Gue pernah baca dimana gitu intinya di negara ini lu ga boleh salah jalan dari awal:
1. Belajar yg pinter dari SD-SMP biar dapet SMA Favorit
2. Masuk SMA Favorit biar bisa lolos PTN Top Tier
3. Masuk PTN Top Tier biar bisa masuk kerja ke BUMN, Top FMCG, maupun Big 4.
Tulisan baru di laman Substack saya. Teks kuliah umum saya di MIWF 2026 yang saya susun untuk merespons pertanyaan-pertanyaan terkait dekolonisasi dan adat.
https://t.co/usrOo9wr7p
@alparijey@gulakueputu Yg pasti ngebunuh orang tuh a boleh sih bang. Udah pasti berdosa 😹 Mau dia LGBT atau tidak. Is that even question? Are you dumb?
@Mimbloon cinta: ciu fanta
cikol: ciu kola
abidin: anggur bir dingin
arbal: arak bali
arbalteng: arak bali kratingdaeng
cibus: ciu nutriboost
mdfk: mc donald vodka
Pancasila isn't inclusive. FYI back then Buddhists were struggling to clarify the concept of "Keesaan Tuhan" just to fit in. Pada gatau kan? Engga lah, kan kalian gak peduli sama minoritas. If we—minorities die of oppression, you guys don't give a fuck anyway.
Narator di awal Pesta Babi: "Kayu besi rawa sepanjang 17 meter ini disiapkan untuk membuat salib ... Melihat panjangnya (kayu), siapakah yang akan disalib?" Esai ini menjawab siapa yg disalib. Pasti bkn "Haji I" yg serakah, walau Merauke pernah kenal baik "Haji M" yg progresif.
Banyak bergaul sama anak IUP ☺️
Bapak/om-nya minimal pejabat, direktur atau pengusaha
Ke kampus bawa mobil
Kosan paling murah 2jt/bulan
Uang saku jangan ditanya
Humble karena orang kaya jarang flexing
Koneksinya mantap
Surprisingly circle mereka itu sempit. Biasanya orang tuanya saling kenal. Ga perlu mikir networking yg gimana-gimana karena udah dibangun duluan bahkan sejak masih bayi wkwk
@KarinaShen54587@FarouqSh@meneiamen di jurnal itu tertulis kalau aspek pelaksanaannya ada pro dan kontra karena distribusi kekuasaan yg belum stabil di tingkatan desa itu sendiri. Bukan karna PKI nya. Sinting baca jurnal kaya baca komik stensil.