โAda apa?โ Hyunsik, dengan tubuh tinggi menjulang berdiri di ambang pintu mengamati bagaimana pria berhelai pirang berbaring membelakanginya di atas ranjang. Tanpa suara, tanpa pula pergerakan meski sesekali dengkusan napas terdengar yang menandakan pria ini tidak sedang
@verngeful Semakin kesal atas ujaran serta aksi yang menandakan apabila pria itu benar-benar akan pergi, Hyunsik lekas berbalik, menendang tulang kaki lawan tanpa repot-repot mengeluarkan suara lantaran kepala yang kini mulai berdenyut nyeri akibat tumpukan emosi berlebih. Pun, dengan
datar namun menyebalkan tersebut. โAku tidak datang hanya untuk melihatmu merajuk seperti anak-anak, apa yang kau inginkan sebenarnya?! Kau pikir aku tidak memiliki hal lain untuk diurus?!โ
Sejenak ia berteriak kesal, hengkang dari hadapan lawan sambil memukuli dinding dan
yang Oliver kenakan, menyeretnya seperti seekor kucing 'tuk membuatnya kembali duduk di atas ranjang besar sementara Hyunsik berdiri menjulang dengan dahi berkedut; kesal.
โKau pikir hanya kau yang merasa kesal, huh?โ Nyaris berteriak, ia menunjuk lawan sebelum
sosok pirang seraya berkacak pinggang. Netra itu menyipit, sama sekali tidak merasa gentar di hadapan pria lebih muda yang kini merajuk. Astaga, ingin rasanya ia berteriak kepada pria di hadapan.
โJawab.โ @verngeful
@verngeful Salah satu alis terangkat naik ketika pria jangkung justru berdiri dan meraih pakaiannya sendiri ไธpersis dengan pakaian saat ia datang kemari. Apakah dia berniat untuk kembali? Jika ya, maka Hyunsik akan merasa kesal setengah mati.
โKemana kau?โ Mulai berang, ia hampiri
โDari pasienku, anak-anak penderita kanker.โ Dengan cepat ia menjawab, embusan napas panjang terdengar kentara. โKemarilah, apa yang kau inginkan?โ @verngeful
@verngeful Suara sobekan kain yang sudah Hyunsik ketahui darimana asalnya membuat ia secara refleks memijat keningnya yang mendadak terasa pening. Jika sudah begini, Hyunsik tidak yakin mampu mengembalikan suasana hati pria itu ไธsetidaknya itu yang ia pikirkan.
@verngeful Hyunsik melangkah maju, bermaksud mencuri pandang dengan cara berjinjit di sisi ranjang untuk menangkap pergerakan lawan yang dirasa cukup membingungkan.
โOliver,โ sekali lagi ia memanggil meski tahu betul jika sosok ini tidak akan mudah terbujuk. โKau ingin aku pergi?โ
Bandara Heathrow nampak ramai saat sepasang tungkai menjejak area gerbang kedatangan. Padat akan hiruk pikuk kumpulan manusia yang saling berjumpa, dengan banyak barang bawaan pula sebagai pertanda jikalau kebanyakan dari pendatang hendak pergi bertamasya.
Jika boleh jujur,
seolah memberi tanda padanya 'tuk segera bangkit.
โJangan berlebihan.โ Ujarnya, menantikan pergerakan dari lawan. Bandara tidak pernah sepi, ada saja bising yang menyebabkan Hyunsik ingin segera pergi dan mengistirahatkan tubuhnya yang lelah. Bersama Oliver, mungkin liburan
ini lekas Hyunsik pastikan melalui jemari yang dengan lembut menyisiri helaian pirang, menyentuh goresan secara perlahan sebelum akhirnya mengembuskan napas panjang. โMhm, setidaknya jangan lukai dirimu sendiri lagi di masa depan. Mengerti?โ
Tutur boleh terdengar lembut, sebab