segera bangkit dan berjalan melewati Hyunsik. Sejenak ia berhenti, memandang melalui ekor mata sebelum berucap โBukankah aku cukup penurut? Aku akan menurutimu juga untuk yang ini.โ @griesvance
@griesvance Melihatnya dengan penuh amarah meski kepal tersebut masih tertahan, justru dialihkan pada permukaan keras meski ia tahu betul apabila Hyunsik tidak memiliki kontrol maka wajahnya akan penuh lebam. Mendengar perkataan akhir yang terucap begitu saja, Oliver
pertanyaan terlontar berulang kali. Satu kaki ditumpu dengan yang lain, bulu matanya berkedip mengikuti kelopak. โHanya sebuah boneka rusak saja membuatmu seperti ini.โ @griesvance
@griesvance Gagal untuk membawa figurnya pergi, bahkan alas kaki pun belum sempat digapai dan kini ia kembali terduduk di ranjang dengan Hyunsik berceloteh, tentunya penuh akan emosi meluap-luap. Raut wajahnya pula tidak menunjukkan perasaan bersalah, tidak ingin juga menjawab
@griesvance โAku tidak peduli dengan pasienmu.โ Pada akhirnya mulut terbuka meski tidak menjawab tanya terlontar, pun figurnya tidak mundur dan merapikan pakaian, hendak beranjak untuk mengambil alas kaki yang sempat dibawa masuk.
@griesvance Apapun alasannya yang keluar dari bibir lawan sama sekali tidak membantu, justru sekarang figurnya bangun dari rebah untuk memakai kembali jaketnya yang telah ditanggalkan beberapa menit lalu. Persetan dengan alasan semu, persetan pula dengan Hyunsik, lebih
@griesvance โKau mendapatkannya dari siapa?โ Kali ini suara mengudara meski enggan berbalik, dengan tangan yang meremas boneka putih sebelum menyobeknya pada bagian leher.
@griesvance Sama sekali tidak beranjak ketika nama dipanggil jelas oleh pria di belakang tubuhnya, justru semakin membelakangi dan terbaring seakan-akan benar tertidur. Meski lengannya bergerak-gerak, meremas boneka yang entah sejak kapan berada di kamar Hyunsik. @griesvance
yang terasa nyari. "Kejamnya.." Ia gemar bersikap berlebihan, terlebih pads Hyunsik agar atensi hanya diberi padanya. Tidak peduli jika mereka masih di ruang terbuka, jika ingin pun ia akan mengecup bibir tebal milik @griesvance.
@griesvance Pekerjaannya memang berbeda jauh, terlebih dalam aspek moral, tetapi tidak disangka jika tepukan keras berasal dari telapak tangan yang telah menyelamatkan banyak nyawa.
Bibirnya mencebik seakan-akan mengadu dengan telapak tangan yang mencoba meraih punggungnya; mencari bagian
torehan pada kulit pucat. Satu tangan ia letakkan pada lutut @griesvance, berusaha membujuk agar amarah tidak meledak. โToh apapun lukanya, aku masih terlihat tampan.โ
โOh,โ seketika menyentuh plester melekat pada batang hidung, Oliver lupa jika ia melukai wajahnya dan hal tersebut dapat memantik amarah Hyunsik. โKecelakaan ketika bekerja?โ jawaban konyol jika dipikirkan, karena tiap ia kembali misi luka selalu mengikuti, memberi
Figurnya berlari, tak cukup kencang namun cukup membuat beberapa membuang atensi pada figur tinggi bersurai pirang. Hingga ia dapat mengenali pria yang ia cari dengan surai gelap khas, menunggu di kursi tunggu dan bermain gawai. Lantas Oliver menghampiri, tidak banyak