INFO A1 TERNYATA SELAMA INI KITA KETIPU?!
Harusnya sedari dulu bisa makan sarden tiap hari tanpa WORRY ga sih??!😭😭
Jadi lega liat postingan ini. Ikan Sarden bukan UPF! Cocok buat stok makanan👌
Bagi yang belum yakin tentang rapor merah Prabowo-Gibran:
1. Nilai tukar rupiah terendah sepanjang sejarah
2. Kabinet tergemuk sepanjang sejarah
3. Presiden paling sibuk ke luar negeri dan wapres paling tidak berguna sepanjang sejarah (51 kunjungan dalam 2 thn, sementara Jokowi 58 dalam 2 periode)
4. Nominal utang & suku bunga APBN terbesar sepanjang sejarah
5. Proyek Korupsi termahal sepanjang sejarah
6. Praktek Nepotisme terparah sepanjang sejarah
7. SDM generasi muda terendah sepanjang sejarah
💚 Kenapa ya orang² tuh susah banget cancel culture ? 😔 Masih banyak banget akun seleb yg cantik, pinter, bermartabat yg bisa di naikin engagementnya, jgn malah yg problematik 🥲
Shin Seungho klarifikasi dia ga pernah jadi bodyguard resminya Red VElvet.
Waktu itu setelah pensiun sebagai atlet sepakbola, Shin Seungho nyari kerja part time. Akhirnya diajak temennya jadi sekuriti di mall. Waktu itu Red Velvet dateng ke mall ada event (2017) terus Shin Seungho disuruh bantu jagain Red Velvet pas event di mall tersebut.
Beberapa tahun kemudian, Shin Seungho malah syuting bareng sama Irene (Red Velvet).
https://t.co/QBZXP1XQKo
Kalau ada yang tanya “kenapa kamu belum nikah-nikah?” jawab kayak mba IU ini aja atau kasih data ini 😂
By data, perempuan dengan pendidikan tinggi (misalnya 16–20 tahun, sampai kuliah) cenderung memilih pasangan yang level pendidikannya setara atau lebih tinggi. Artinya, secara pola, ada kecenderungan kuat untuk tidak “marrying down”.
Minimal setara, kalo bisa di atasnya ya bagus.
Konsekuensinya, dating pool makin sempit.
Di titik itulah kita sadar kalo cinta emang personal, tapi jalan kesananya… semua struktural 🤣
Ya struktur pendidikan, sosial ekonomi, circle pergaulan, pola asuh, dll.
Guys, Bu Rani Anggrini Dewi konselor pernikahan 25 tahun lebih, sudah menikah 44 tahun bilang sesuatu yang menurut gua adalah penjelasan paling nyesek yang pernah gua dengar tentang kenapa banyak perempuan menyesal setelah menikah.
Dan ini bukan opini.
Ini dari orang yang setiap hari duduk berhadapan dengan pasangan-pasangan yang pernikahannya sedang hancur.
Jawabannya satu kalimat
mereka masuk ke pernikahan
tanpa tahu siapa diri mereka sendiri.
Dan begitu mereka masuk
semua yang membentuk identitas mereka sebelumnya karir, mimpi, ambisi,
pengembangan diri pelan-pelan hilang.
Bukan karena dirampas.
Tapi karena struktur pernikahan
yang mereka masuki memang tidak dirancang
untuk menampung itu semua.
Bu Rani bilang polanya sangat konsisten dari ribuan kasus yang dia tangani.
Perempuan menikah.
Anak lahir.
Semua fokus beralih ke peran sebagai ibu dan istri.
Pengembangan diri berhenti.
Dan di suatu titik entah dua tahun kemudian atau sepuluh tahun kemudian mereka bangun dan bertanya siapa saya sekarang?
Saya sudah S1,
saya pernah kerja,
saya punya mimpi.
Sekarang saya cuma masak
ngurus anak, dan menunggu suami pulang.
Dan yang membuat ini sistemik dan bukan hanya nasib buruk individu adalah satu fakta yang Bu Rani sebut dengan sangat tegas orang tua Indonesia sekarang sudah sadar untuk menyiapkan anak perempuannya.
Mereka kirim ke universitas terbaik.
Dorong untuk berkarir.
Ajarkan untuk mandiri secara finansial.
Tapi mereka lupa menyiapkan anak laki-lakinya.
Hasilnya adalah collision yang tidak bisa dihindari. Perempuan yang sudah berkembang menikah dengan laki-laki yang masih membawa mindset bahwa suami harus dilayani, urusan rumah tangga dan anak adalah urusan istri, dan suami harus selalu lebih tinggi dari istri dalam segala hal.
Dua orang dengan level perkembangan yang sangat berbeda masuk ke satu institusi.
Dan perempuannya yang selalu diminta untuk menyesuaikan diri ke bawah bukan laki-lakinya yang didorong untuk naik ke atas.
Dan ini yang paling menyakitkan dari seluruh cerita ini. Banyak perempuan yang menyesal bukan karena suaminya jahat.
Bukan karena pernikahannya penuh kekerasan.
Tapi karena perlahan-lahan tanpa ada satu momen dramatis yang bisa ditunjuk sebagai titik balik mereka kehilangan diri mereka sendiri.
Dan begitu mereka sadar bahwa yang hilang itu tidak bisa dikembalikan oleh siapapun termasuk oleh suami yang mencintai mereka itulah penyesalan terdalam yang Bu Rani temui dalam kasusnya setiap hari.
perempuan yang menyesal setelah menikah bukan perempuan yang salah pilih pasangan.
Mereka adalah perempuan yang masuk ke struktur yang tidak pernah dirancang untuk menampung mimpi mereka.
Dan selama struktur itu tidak berubah selama anak laki-laki tidak disiapkan dengan cara yang sama dengan anak perempuan angka penyesalan itu tidak akan turun.
MAKASIH KAK INDRA UNTUK AFIRMASINYA🥹 INTINYA TOLONG BUAT ORANG INDONESIA BERBANGGALAH DENGAN CARMEN TOLONG SUPPORT DIA JANGAN MALAH DI HUJAT KALO BUKAN KITA SIAPA LAGI KITA SEMUA SAYANG CARMEN 🥺
Tadi sore abis makan mandu sama odeng di warung makan di daerah Hannam, terus ibunya nanya aku darimana. Terus bilanglah dari Indonesia. Ibunya langsung senyum bilang “neomu yeppeo, don’t married Korean Men soalnya suka kdrt sama pelit (pake bahasa korea)”
Wkwkwkwk
@txtfrombrand buat yg ga tau atau ga enakan buat ke toilet mart mart
toilet mereka itu bagian dari CSR, jadi ga wajib harus belanja dulu kalo mau make toiletnya
jadi silahkan ke toilet mereka kalau dari kebelet, its okay
@karirfess temen gw gaji 7 juta fresh graduate, tapi abis buat nanggung biaya di rumahnya. dia ngga pernah nongkrong, baju juga itu itu aja, makan seadanya demi biayain rumah. dia juga masih freelance joki tugas buat nambahin bayar kos. napak lah ga semua orang kerja buat diri sendiri.
FINALLY MY BASSIST GWEJ 🥳 GUYS GIVEAWAY YUK!
syaratnya cuma streaming Dongsung Cover ini, like, kasih komen positif di yt, drop bukti dibawah sini. AKU RAFFLE BESOK JAM 4 SORE JUGA! one winner will get 50k!! 💕
#NFlying#엔플라잉#서동성#SeoDongSung
@ta2ngsukucadang kak dunia tu ga berpusat di km doang. ada muslimah yg jd client nya dan biasanya udh jaga wudhu, sedangkan mua nya bertopeng jd perempuan, dikira ga batal wudhu nya apa ya? ini udah masuk penipuan ya bukan protes tanpa alasan hdh dikasi tau malah egp, emg susah klo akal ga sampe
kaum paling ngebet pengen diterima di masyarakat pengen dihargai tp menghargai orang lain gbs, se enteng itu ngomong wudhu ulang ak yg nonmus emosi bcanya, seharusnya km sndr paham knp ga prnh diterima di masyarakat kelakuan mu aja belagu gni pls go away, fakyu sampah masyarakat