Karena ngajiku masih cetek, liat akun-akun agamis yang gampang banget nyebut perempuan dengan kata pelacur karena hal kecil yang juga dilakukan laki-laki (tapi laki-laki gak disebut pelacur).. bikin aku kadang mikir emang agama ini agama male centric.. dan itu bikin gak nyaman.
Hukuman untuk kriminalitas anak-anak di negara ini tuh udah harus jadi perhatian lebih ga sih?
Sekarang anak di bawah umur kejahatannya banyak yang ga pantes lagi disebut kenakalan remaja. Nakal tuh ga bunbun orang, nakal tuh ga perkaos orang, nakal tuh ga ngebegal, jadi udah ga bisa lagi disebut sekedar kenakalan. Hukumannya juga udah harus disesuaikan.
@marrooenn Masalah fatherless itu bukti nyata kegagalan didikan dan tanggung jawab laki-laki, kenapa jadi perempuan yang dilabeli negatif? Jangan disamaratakan, nggak semua perempuan begitu, Ada perempuan yang hidupnya berusaha untuk lebih baik walau tanpa peran seorang ayah.
@marrooenn from man to man (apalagi yang udah jadi ayah):
jadi suami dan ayah yang HADIR, biar istri lu ga ada rasa cemburu ke anak perempuan, biar istri lu ga manja ke anak laki, biar anak laki lu bisa kerja dengan bener, biar anak perempuan lu ga gila-gilaan nyari validasi orang
@lynxluna Kalo ngulang s1 pingin bgt bikin judul penelitian,
Pengaruh pola didik ibu kepada anak laki - laki terhadap hilangnya empati dan tanggung jawab suami terhadap pekerjaan domestik dan manajemen konflik dengan istri.
Karena w yakin kalo laki2 brengsek kebanyakan ga di didik apa2
The bitter truth is, ternyata perempuan cuma dilihat dari kemarahannya, tapi saat menerima segalanya, toleransinya, maafnya, maklumnya, dan mengertinya enggak terlihat sama sekali.
Dan kebanyakan cuma fokus pada reaksinya, karena di mata sebagian laki-laki, perempuan hanya manusia egois, berisik, dan suka membesar-besarkan masalah. 🥹