 5 ton/ha + pupuk 50% dosis, hasil gabah sama dengan pupuk 100% tanpa biochar.
Sekali lagi, biochar bukan pupuk. Kalau dikasih ke tanah subur + pupuk cukup, efeknya kecil. Efek paling kerasa di tanah masam, miskin bahan organik, atau berpasir. Dosis umum riset: 5-20 ton/ha sekali aplikasi, efeknya bisa 5-10 tahun. Wajib “diisi” dulu: biochar mentah itu rakus N. Kalau langsung tebar, dia malah ngikat N dari tanah 2-4 minggu pertama. Solusinya: rendam biochar pakai POC/urin/kotoran ternak 2 minggu sebelum tebar.
Ya, kita upayakan ikhtiar bertani ini sebaik-baiknya, sehormat-hormatnya.
@pitonosaja Udh bbrp tahun gak lihat PPL. Ketemu jg di BPP waktu ngurus surat buat beli solar traktor.
Lagian juga gak punya ilmu pertanian apa" kayaknya.
Nasib tragis menimpa satu keluarga di Solok Selatan, Sumbar (31/5/2026). Gara-gara berani melaporkan kasus pemerkosaan anaknya ke polres beberapa bulan lalu, rumah mereka malah dikepung 15 orang dan diserang secara brutal.
Di dalam rumah cuma ada ibu (ER), suami, dan bayinya yang masih berumur 2,5 tahun!
Mirisnya, pelaku pemerkosaan yang harusnya mendekam di penjara tapi gak ditangkap-tangkap polisi, malah ikutan datang mengepung dan menyerang korban!
Padahal keluarga korban baru aja berani pulang setelah berbulan-bulan kabur, murni cuma mau mengadakan acara akikah anaknya.
Pelaku pemerkosaan bebas berkeliaran dan malahan balik mempersekusi korbannya tanpa takut hukum.
Tolong pak Kapolri, atensi kasus di Solok Selatan ini!
Bantu sebarluaskan video/berita ini gaes agar pelaku cepat diciduk!
Saya susah menahan tawa menonton cara Seskab merespon kritik Dino Pati Djalal. Logika pembenaran terhadap kebijakan salah terlalu acap ke luar negeri hanya akan membuat pemerintah terlihat menganggap semua org bodoh kecuali mereka. Sayang jurnalisme kritis kt sdh mati.
#Repost akun Instagram @muhammadiyah.jatim
——
Tanah wakaf tidak selalu harus menjadi bangunan.
Muhammadiyah sedang menunjukkan cara lain: menanam masa depan lewat hutan.
Melalui Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) PP Muhammadiyah, akan dikembangkan Hutan Wakaf Muhammadiyah yang diawali di dengan memanfaatkan lahan wakaf sekitar 3.000 m² menjadi hutan pendidikan berbasis wakaf.
Program ini dikembangkan bersama dan tidak hanya berfungsi sebagai ruang hijau, tetapi juga sebagai laboratorium ekologi, pusat edukasi, konservasi, dan ruang belajar lintas disiplin.
Menariknya, konsep ini mengadopsi live lab—tempat mahasiswa, dosen, hingga masyarakat dapat belajar langsung tentang ekologi, konservasi, agroforestri, dan pengelolaan lingkungan.
Muhammadiyah juga menyiapkan tiga model pengembangan:
🌱 Hutan Wakaf Pendidikan & Riset
🌱 Hutan Wakaf Agroforestri
🌱 Hutan Wakaf Pemberdayaan Perempuan
Langkah ini menjadi pesan penting bahwa wakaf tidak hanya bicara tentang aset yang dibangun hari ini, tetapi juga tentang warisan yang manfaatnya tumbuh untuk generasi berikutnya.
Karena menanam pohon sejatinya bukan sekadar penghijauan—
tetapi menanam harapan untuk masa depan.
#Muhammadiyah
#HutanWakaf
#IslamBerkemajuan
#Lingkungan
@dimarsasongko98@LaodeMSyarif KUD penyalurnya untung paling sekali/dua kali, selanjutnya boncos krn harga minyak goreng turun drastis.
Pdhl KUD hrs beli banyak drum.
Untung KUD di kec saya, saya bon pinjamkan drum 20 buah ke depo PJKA.
Petani hebat, dampingan sejak 2011.
Bertani Jagung, cabe rawit, melon dan tentu saja padi.
Padinya selalu dapat 9-12ton/ha, jagungnya dapat 10ton pipil kering/ha. Hebatnya pukim berkurang 30-50% dari dosis umum. Full PGPR/Mol Akar dan Biofresh. (Sucipto Kopen)