@hanifproduktif Aq pernah buat project rencana event kebudayaan nilainya 150jtan, udah sering ketemu ngobrolin proposal konsep , udah gitu makan, rokok dll selalu aq yg tanggung
Tiba2 mereka buat acara sendiri EO ku ditinggal, konsep acara ku mereka dipakai 🥲
Setelah dipikir-pikir, nalar dan pola pikir para pemangku negara memang membikin kita beristigfar berkali-kali, ya. Misalnya,
1. Negara punya visi ingin memberantas stunting; diciptakanlah embege. Tetapi implementasi awal bukan pada bumil dan busui, melainkan pada anak-anak sekolah. Setelah berjalan beberapa bulan, mulailah untuk menjangkau bumil dan busui. Tapi sajiannya? Jangankan untuk mengatasi stunting, untuk bisa jadi sajian umum untuk bumil dan busui saja amat sangat tidak pantas. Semua masukan pakar dan ahli diberangus, saran dan kritiknya difitnah sebagai bentuk hinaan dan cacian.
2. Negara ingin (dianggap) hadir dalam meningkatkan mutu pendidikan. Tetapi alih-alih membuat alur koordinasi yang ciamik antar kementerian dengan daerah untuk memperbaiki sistem rekrutmen guru, menaikkan upah dan taraf hidup guru, memperbaiki bangunan dan sarpras sekolah yang sudah ada, membangun perpustakaan sederhana di setiap kecamatan, negara malah membangun sekolah rakyat. Mengabaikan sekolah negeri dan kurikulum yang sudah ada, menciptakan GAP di antara pekerja pendidikan dan guru.
3. Negara ingin menciptakan banyak lapangan kerja untuk mengatasi pengangguran. Namun alih-alih menaruh perhatian lebih pada sekolah-sekolah vokasi, memperbaiki kinerja menristekdikti, membungihanguskan praktik nepotisme pada jabatan lembaga dalam negeri, memperbaiki sistem antar perguruan tinggi dan perusahaan yang pro dengan lulusan diploma, sarjana, hingga magister, memperbaiki upah dan taraf hidup dosen, negara malah keukeuh melestarikan praktik nepotisme, polisi dan TNI diberi pekerjaan yang bukan tupoksinya, menciptakan cara instan nan cacat lewat program SPPI, membangun banyak SPPG dan KOPDES, mengabaikan pembludakan lulusan perguruan tinggi dan rendahnya serapan perusahaan.
Yang dipikirin langgengnya kekuasaan terus? Tiap dikritik keras nanti jawabnya, "percaya dengan kepemimpinan saya." Terus habistu nyebar teror, para pejabatnya melakukan komunikasi publik yang jelek, aktivis-aktivis direpresi, dijadikan korban rencana pembunuhan. Pakar, ahli, dan 'orang pintar' dimusuhi lewat pidato-pidato. Mau percaya gimana kalo baru setahun setengah jalan aja udah banyak kejanggalan gini?
@BetaKopites Aq adalah Fans bola angin2an, suka tim krn ada idola, suka liverpool krn trio firmansyah, setalh mrk tidak ada maka waktunya ganti tim, klo ada 😄
@ainunnajib@bobbyriyadi Sudah salah belain koruptor, hoax soal muhammadiyah, masih pede aja ngetweet tentang muhammadiyah, entah memang pede atau gak punya malu
Ainun ainun...
Izin Idul Fitri 1 Syawal 1447 H Duluan ya, dari kami Muhammadiyah
Matahari pagi menjadi saksi hari suci, hari fitri.
Mari ramaikan sholad id di tanah lapang di sekitarmu.
Benarkah Muhammadiyah keluar dari Muhammadiyah gara-gara "Kembali ke Ru'yah"?
1. Buya Hamka adalah tokoh Muhammadiyah yang visioner dan moderat, mendukung ijtihad serta integrasi ilmu pengetahuan modern dalam pemikiran Islam. Terkait metode penentuan awal Ramadan/Syawal, terdapat polemik mengenai dokumen "Saya Kembali ke Ru'yah" yang dinisbatkan kepadanya, namun Muhammadiyah menegaskan bahwa lembaganya berpegang pada metode hisab, bukan individu.
2. Buya Hamka sangat mendukung penggunaan ilmu pengetahuan dan ijtihad, menekankan bahwa Islam bukanlah agama yang kaku.
@dosenkesmas Penghentian sementara bukan permanen.
https://t.co/Zg1doHklAM
Penghentian sementara:
- insentif fasilitas SPPG
- dana operasional SPPG
- insentif harian bagi pelaksana
MASIH DIBERIKAN.
Perlu dibuka datanya, spy masyarakat bs ikut mengawasi.
.@OmbudsmanRI137 .@KIPusat .@bpkri
Ini bencana. Lulusan D3 dan S1 nganggur bencana di atas bencana. Karena mereka sdh mendapat banyak pendidikan dan training tapi tdk digunakan.
Mesti ada revolusi sistem pendidikan tinggi yg memastikan lulusannya mampu bersaing termasuk globally dan kemampuan negara menyiapkan industri serta mempercepat FDI. Krn jika tidak, ini bahan bakar negatif utk perubahan sosial tdk terencana.