Ada George Soros dibalik Pesta Babi sampai One Piece ??
==========================
Kmrn BBC News Indonesia menurunkan laporan investigasinya yg menunjukan bahwa tokoh utama dan pemeran film Pesta Babi bikinan Dandhy Dwi Laksono yaitu "Mama Yasinta" dibawa ke Jakarta itu selain ada keterlibatan perusahaan Johnlin milik Haji Isam yg menyediakan akomodasinya, juga diduga kuat melibatkan orang BIN (Badan Intelijen Negara) yg terkait dengan partai Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra).
Setelah dibawa ke Jakarta ini pernyataan Mama Yasinta berubah 180 derajat dimana dia lalu menolak semua pernyataannya dalam film Pesta Babi itu bahkan malah menggugat produser film tersebut ke Polda Metro Jaya (Jakarta) dan mengungkapkan kekecewaannya yg merasa cuman dimanfaatkan sepihak oleh produser film Pesta Babi tanpa ada keuntungan bagi dirinya bahkan dia pun tidak jadi dibelikan HP.
-------------------------------
Nah menariknya bila kita amati kasus ini bahkan sampai melibatkan BIN yg merupakan dinas intelijen kita, yg artinya ada sesuatu yg besar dibalik film Pesta Babi ini, tapi apa itu ??
Klo ane rasa sih pemerintah dan para petinggi kita pasti percaya dengan laporan dari "The Grayzone" beberapa waktu lalu, sehingga mereka merasa harus menurunkan dinas intelijen segala.
Nah media "The Grayzone" sendiri beberapa waktu lalu merelease : Bocoran informasi mengungkapkan bahwa OSF milik Soros membantu memicu pemberontakan di Indonesia.
Dibawah ini ane ambil dari kutipan artikel The Grayzone sendiri (dengan sedikit edit biar mudah dipahami) yg pasti membuat parno para elite kita sehingga harus mengerahkan BIN.
-------------------------------
Dalam artikelnya The Grayzone sendiri mengatakan mereka menemukan dokumen rahasia yg mengungkap bagaimana Open Society Foundations (OSF) yang dikelola bilioner yahudi terkenal George Soros bersekongkol untuk mencegah kelanjutan pemerintahan terpilih Indonesia dengan mendanai media oposisi, kelompok aktivis pemuda, dan operasi perang hukum untuk menggulingkan Presiden Prabowo Subianto.
Bocoran dokumen tersebut mengungkapkan bagaimana sejak tahun 2019, OSF mulai menyalurkan sejumlah besar uang ke dalam proyek-proyek yang dirancang untuk mempromosikan “perlawanan dan perbedaan pendapat” terhadap pendahulu Prabowo, Joko “Jokowi” Widodo. Sebagian besar uang ini telah didistribusikan oleh Yayasan Kurawal yang berbasis di Jakarta.
Protes massal "Generasi Z" yang meletus pada Juli 2025 dan berlangsung selama berminggu-minggu dengan simbol bendera anime One-Piece telah dipuji oleh media korporat Barat sebagai inspirasi revolusioner bagi aktivis anti-pemerintah di seluruh dunia, dimana protes ini sebenarnya didanai OSF melalui operator lokalnya Kurawal.
Karena di Jakarta-lah para pengunjuk rasa pertama kali mengibarkan bendera Jolly Roger kartun yang terinspirasi oleh manga Jepang One Piece.
Dalam kumpulan bocoran ini mencatat bahwa jaringan Kurawal aktif di beberapa negara tempat bendera-bendera ini muncul, termasuk dalam protes yang telah menghasilkan perubahan rezim , seperti di Nepal dan berbagai negara lainnya.
Sebuah dokumen Kurawal yang bocor pada Februari 2025 berjudul “Membangun Jembatan, Mengisi Kesenjangan,” menjabarkan rencana strategis yang jelas untuk melakukan perubahan rezim di Indonesia.
Dokumen tersebut dihasilkan Kurawal setelah lima tahun secara sistematis melemahkan pemerintahan Presiden Joko Widodo, dengan memberikan dukungan kepada kelompok masyarakat sipil, aktor gerakan sosial, dan para pemimpin pemikiran serta para penggerak perubahan yang tidak ragu-ragu dalam isu-isu yang sensitif secara politik.
Kurawal juga membiayai media lokal untuk mempromosikan kisah-kisah dugaan pelanggaran dan penyalahgunaan kekuasaan lainnya oleh pihak berwenang. Misalnya, organisasi tersebut mensponsori serangkaian laporan mendalam tentang kasus korupsi dan kebrutalan polisi di media kepentingan publik terkemuka, yang dikombinasikan dengan kampanye media sosial sambil membentuk koalisi nasional untuk reformasi kepolisian untuk meningkatkan tekanan publik.
Sebagai contoh, pada tahun 2021, Kurawal meluncurkan TempoWitness yg tentu saja adalah aliasi Tempo Media, sebuah portal daring yang mengklaim menghubungkan jurnalis warga di tingkat komunitas dengan media arus utama lokal dan nasional. Sedangkan media Tempo Media telah menjadi wahana untuk serangan terhadap jurnalis independen yang mempertanyakan pendanaan Barat terhadap media anti-pemerintah dan LSM di Indonesia.
Note : Tempo Media secara terbuka pernah mengakui mereka memang menerima pendanaan dari OSF Soros melalui investasi MDIF di New-York. Tapi Tempo sendiri menclaim pemberitaan mereka tidak terpengaruh hal ini.
Kurawal juga mensponsori film dokumenter, fotografi, dan seni eksperimental di Indonesia. Tujuannya adalah untuk “mendorong aksi dari warga dan masyarakat. Termasuk film Dandhy Dwi Laksono sebelumnya yaitu "Dirty Vote" untuk menjegal naiknya Jokowi dan Prabowo Subianto.
Bahkan dalam gerakan barunya OSF dan jaringan Kurawal menggunakan senjata hukum untuk melawan otoritarianisme dengan garda depannya adalah Yayasan Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) yg juga menerima hibah dari OSF. Hal ini bermula saat kerusuhan Agustus 2025 yg menyerang dan menjarah rumah para anggota DPR. Yg diclaim sebagai gejolak terbesar di Indonesia sejak penggulingan diktator Suharto yang didukung CIA pada tahun 1998.
Semua hal ini dimotivasi oleh pengaruh politik dan ekonomi Indonesia yang semakin besar tapi bergeser ke arah Multipolarisme ala BRICS yg tentunya tidak disukai para elite politik Barat. Jokowi dan Prabowo juga membuat geram kekuatan elite politik Barat dengan menolak klaim tentang "genosida" di Xinjiang, menolak mengakui Israel, mendorong perdamaian di Ukraina dengan keuntungan dikubu Rusia.
-------------------------------
Tapi perlu diperhatikan juga media macam "The Grayzone" ini adalah media kontraversial juga yg lebih condong pro Rusia, Cina, dan aliansinya serta sering membela rezim otoriter Global South yg menantang dominasi Amerika dan Barat.
Banyak penulis dan staf The Grayzone memiliki riwayat bekerja untuk media pemerintah Rusia (seperti RT dan Sputnik) atau media pemerintah Iran. Penyelidikan dari media arus utama, juga mengungkap adanya pembayaran dari jaringan media pemerintah Iran dan Rusia kepada editor The Grayzone. Bahkan banyak pengamat cyber dan politik global menuduh "The Grayzone" ini sebenarnya digerakan oleh dinas intelijen Rusia, Cina, dan Iran untuk menyebarkan propaganda di negara dunia ke 3 untuk menguntungkan mereka.
-------------------------------
Sumur : https://t.co/6jZn9pN378
https://t.co/B6UFhuAGMi
https://t.co/5KMMvE7oJQ
https://t.co/vp0RptXIIt?
https://t.co/YoFGzcCL5e
Mungkin banyak orang yg tidak menyadari apa dampak kenaikan Pertamax yg drastis dan tiba-tiba tanpa pemberitahuan pemerintah terlebih dahulu kali ini, karena mereka merasa gak pake Pertamax atau udah pake motor atau mobil listrik.
Tapi sebenarnya dampak kenaikan Pertamax ini sebenarnya akan jadi efek domino beberapa waktu kedepan yg akan memukul kita semua, kenapa ??
-----------------------------------------
1. Saat Pertamax harganya melambung tinggi dan tiba-tiba maka banyak orang maupun perusahaan akhirnya tidak siap dengan perubahan harga ini.
-----------------------------------------
2. Akibatnya pasti akan banyak orang kaya atau pengusaha yg akan switch ke Pertalite yg jauh lebih murah dan terjangkau.
-----------------------------------------
3. Dengan banyaknya orang yg secara tiba-tiba berpindah ke Pertalite ini hasilnya akan membuat permintaan Pertalite meledak tiba-tiba.
-----------------------------------------
4. Padahal seperti yg diketahui Pertalite itu qoutanya terbatas karena subsidi, jadi stok di SPBU pasti akan cepet habis.
-----------------------------------------
5. Dimana semua ini akan membuat Pertalite langka dan akan memunculkan antrian panjang semua masyarakat yg berebut migas murah ini. Dan memunculkan pengetatan untuk pembelian Pertalite baik berdasarkan plat nomer sampai jenis motor dan mobilnya.
-----------------------------------------
6. Dengan semakin ketat dan semakin panjang antrian maka waktu yg terbuang cuman untuk antri di pom bensin akan semakin lama. Tapi klo gak mau ngantri maka gak akan kebagian migas murah.
-----------------------------------------
7. Akhirnya banyak pengusaha logistik yg tidak punya banyak waktu untuk antri lama atau gak bisa beli Pertalite karena pengetatan aturan, terpaksa harus beli Pertamax yg mahal.
-----------------------------------------
8. Karena para pengusaha logistik terpaksa beli Pertamax yg mahal maka harga angkut barang akan meningkat.
-----------------------------------------
9. Dengan meningkatnya harga angkut barang udah pasti akan mendongkrak naik harga semua barang-barang dipasar.
-----------------------------------------
10. Kenaikan harga akan menjadi inflasi yg akan dirasakan semua pihak.
-----------------------------------------
11. Inflasi yg tinggi mau gak mau harus ditahan dengan pencabutan subsidi termasuk subsidi listrik juga selain subsidi BBM juga.
-----------------------------------------
12. Dampaknya harga listrik terutama yg memiliki KHW besar yg biasa digunakan untuk charger mobil atau motor listrik pun akan kena imbasnya.
-----------------------------------------
13. Akan semakin marak munculnya "black market Pertalite" dimana migas ini akan yg diselundupkan ketempat lain yg lebih langka karena harganya lebih mahal, dislewengkan penggunaannya dari yg aslinya Pertalite susbisidi dijual ke sektor industri, sampai di jual eceren pinggir jalan ala warung madura tapi dengan harga yg lebih tinggi. Kebocoroan subsidi terjadi dimana-mana.
-----------------------------------------
14. Pertamina pun akhirnya karena gak sanggup menahan qouta dan suplay Pertalite akhirnya akan memotong subsidi Pertalite juga. Dimana akhirnya harga Pertalite akan naik juga.
-----------------------------------------
15. Naiknya Pertalite membuat :
- semua harga barang semakin naik lagi,
- tukang ojol akan mengurangi narik yg berdampak pada turunnya pendapat mereka, yg akan diikuti kenaikan harga ojek, kirim paket, kirim makanan, dll
- kenaikan harga berbagai moda transportasi umum dan logistik,
- para petani dan nelayan akan berkurang produksinya karena harga BBM untuk perahu dan mesin padi tambah mahal,
- para pengusaha akan melakukan efesiensi besar-besaran yg artinya PHK masal,
- Bank Indonesia akan menaikan suku bunga untuk menjegal inflasi,
- naiknya suku bunga akan membuat kenaikan bunga kredit dari pinjol sampai KPR kena.
- akhirnya semua orang akan merasakan dampaknya gak hanya pemakai Pertamax saja.
Akhirnya benar ramalan profesor "Steve Hanke" dari Universitas Johns Hopkins kmrn, yaitu : Upaya presiden Prabowo Subianto memperketat kran eksport menjadi cuman di urus PT DSI (Danantara Sumberdaya Indonesia), justru membuat investor kabur.
Dan menariknya investor yg kabur duluan justru kebanyakan dari Cina, mereka juga menunda pembelian Batubara kita karena beranggapan iklim investasi dan eksport kita absurd. Padahal Cina ini pasar terbesar kita menjual Batubara selain India.
Dimana aturan pemerintah kerap berubah tidak jelas dan Prabowo tidak memperdulikan dampak eksport 1 keran semacam ini, padahal pejabat Indonesia itu terkenal sangat korup.
Jadi bila kontrol eksport Batubara cuman dari 1 kran dan semuanya dikelola pejabat Indonesia hal itu bisa menjadi proyek bancakan mega-korupsi lagi karena praktek monopoli, dan swasta gak bisa lagi bersaing menjual harga Batubara Indonesia dengan kompetitif.
Dan hal ini semakin terlihat jelas munculnya seruan "Sell Indonesia" di bursa saham Asia yg semakin merontokan IHSG dan Rupiah kita karena para investor asing2 beramai-ramai menjual aset dan hengkang dari Indonesia.
Well Prabowonomic ini benar-benar kacau. We are doomed 😱😱😱
Menukar Kebebasan demi Kekayaan : Kisah Cally Kwong & Harga Mahal Kemajuan China 🇨🇳
========================
Kenalkan, ini adalah Cally Kwong (鄺美雲), seorang penyanyi dan selebritas legendaris asal Hong Kong. Kisah hidupnya adalah cerminan paling nyata dari realitas politik di China hari ini.
🛑 Tahun 1989 : Kepalan tangannya terangkat di udara. Di depan ribuan massa pro-demokrasi Hong Kong, ia bernyanyi dan menyerukan dukungan penuh untuk mahasiswa di Lapangan Tiananmen yang sedang melawan rezim otoriter Partai Komunis China (PKC). Saat itu, ia adalah simbol perlawanan yang meneriakkan betapa indahnya kebebasan dan demokrasi.
🛑 Hari Ini: Tangannya kembali terangkat. Namun kali ini, bukan kepalan tangan perlawanan, melainkan mengibarkan bendera Partai Komunis China—rezim yang sama yang dulu memberangus teman-teman aktivisnya. Di depan bocah-bocah pramuka calon kader Partai Komunis Cina, ia kini menyerukan betapa hebatnya pemerintahan Komunis.
Cally Kwong telah berubah total : dari seorang penyanyi aktivis pro-demokrasi menjadi anggota Kongres Rakyat Nasional (DPR-nya Partai Komunis China).
Mengapa? Karena saat ini, ia adalah seorang pengusaha miliarder dan sosialita sukses yang kekayaannya ditopang penuh oleh dukungan PKC. Setelah ia membuang idealismenya dan berhenti mengkritik pemerintah, ia justru diangkat menjadi salah satu "corong" propaganda paling elit di sana.
----------------------------------------
🤝 "Kontrak Sosial" Berdarah ala Deng Xiaoping
Fenomena Cally Kwong bukanlah hal aneh. Ini adalah cerminan dari "kontrak sosial" tak tertulis di China yaitu :
🛑 Rakyat menukar kebebasan berbicara, kebebasan mengkritik, dan kebebasan memilih, demi jaminan kemakmuran ekonomi.
Strategi ini dirancang oleh Deng Xiaoping pasca-tragedi pembantaian Tiananmen 1989. Menyadari bahwa rakyat bisa memberontak kalau perut mereka lapar, Deng membuat kebijakan radikal : membuka pintu untuk investor asing seluas-luasnya, namun memberangus total semua bentuk protes politik.
Artinya, ratusan juta rakyat China disulap menjadi "komoditas" buruh murah yang disiplin demi merayu investor asing.
🛑 Syarat mutlaknya ?
Buruh dan rakyat dilarang keras protes !
Investor asing jelas mencari tenaga kerja murah dan patuh untuk memaksimalkan cuan. Siapa pun buruh atau aktivis yang berani demo menuntut kenaikan gaji atau mengkritik kebijakan Deng Xiaoping, siap-siap saja hilang diculik, dikirim ke kamp "pendidikan ulang", atau berakhir di depan regu tembak.
----------------------------------------
🏭 Rantai Pasok Global dan Alih Teknologi
Taktik kejam namun pragmatis dari Deng Xiaoping ini berbuah sangat manis. Karena tergiur oleh tenaga kerja murah yang "bebas demo minta kesejahteran", negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Jepang, dan Korea Selatan berlomba-lomba memindahkan pabrik mereka ke China.
Dari sinilah fondasi kemajuan raksasa China terbangun melalui transfer teknologi:
* Tanpa ekosistem manufaktur Apple (AS) yang dibangun di sana, China akan kesulitan menciptakan rantai pasok mandiri untuk merek lokal seperti Huawei, Xiaomi, dan Oppo.
* Tanpa berdirinya Giga-Factory Tesla (AS) di Shanghai, pabrikan lokal seperti BYD tidak akan bisa menjiplak dan mempercepat ekosistem mobil listrik mereka sehebat sekarang.
* Tanpa invasi perusahaan raksasa seperti Sony (Jepang) dan Samsung (Korsel), China tidak akan memiliki fondasi industri elektronik dan chip yang kuat.
----------------------------------------
⚖️ Pertanyaan untuk Kita di Indonesia
Harga yang harus dibayar rakyat China untuk melihat negaranya memiliki kereta cepat, gedung pencakar langit, dan teknologi canggih sangatlah mahal. Sampai detik ini (di era Xi Jinping), mereka dilarang keras memaki pemerintah, mengkritik kebijakan negara, atau menyuarakan protes sosial. Kalau nekat, nyawa atau kebebasan pribadi jadi taruhannya—bukan sekadar disiram air keras atau dipenjara beberapa bulan.
Kini, mari kita berkaca. Kita sering mengeluh betapa berisik, lambat, dan semrawutnya demokrasi kita. Namun, di sini kita masih bisa berdebat bebas, memaki pejabat di medsos, atau turun ke jalan saat ada kebijakan yang merugikan.
🇮🇩 Nah, pertanyaannya : Siapkah orang Indonesia membuang kebebasan berpendapat dan hak demokrasinya, lalu hidup dalam ketakutan di bawah rezim otoriter bertangan besi, semata-mata demi mengejar kemajuan ekonomi dan infrastruktur yang megah seperti Cina ??
Beberapa hari ini rupiah akhirnya jebol menjadi Rp 18.000 per dollar Amerika.
Mungkin banyak orang gak sadar apa dampaknya kenaikan dollar ini bagi mereka, toh gajih mereka dalam rupiah bukan dalam dollar. Apalagi presiden kita juga sempat ngomong orang desa tidak perlu dollar. Dan para mentri pada hore-hore karena beranggapan wisatawan akan semakin banyak ke Indonesia karena rupiah semakin murah.
Tapi sebenarnya secara realnya dengan jebolnya rupiah ini membuat nilai real rupiah tergerus dalam. Yg artinya klo gajih kamu 4 juta sebulan, maka nilai gajih kamu sekarang sebenarnya tinggal 3,5 juta alias berkurang 500 ribu rupiah.
Hal ini tidak langsung terasa, tapi lambat laun barang yg kamu beli terutama barang yg harus impor akan terasa semakin mahal karena nilai gajihmu berkurang 500 ribu. Seperti harga langganan netflix, topup game, hp dan elektronik yg brended impor akan semakin mahal. Bahkan klo pemerintah gak kuat dan menarik subsidi harga bensin dan solar juga akan naik.
Nah untuk menjaga nilai gajih kamu tetap 4 juta seperti saat 1 dollar masih 16.000 maka gajih kamu harus menjadi 4,5 juta rupiah disaat 1 dollar sudah jadi 18.000 sekarang ini.
Cuman masalahnya klo kamu serta jutaan karyawan lainnya saat ini demo menuntut kenaikan gajih tambahan 500.000 maka hal ini akan mengerek harga kebutuhan pokok naik drastis mengikuti kenaikan gajihmu.
Yg artinya sama juga bohong gajih naik tapi harga-harga barang juga naik. Harusnya demonya jangan menuntut kenaikan gajih tapi menuntut agar pemerintah bisa menurunkan nilai dollar.
Seorang influencer dari Cina bernama “Liang Man” menuai kecaman global karena saat datang berwisata ke Bali, dia menipu tukang gojek lokal.
Liang Man pada awalnya memesan jasa gojek kemudian menawarkan imbalan uang tambahan bila tukang gojek tersebut mau bertingkah konyol dan direkam sebagai bahan konten lucu medsosnya.
Saat sudah selesai Liang Man menyerahkan sejumlah uang yg dia claim sebagai mata uang Yen Jepang kepada tukang gojek tersebut. Tapi saat tukang gojek tersebut mencoba menukarkan dan membelanjakannya uang tersebut gak laku.
Hal ini karena uang jepang yg diserahkan “Liang Man” ini sebenarnya adalah uang roh yg biasanya dipakai sebagai persembahan bagi para leluhur orang Cina yg biasanya dibakar, jadi bukan uang asli.
Liang Man sendiri merekam hal ini secara diam-diam kemudian melarikan diri saat ketahuan bahwa uang yg dia berikan adalah palsu. Dimana semua ini adalah setingan untuk konten pranknya yg membuatnya terkenal di Cina.
Aksi konten prank influencer Cina ini langsung mengundang kemarahan para netizen global terutama dari Jepang yg beranggapan tindakan Liang Man benar2 memalukan dan tidak pantas. Sedangkan para netizen Indonesia kayaknya belum tahu berita ini.
Apes memang jadi orang Indonesia, udah ekonomi sulit karena pemerintah yg bodoh dan korup, sekarang malah di prank influencer asing biadab.🙄🙄
Prabowo Subianto kayaknya harus menyiapkan 100 peti mati dulu, sebelum ngebual tentang ekonomi "Prabonomic" ala Keynesian.
=========================
Salah satu kelemahan fatal dari sistem ekonomi yang berbau ala-ala komunis atau "Keynesian" atau @prabowo menyebutnya Prabonomic —di mana negara bebas melakukan intervensi total terhadap ekonomi dan kebijakan moneter—adalah faktor korupsi.
Konsep negara mengontrol ekonomi secara penuh (seperti yang terlihat dari arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto saat ini) sebenarnya sah-sah saja dan bisa sukses besar seperti China modern.
⚠️ Tapi syarat utamanya harus terpenuhi dulu, yaitu : Negara harus bisa menekan Korupsi seminimal mungkin, mendekati ke angka nol !
-------------------------------------
⚰️ Kisah 100 Peti Mati Zhu Rongji
Para pemimpin China sudah lama sadar bahwa kontrol ekonomi yang tersentralisasi di tangan negara bisa menjadi bencana mematikan jika pejabatnya bermental maling.
Itulah sebabnya, mantan Perdana Menteri China, "Zhu Rongji" (senior dari Xi Jinping), pernah melontarkan salah satu ancaman paling legendaris dalam sejarah pemberantasan korupsi Cina :
"Berikan saya 100 peti mati! 99 peti akan saya siapkan untuk para koruptor, dan 1 peti sisa akan saya pakai untuk diri saya sendiri jika saya terbukti ikut korupsi!"
Sejak era Zhu Rongji, China tidak main-main. Eksekusi mati bagi koruptor kelas kakap benar-benar diterapkan untuk memastikan uang negara yang dikontrol penuh itu benar-benar jadi pabrik, infrastruktur, dan kemajuan teknologi, bukan masuk ke kantong pejabat.
-------------------------------------
🇮🇩 Hantu Inflasi Orde-Lama
Bagaimana dengan Indonesia? Kita sebenarnya punya trauma sejarah yang sangat kelam soal ini.
Di era Orde Lama dulu, Presiden Soekarno dan rezimnya memegang kontrol absolut atas ekonomi dan bank sentral. Sayangnya, rezim saat itu sangat korup, elitenya hedonis, dan uang negara dihamburkan tanpa perhitungan matang.
Hasilnya? Bencana hiperinflasi nasional! Uang jadi tidak berharga, masyarakat kelaparan, dan pengangguran meledak di mana-mana.
-------------------------------------
⚠️ Resep Bencana di Era Modern ?
Nah, kacaunya hari ini, realita hukum kita berbanding terbalik dengan China. Tingkat korupsi kita masih ugal-ugalan dan hukuman bagi para koruptor (bahkan sekelas menteri) masih sangat ringan, dan sering didiskon.
Di tengah bobroknya mentalitas birokrasi ini, pemerintahan Prabowo justru terlihat ingin menerapkan gaya intervensi negara yang masif. Hal ini terlihat dari pembentukan berbagai instrumen raksasa penyedot anggaran dan kontrol ekonomi, seperti:
🚨 Pemberdayaan Kopdes (Koperasi Desa).
🚨 Pembentukan super-holding BP Danantara (Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara) yang mengonsolidasikan aset ribuan triliun milik BUMN.
🚨 Penerapan UU P2SK yang membuka ruang bagi pemerintah untuk mencampuri independensi Bank Indonesia.
-------------------------------------
📉 Kesimpulannya :
Mencoba menerapkan ekonomi dengan kontrol negara yang dominan, namun di dalam ekosistem pemerintahan yang tingkat korupsinya masih gila-gilaan, adalah sebuah kebodohan dan bunuh-diri.
Jika tidak ada penegakan hukum sebrutal 100 Peti Mati ala Zhu Rongji, instrumen-instrumen ekonomi raksasa ini hanya akan menjadi ladang bancakan korupsi baru, dan menjadi resep sempurna untuk mengulang bencana ekonomi era Orde Lama.
Kesalahan fatal sang ayah dimasa lalu, malah mau diulangi anaknya dijaman ini.
====================
Di masa mudanya (sekitar dekade 1940 hingga 1950-an), ayahanda Presiden Prabowo Subianto, yakni Prof. Soemitro Djojohadikoesoemo, adalah seorang penganut ekonomi "Keynesian" garis keras.
Inti pemikiran beliau saat itu sederhana: "Pemerintah harus turun tangan dan mengontrol langsung (intervensi) roda perekonomian negara."
Dalam konsep ini, Bank Indonesia (BI) diposisikan layaknya "mesin ATM" atau kasir pemerintah. Kalau pemerintah butuh uang untuk proyek dan menyuruh cetak duit sebanyak-banyaknya, BI harus nurut dan tidak boleh membantah. Visi ini diwujudkan oleh Prof. Soemitro dengan merancang UU BI Tahun 1953, yang secara resmi membuat BI tunduk dan bisa diintervensi oleh pemerintah.
------------------------------
Awalnya Disukai, Berujung Bencana 💥
Ide kontrol total ini awalnya sangat disukai oleh Presiden Soekarno dan rezim Orde Lama, karena kekuasaan politik dan ekonomi sepenuhnya ada di tangan Istana.
Namun, seiring berjalannya waktu, Prof. Soemitro menyadari bahwa ia telah menciptakan "monster". Kontrol ekonomi absolut di tangan penguasa justru menjerumuskan Indonesia ke jurang kehancuran. Kenapa? Karena rezim saat itu tidak disiplin, sangat korup, dan menghambur-hamburkan APBN (bahkan ngutang) demi membangun "proyek mercusuar" yang tidak ada nilai ekonominya.
Puncaknya, mesin cetak uang BI terus dipaksa beroperasi siang-malam untuk menambal defisit, yang memicu inflasi gila-gilaan hingga 600 - 1.000% pada pertengahan 1960-an! Ini adalah salah satu rekor inflasi terburuk dalam sejarah dunia modern.
------------------------------
Sang Arsitek Ekonomi yang Berbalik Memberontak ⚔️
Melihat ekonomi negaranya hancur lebur sementara Soekarno sibuk dengan politik konfrontasi (dan sibuk mengejar wanita hingga punya waifu dari Jepang), Prof. Soemitro akhirnya muak. Ia berbalik melawan Soekarno dan bahkan bergabung dengan pemberontakan PRRI/Permesta (yang disokong CIA) pada 1958.
Singkat cerita, setelah Orde Lama tumbang, Prof. Soemitro merombak total doktrin ekonomi masa mudanya. Ia mendidik murid-muridnya (yang kelak dikenal sebagai Mafia Berkeley) untuk memegang prinsip kehati-hatian moneter. Puncak dari kesadaran sejarah ini terjadi pasca-Reformasi, di mana pada era Presiden B.J. Habibie (1999), disahkanlah UU Independensi BI agar bank sentral tidak lagi bisa diintervensi, dicampuri, atau dijadikan sapi perah oleh politisi manapun.
------------------------------
Ironi Sang Anak di Era Modern 🔄
Nah, di sinilah letak kekonyolan sejarahnya. Kesalahan fatal mencampuradukkan politik dan bank sentral yang pernah dilakukan Prof. Soemitro di dekade 1950-an dulu, kini justru dikhawatirkan akan terulang di era anaknya, Presiden Prabowo Subianto.
Melalui kemunculan UU P2SK (Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan) yang baru, independensi BI kembali dipertanyakan. Meski secara tertulis BI tetap disebut independen, UU ini bisa membuat Gubernur BI dipecat sepihak oleh Presiden bila dianggap gak nurut.
Jadi pemerintah akhirnya kembali memiliki celah untuk "menyetir" Bank Indonesia demi membiayai program-program populis raksasa (seperti makan bergizi gratis, kopdes, dll), bukankah ini sama saja kita menekan tombol rewind dan mundur kembali ke zaman kegilaan inflasi Orde Lama dulu?
------------------------------
Sejarah dinegara manapun sudah membuktikan: Saat politisi memegang kunci brankas duit bank sentral, ekonomi negara yang jadi taruhannya !
Itu sebabnya negara besar bahkan sekelas Rusia sampai Amerika Presidennya aja gak bisa mengintervensi Bank Sentralnya cuman bisa maki-maki gubernur The Fed dan CBR doang, tapi gak bisa ngapa-ngapain.
Sedangkan kita malah balik mau ekonomi ala komunis dimana gubernur BI bisa dipecat klo presiden gak suka. We are doomed 😱😱😱
@Stakof According to anthropology : all religions are essentially idolatry. You may think yours isn't like that, but your religion is actually like 6,000 other religions, according to science.
Dadan CS korban persembahan yg sia-sia
====================
Klo menurut ane sih, penangkapan si Dadan CS adalah upaya putus-asa presiden @prabowo Subianto untuk mengembalikan kepercayaan investor ke Indonesia.
---------------------------------
Kenapa ??
Karena seperti yg kita ketahui beberapa lama ini IHSG dan Rupiah kita rontok dengan kinerja sangat buruk. Bahkan saat negara Asean tetangga kita indek saham dan mata uangnya menghijau cuman kita doang yg merah membara.
Hal ini jelas menunjukan faktor pelemahan IHSG dan Rupiah bukan faktor global seperti perang Iran dan krisis migas global, tapi memang masalahnya di dalam Indonesia sendiri yg membuat investor asing pada kabur.
Nah seperti pembahasan kita kmrn investor kabur dari Indonesia itu masalahnya adalah di "trust" atau tingkat kepercayaan kepada pemerintahan Prabowo Subianto yg rendah.
Hal ini membuat walaupun Indonesia gila-gilaan mencetak SBN/SPN dengan tawaran bunga menggiurkan lebih tinggi dari K-note Amerika, hal itu tetap gak akan berguna. Karena dimata investor asing buat apa bunga tinggi klo pemerintahan Prabowo Subianto gak becus menjalankan dan mengelola Indonesia ??
---------------------------------
Masalahnya dimana ??
Nah salah satu hal yg dianggap gak becus oleh investor itu justru adalah program unggulan Prabowo sendiri yaitu MBG yg malah bikin puluhan ribu anak sekolah keracunan, serta jadi ajang korupsi berjemaah, yg sangat nyaring dikritik dan dikecam hampir semua lapisan masyarakat Indonesia.
Makanya Prabowo harus gerak cepat mengembalikan kepercayaan publik dan investor ini, dengan cara membabat kepala dan wakil MBG yg bikin kacau ini dan membersihkan MBG dari korupsi. Dengan harapan hal ini bisa mengembalikan kepercayaan investor asing dan publik Indonesia.
Sayangnya hal itu nampaknya gak berhasil karena hari ini IHSG masih berdarah-darah dan Rupiah malah rontok ke 18 ribu digebukin US Dollar.
---------------------------------
Nah pertanyaan apa yg salah ??
Masalahnya walaupun Dadan CS dikorbakan untuk memperbaiki citra MBG tapi Prabowo Subianto justru mengangkat penggantinya Nanik S Deyang yg dianggap banyak orang juga gak becus dan dianggap sama aja korupnya dengan si Dadang CS.
Apalagi ada laporan dari media bocor alus Tempo Media yg menyebutkan ada kubu2an didalam MBG yaitu kubu IPB (Dadang CS) vs kubu TNI (Nanik CS).
Dimana hal ini membuat pergantian kepala MBG bukan dianggap upaya pembersihan atau perbaikan MBG tapi cuman mengganti "garbage" dengan "trash" alias mengganti sampah dengan sampah lainnya.
---------------------------------
Kesimpulannya ??
Tapi hal ini memang masalah classic si @prabowo Subianto karena presiden kita ini susah percaya dengan orang baru dan sangat menghargai loyalitas pengikutnya dimasa susah walaupun pengikutnya ini bloon.
Dimana walaupun si Nanik gak punya kapabilitas dan kualitas dalam ngurusin MBG tapi dia memang salah satu orang lama circle Prabowo dan loyalisnya dimasa susah. Beda dengan Amien Rais yg justru menghianati Prabowo dan hengkang ke kubu Abah Anies saat Prabowo diramal akan kalah lagi pemilu 2024 lalu yg akhirnya jadi antiklimaks karena Paduka Jokowi dan Lord Luhut justru datang membawa keajaiban ke kubu Prabowo Subianto setelah ribut dengan Mak Banteng yg NPD.
Tapi sayangnya walaupun sudah dikasih menang, ternyata kualitas Prabowo Subianto juga masih bermasalah sehingga investor malah kabur atau bahasa solo nya Capital flight.
Ketika polisi Inggris lebih penting melindungi imigran asing dan membiarkan warga pribumi mati.
==================
Kmrn di Inggris terjadi kasus pembunuhan yg mendapatkan kecaman orang-orang di Eropa, terutama kecaman dari para penduduk pribumi Inggris sendiri. Yaitu kasus pembunuhan "Henry Nowak"
Kasus ini sendiri bermula saat seorang mahasiswa bernama Henry Nowak menegur seorang imigran bernama Vickrum Digwa yg petantang-petenteng membawa senjata tajam di area publik yg menurut hukum tidak diperbolehkan di Inggris. Gak terima dengan teguran itu Vickrum Digwa menyerang Henry Nowak dengan menusuknya sebanyak 5x.
------------------
Nah plotwistnya yg bikin rame adalah : saat polisi datang ke TKP, alih2 menangkap imigran Vickrum Digwa, polisi justru menangkap Henry Nowak yg tengah sekarat. Henry Nowak yg sudah sekarat kemudian meminta tolong kepada pihak kepolisian agar dipanggilkan ambulance terlebih dahulu karena dirinya terluka ditusuk oleh Vickrum Digwa.
Tapi pihak kepolisian Inggris justru tidak percaya dan lebih percaya dengan ucapan Vickrum Digwa dan ibunya yg mengatakan bahwa Henry Nowak berbahaya karena berlaku rasis dan menyerang mereka duluan.
Sehingga akhirnya Henry Nowak justru dibergol dan digelandang pihak kepolisian Inggris. Akibat dari kebodohan pihak kepolisian Inggris ini Henry Nowak akhirnya meninggal dunia kehabisan darah.
Sedangkan Vickrum Digwa bersama ibunya malah dilepaskan karena dianggap sebagai korban rasisme.
------------------
Dalam penyelidikan lanjutan diketahui bahwa Henry Nowak ditikam menggunakan pisau kirpan yg merupakan pisau khas kaum Sikh, India. Nah pisau kirpan ini pada awalnya disembunyikan oleh ibunya Vickrum Digwa sebagai perlengkapan upacara Sikh. Yg membuat polisi Inggris segan mempertanyakan tentang pisau ini.
Selain itu pernyataan kepolisian Inggris yg cenderung membela para imigran ini yg justru membolehkan membawa pisau kirpan sebagai penghormatan kepada budaya para imigran, justru dikecam luas oleh warga Inggris lainnya. Karena sesuai hukum di Inggris siapapun yg membawa senjata tajam di area publik akan ditangkap karena masuk pidana.
Akibat dari kematian "Henry Nowak" dan blundernya polisi Inggris yg semakin bertindak tidak adil yg cenderung melindungi para imigran tapi malah berlaku keras kepada para pribumi Inggris sendiri. Hal ini akhirnya pecah menjadi kerusuhan di Southampton, dan dibeberapa kota lainnya di Inggris sejak kmrn sampai hari ini (tadi malam waktu Indonesia).
Sehingga memaksa pihak elite politik Inggris menginstruksikan penangkapan Vickrum Digwa bersama Ibunya yg akan didakwa dengan pasal pembunuhan dengan ancaman 21 tahun penjara. Untuk meredakan kemarahan warga lokal Inggris dan Eropa yg semakin sengit menyoroti kasus ini.
------------------
Photo : Henry Nowak (korban), Vickrum Digwa bersama ibunya (pelaku), tampang Polisi tolol Inggris yg justru menangkap Henry Nowak (nama dirahasiakan karena takut diserang kaum patriot dan politikus sayap kanan), dan barbuk pisau kirpan Sikh yg digunakan untuk menusuk Henry Nowak.
Di Balik "Drama" Kunjungan Luar Negeri Prabowo : Benarkah Cuma Jalan-Jalan dan plesiran doang ? ✈️🌍
=========================
Beberapa saat ini timeline ane lagi ramai banget bahas kunjungan luar negeri Presiden @prabowo .
Isu ini awalnya dilemparkan oleh Dino Patti Djalal dan barisan oposisi yang menuduh Prabowo cuma "aji mumpung" liburan gratis pakai fasilitas negara. Di sisi lain, Setkab Teddy dan pendukung pemerintah membalasnya dengan ketus. Sehingga meletus perang sengit buzzer oposisi vs pemerintah di medsos.
Tapi jujur, ane lebih tertarik ngebahas agenda rahasia di balik lawatan kenegaraan yang super padat ini.
Kalau dibilang Prabowo cuma mau "aji mumpung" plesiran, rasanya menurut ane agak kurang pas, kenapa ?? Prabowo Subianto itu sejak kecil udah malang-melintang hidup, sekolah, dan besar di Eropa. Urusan keliling dunia mah beliau pasti udah bosen banget. Beda cerita kalau ane yang orang kampung ini yang jadi presiden, pasti mumpung bisa jalan-jalan gratis wkwkwk 🤣
---------------------------------------
Nah, kalau kita bedah datanya, fokus kunjungan Prabowo ini sebenarnya sangat intens ke Eropa (Prancis, Inggris, Rusia, dan banyak negara Eropa lainnya). *Kenapa harus Eropa?*
Jawabannya adalah:
⚔️ Membaca Arah Perang Dagang Global
Bagi yang belum tahu, saat ini sedang mendidih potensi Perang Dagang Jilid II, tapi kali ini antara Eropa vs China.
---------------------------------------
Nah perang ini berawal karena :
1. Barang-barang China (seperti mobil listrik BYD, elektronik Xiaomi, Huawei, dll) yang dilarang masuk Amerika, sekarang dibelokkan dan membanjiri pasar Eropa.
2. Akibatnya, industri otomotif dan teknologi Eropa megap-megap. Eropa diprediksi bisa tekor (defisit) ratusan miliar hingga 1 Triliun Euro melawan China!
3. Nggak terima pasarnya diobrak-abrik, Komisi Uni Eropa berencana menaikkan tarif bea masuk barang China secara gila-gilaan (persis gaya Amerika).
4. Beijing pun ngamuk dan mengancam akan melakukan serangan balasan.
---------------------------------------
Di sinilah posisi Indonesia (dan Prabowo) jadi sangat krusial! 🇮🇩*
Eropa mau ngajak perang dagang sama China, tapi mereka punya satu kelemahan fatal yaitu :
Eropa butuh mineral kritis dan Rare Earth Elements (REE) untuk industri masa depan mereka, dan rantai pasok itu dikuasai China.
Nah salah satu mineral paling vital itu adalah Nikel.
Kita (Indonesia) adalah raja Nikel dunia, meski pabrik smelter kita masih banyak dikuasai perusahaan China.
Jadi, kunjungan Prabowo ke Eropa—terutama Prancis sebagai pentolan Uni Eropa—itu adalah manuver negosiasi tingkat tinggi.
---------------------------------------
Logika barter diplomasinya kira-kira begini:
Ente (Eropa) kan butuh pasokan Nikel dari kami untuk lepas dari ketergantungan China? Boleh saja. Tapi sebagai gantinya, cabut banned dan biarkan produk CPO (Sawit) Indonesia masuk lagi ke pasar Eropa secara bebas!
Seperti yang kita tahu, selama ini kelapa sawit kita sering dijegal dan dibanned oleh Uni Eropa dengan dalih merusak lingkungan. Padahal ini adalah komuditas andalan kita untuk mendongkrak pendapatan kita klo gak mau kita berakhir jadi Indonistan yg miskin dan bodoh.
Nah saat inilah adalah momen negoisasi dan serangan balik yang pas kepada Eropa
---------------------------------------
Faktor Penyelamat Rupiah 💵
Selain urusan barter Nikel vs Sawit, kunjungan ini juga soal survival ekonomi kita. Karena seperti tulisan ane sebelumnya, Rupiah kita lagi babak belur karena banyak investor asing kabur memindahkan uangnya ke Amerika akibat suku bunga yang tinggi dari T-note Amerika mengalahkan SBN/SPN.
Melihat fenomena *capital flight* ini, Prabowo banting setir mencari investor pengganti dari Eropa. Makanya beliau sangat intens merayu para pemimpin dan pengusaha benua biru tersebut.
---------------------------------------
Jadi Kesimpulannya:
Manuver ini jauh lebih besar dan lebih kompleks dari sekadar "kunjungan plesiran" seperti tuduhan kaum oposisi. Tapi sayangnya, strategi geopolitik sekeren ini juga gagal dijelaskan dengan elegan oleh pihak Istana ke publik, sehingga yang ramai di medsos cuma debat kusirnya doang tanpa paham apa tujuannya. ☕♟️
Bismmilah komisariat Pertamini 🤣🤣🤣