Message to: @aurelune
: Terima kasih, Rin. Ini baru saja menepi sebentar di rest area sebelum melanjutkan perjalanan ke Kyoto.
: Aku juga senang bisa melihatmu baik-baik saja di sana.
: Hati-hati juga untuk perjalanan pulangmu. Sampai bersua lagi di lain kesempatan.
Sent.
@aurelune Ia meraih ponsel yang tergeletak di atas dasbor. Pendar layarnya merefleksikan sorot mata Sota yang mendadak terkunci pada satu nama pengirim yang tertera di sana.
Setelah membaca isi pesannya, kini ibu jarinya berkutat diatas layar ponselnya.
Begitu sampai di depan mobil pribadinya, Sota meraba saku jas untuk mengambil kunci. Angin malam Okayama yang berembus pelan terasa menyegarkan wajahnya. Ia membuka pintu kemudi, menatap kabin mobilnya sejenak, lalu melirik Serika yang sudah bersiap masuk ke kursi penumpang.
"Segera habiskan makananmu, lalu pulang, teman-temanmu pasti sudah menunggu juga," ia melirik jam tangannya, melihat waktu yang sudah mulai larut, Serika harus segera kembali ke sekolah.
"Toleransi alkohol saya tidak serendah itu, Serika. Menyetir kembali ke Kyoto malam-malam begini bukan masalah besar untuk kakakmu ini. Simpan saja niatmu itu untuk dirimu sendiri."
Kuasanya menyambar jasmine tea yang dibawakan Serika, kemudian menyesapnya sedikit.
“Ambil minuman lain, sebelum saya adukan kamu,” ucapnya sambil memicingkan matanya. Ia tak berniat membalas setiap ucapan yang ia tau apa maksud dari sang adik itu. Ia hanya fokus menghabiskan makan malamnya seraya menatap ke arah lain.
Namun, Sota tidak memberikan adiknya itu kesempatan untuk membela diri atau mengeluarkan kata sepatah pun.
Tanpa menunggu protes Serika pecah, Sota langsung membawa gelas rampasan itu ke bibirnya sendiri. Ia mendongakkan kepala dan menegak habis seluruh wine dalam gelas tersebut.
“Jangan kebanyakan mikir, saya tunggu disana, ya” ucapnya sambil menunjuk sebuah meja kosong di sudut, kemudian melangkahkan kakinya meninggalkan Serika yang masih memilih-milih makanannya. @aurorairys
Enggan mengganggu konsentrasi adiknya yang sedang menimbang-nimbang pilihan, Sota memutuskan untuk berbalik lebih dulu. Ia mengedarkan pandangan ke sekeliling area terbuka Korakuen, mencari tempat duduk yang nyaman.