tau ga, alasan kenapa kadal dadah-dadah itu bukan say hi ke kita wkwkwkw
itutuh kek dia lagi bilang; jangan serang aku, aku lemah, kita damai aja 😭😭
tapi di kita keliatannya kek lagi say hi, padahal lagi takut dia tuuu karna kita di mata dia kek predatornya 😭😭
https://t.co/Q93yHexWHr
#intinyadeh viral konten mantan karyawan Eiger yg udh kerja 9thn lalu kontrak gak diperpanjang, dikabarin H-1.
Video nunjukin dia pernah kerja kasir, gudang, bikin konten, jd MC, foto produk.
Dikecam netizen: gak bisa siap2 cari kerjaan lain & kok bisa kontrak trus sampe 9thn.
GILAAA SIH INI‼️
jadi ada mahasiswa di US, nulis tesis 30 HALAMAN selama 6 BULAN. BENERAN ngetik sendiri. BUKAN ChatGPT. BUKAN JOKI.
history Google Docs-nya ada semua. dari draft jelek, typo, revisi, sampe final. timestamp jelas dari januari sampe juni.
pas sidang, kampus bilang:
"AI detector lu 98% NIH. LU PASTI CURANG."
dia bawa laptop. "pak/bu, INI HISTORY SAYA. bisa diliat sendiri."
jawaban pihak kampus?
"NGGAK PERLU DILIAT."
Busett dahh😭
Begini Loh Kalau Belain Suami, Elegan Sekali😌😌~
Baru-baru ini ramai perbincangan soal Pak Dino Patijalal yang disenggol oleh pihak si ono...🫣
Tak lama kemudian, sang istri mengunggah sebuah video yang menceritakan perjalanan hidup dan karir suaminya.
Bukan dengan emosi berlebihan atau saling sindir, tapi dengan cara yang sangat elegan. Video tersebut menampilkan perjalanan Pak Dino dari awal hingga sekarang, penuh perjuangan, dedikasi, dan prestasi. Narasinya tenang, sopan, nan elegan.
Video ini langsung menuai banyak pujian karena:
- Ini jadi sweet gesture dari sang istri
- Sebenarnya ini video CV Pak Dino yang biasa diputar sebelum memulai acara seminar. Karena kalau CV nya dibacakan, peserta akan ngantuk.
- Menunjukkan kekuatan seorang istri yang berdiri di belakang suaminya dengan penuh kelas.
- Membuktikan bahwa bela-membela bisa dilakukan dengan cara yang bermartabat.
- Memberi perspektif yang lebih lengkap tentang sosok Pak Dino, yang selama ini mungkin hanya dilihat dari satu sisi.
Orang Klaten mana suaranya??? dan yang pasti mengenal sosok mbak nisa ini? info A1 mau ngadain acara ngunduh mantu di klaten yang padahal hak-hak mba ezra yang sudah di tagih belum di selesaikan, mereka dengan gampangnya bilang “kalo butuh ke psikolog, kesana aja kirim invoicenya ke sini" semudah itukah ngebuang seseorang yg bahkan punya keluarga juga? Ahsan kata gw mah bener’ malu kalo gw jadi lu wkwk perselingkuhan lu kesebar luas di mana-mana, oh iya kan lu gatau diri dan urat malunya udah putus
@tanyarlfes Gausah. Ngapain jd lu yg repot? Kalo pun dia yg berulah kenapamjd lu yg capek? Kalo penasaran bgt mending crosscheck sendiri, jangan bulet2 percaya laki lu. Hint: laki kalo sering jelekin cewek, dia yg tertarik ama cewek itu. Kebanyakan gitu endingnya malah jadi.
Baru beres nonton video ini di yt.
Dan saya tersadarkan kalo menjamurnya org yg jualan seblak, cilok, gorengan dan pedagang olahan tepung lainnya di jalanan bukanlah tanda kebangkitan ekonomi rakyat, tpi sinyal keputusasaan (necessity entrepreneurship) untuk menutupi status pengangguran.
Setidaknya ada 6 poin yg saya dapati :
• Jebakan low barrier to entry: Bisnis olahan tepung dipilih cuma krn modalnya murah dan gk butuh keahlian khusus.
Dampaknya, terjadi ledakan keseragaman yg memicu kanibalisme ekonomi (sesama pedagang kecil saling mematikan di radius beberapa meter saja)
• Romantisasi penderitaan oleh negara: Narasi "UMKM Pahlawan Ekonomi" dikritik sebagai alat politik agar negara bisa lepas tangan dari kewajiban menyediakan lapangan kerja formal dan jaring pengaman sosial.
• Paradoks data pengangguran: Angka pengangguran resmi terlihat turun, tpi pekerja sektor informal melonjak smpe 60%. Ini adalah fenomena pengangguran terselubung, tercatat bekerja, tapi pendapatan minim dan gk menentu.
• Perang Harga vs Hancurnya Daya Beli: Di tengah inflasi dan turunnya kasta kelas menengah, merek bukan lagi faktor penting. Pedagang terpaksa memotong margin keuntungan demi mempertahankan konsumen yg sensitif harga.
• Ironi "Negara Tepung" yg 100% Impor: Indonesia menopang jutaan pedagang kecil dari komoditas yg gak bisa tumbuh di tanah sendiri. Ketergantungan impor gandum yg mutlak membuat nasib pedagang cilok di jalanan sangat rentan terhadap konflik geopolitik dunia dan kurs Dolar.
• Model bisnis ini udah di titik jenuh. Para pedagang seperti berjalan di tempat, bekerja keras 12 jam sehari menghirup asap jalanan, tetapi posisi finansialnya gk bergeser maju sama sekali.
Source : https://t.co/YnzpIZpO3L