@grimmalking βAku bukan anak kecilββ β¦paman (salah server). βMemangnya aku tidak boleh sekedar ingin memelukmu karena rindu?β
Vivi memutar bola matanya. Perlu dicurigai ajarannya ini boleh diberi oleh sang ibunda pemilik iris merah.
@eyrnva Ia jadi ikut terdiam dengan tangan perlahan mengusap kepalamu.
"Hm... Jadi kelinci kecil sekarang sudah mengerti sulitnya kehidupan orang dewasa, ya? Aku mengerti."
@eyrnva "Karena kau menjauh?"
Ia mengangkat sebelah alis seolah jawabannya tadi sudah sangat, sangat jelas.
"Aku itu juga bisa sakit hati, Vivi. Kau tidak boleh berlaku kejam seperti itu padaku."
@grimmalking LANGSUNG GERCEP LARI KE HADAPANNYAβΌοΈπ
βHuhβancaman seperti itu tidak akan lagi berfungsi denganku.β Bagaimana kalau kamu lihat dulu betapa gesitnya dirimu berlari menuju hadapannya?
@eyrnva Iya, iya. Tidak masalah mau apa pun yang keluar dari mulutmu. Yang penting kau mendekat, kan? Dengan sangat cepat pula.
"Memang itu ancaman?" Tanyanya sembari tangan kiri ia letakkan di atas kepalamu.
"Laluβ Tadi kenapa, hm? Kenapa menjauh?"
@rudepundit
At first I thought I saw Christ in my quick-n-dirty pan seared steak
like all those rednecks that think they see Jesus's face in a pizza or oatmeal or taco or side of a barn...
But now it looks more like an Easter Bunny π Holy cow ! . . . er bunny
@eyrnva Sudah sangat sabar dirinya menunggu langkahmu yang lambat itu dan sekarang kau malah dengan sengaja memberi jarak sejauh itu darinya?
Tapi tenang saja. Senyumnya tidak hilang.
"Aku rasa aku akan makan kelinci panggang malam ini."
@eyrnva Dalam satu gerakan, ia melepas pergelangan tanganmu dan menyunggingkan senyum. Merasa puas karena akhirnya dirimu menurut.
"Bagus. Ayo cepat ke sini."
@eyrnva Ia hanya diam memperhatikan pada mulanya, namun ketika jemarimu terkait pada lipatan bajunya, tangan bergerak untuk meraih pergelangan tanganmu dan tubuhnya ia condongkan sedikit ke arahmu.
"Aku bilang sini, kan?"