Data Menkeu Purbaya .
Anggaran 71T. Buat MBG 13T .
Buat administrasi biokrasi 58T .
Jadi MBG itu bikan buat Siswa tapi buat gedien perut para Pejabat .
Masih mau dilanjut MBG nya nih pak @prabowo ?
LIVE TERKINI...!!!
RATUSAN RIBU POLISI
BERSIAGA DI JOGJA
Jalan menuju UGM ditutup
REKTOR nya juga sdh PERGI
INTINYA KALO MEMANG IJAZAHNYA JOKOWI CUNGKRING ASLI KENAPA REKTOR UGM HARUS PERGI DAN JLN MENUJU UGM DITUTUP
JADI KESIMPULANNYA BENAR ADANYA IJAZAHNYA JOKOWI PALSU
tragedi di jakarta, bandung, dan malang adalah bukti nyata kalo POLISI dan TNI memang gak punya basic pendidikan kemiliteran yang seharusnya mereka PUNYA.
orang dongo mana yang ngancam, membentak, bahkan memukul TIM MEDIS??? emang aneh.
Sepertinya pemerintah dan TNI masuk jebakan geng SOP (Solo+Oligarki+Parcok) lewat framing revisi UU TNI.
Jika TNI sdh lemah dan dibenci rakyat lewat jebakan framing tsb maka semua sudah selesai !!!
Orang Jakarta pasti paham, ini hotel mahalnya kayak apa. Gunanya ada gedung DPR apa? Ini anggaran siapa yg dipakai? Katanya efisiensi? Dan kenapa buru2 sampai harus banget di hotel? Urgensinya apa? Yang terpenting: kenapa tdk terbuka?
@RajaJuliAntoni Menteri kehutanan sedang bekerja❌
Menteri kehutanan sedang kesentil✅
Ceramah dari Anies Baswedan di masjid kampus UGM bikin menteri kehutanan kegerahan macam cacing kepanasan.
Share seluas mungkin untuk memberikan dukungan moral kepada Presiden @prabowo
Kalau Presiden tidak instruksikan Jaksa Agung untuk menggelar sidang terbuka dan @KejaksaanRI tidak panggil AHOK dan mantan Dirut Pertamina WIDYA PURNAMA, maka akan terang benderang bahwa Presiden Prabowo belum sungguh-sungguh sepenuh hati MEMBERANTAS KORUPSI di Indonesia.
Saya sudah lama mendengarkan lewat pembicaraan tertutup bhw DIA mengakui bahwa tidak akan menang kalau tidak didukung mentornya bersama ologarki dan parcok - mari berhenti berharap adanya perbaikan.
Akhirnya “cita-cita” dia Indonesia bubar 2030 bisa jadi kenyataan
Kepada Yth,
Bapak Presiden @prabowo
Ketua Umum Partai @Gerindra
Izinkan kami menyampaikan pikiran dan sudut pandangan kami sebagai rakyat yang mencintai Presidennya dan berharap nama Kepala Negaranya tetap baik dimata dunia.
Nominasi Jokowi oleh Lembaga Internasional OCCRP sama halnya dengan kenyataan Jokowi dilahirkan dari rahim Sudjiatmi, itu bukanlah pilihan. Itu realita yang sudah terjadi yang tidak bisa ditarik mundur.
Faktanya kini dunia telah mendengar, mencatat dan melekatkan itu sebagai “Image of Indonesian Government”. Tentu saja bersamaan dengan itu jua mereka akan meletakan “trust in integrity and credibility” pemerintah Indonesia saat ini atas kesungguhannya melaksanakan penegakan hukum terhadap Jokowi.
Suka atau tidak suka itulah portofolio yang dituntut mata dunia dari bukti “clean governance” pemerintahan Prabowo Subianto.
Pak Presiden kini berada pada sebuah “persimpangan jalan” sudut pandang dunia yang mengharuskan Bapak memilih arah, apakah Pemerintah Indonesia saat ini layak untuk dipertimbangkan dan diperhitungkan sebagai mitra yang sehat dalam pergaulan internasional, atau sebaliknya.
Melindungi Jokowi dari sebuah proses pengadilan yang independen untuk mempertanggung jawabkan segala tuduhan yang dialamatkan kepadanya akan menjadi preseden buruk bagi citra Presiden Indonesia saat ini dimata dunia, sebuah pertaruhan besar yang tidak layak untuk diperjudikan, dan tidak ada nilai budi yang layak ditunaikan untuk itu.
Di pundak pak Prabowo kini terpikul kewajiban yang jauh lebih mulia, yakni masa depan bangsa dan kemajuan negara yang lebih baik, bukan masa depan keluarga Jokowi dan Dinasti masa lalunya.
Kisah Jokowi kini sudah selesai. Biarkan itu menjadi masa silam bagi generasi masa mendatang untuk belajar menjadi lebih baik dari para pendahulunya, memperbaiki anak tangga demokrasi yang telah patah, menjernihkan dasar persatuan bangsa dari residu politik yang kotor serta memperbaiki pilar konstitusi yang keropos digerogoti kekuasaan yang korup.
Semoga pak Prabowo senantiasa diberikan keteguhan hati, kebesaran jiwa dan keberanian untuk tetap berada ditengah-tengah rakyat, membela kepentingan rakyat, berjuang dan hidup mati bersama rakyat.
“NEGARA POLISI” INDONESIA
Kemenangan “Partai Coklat” di Jawa Tengah membuat publik heran dan bertanya, kok bisa Jawa Tengah memilih Paslon yang sehari sebelum pencoblosan, anggotanya melakukan pembunuhan terhadap siswa SMA? Beragam spekulasi, opini, hingga caci maki pun dialamatkan ke warga Jawa tengah. Mungkin memang benar, bahwa kucuran bansos menjadi salah satu pengaruh signifikan atas menangnya Partai Coklat. Namun, ada hal lain yang lebih mengkhawatirkan.
Selain adanya dugaan intimidasi yang dilakukan oleh Kepala Desa, ada sesuatu yang tumbuh selama kepemimpinan Jokowi.
Pada masa kepemimpinan Jokowi, instansi kepolisian makin terlihat hancur, korup, bahkan dengan terang-terangan menjadi beking para oligarki dalam merampas tanah rakyat.
Kebobrokan instansi kepolisian di atas baru permulaan, dari sesuatu yang kita harapkan tidak akan pernah terjadi di Indonesia. Apakah itu?
-Sebuah Esai-