Di thre@ds lagi rame masalah LGBT. Sebagai dokter kita tidak boleh meng generalisir semua LGBT melakukan seks berbahaya dan menyebarkan HIV.
Itu tidak benar, perilaku seks berbahaya bukan identik dengan orientasi homoseksual, heteroseksual pun ada yg melakukan seks berbahaya.
"Pasien saya yang LGBT kena HIV, makanya jangan LGBT"
"Pasien saya yang Batak kena darah tinggi, makanya jangan jadi Batak"
Kira2 seperti inilah analogi edukasi kesehatan yang salah.
emosi kali tadi di demo anjing, banyak yang ngeluarin teriak2an homophobic, sexist anjing ….. langsung kite marahin di tempat anjing orgnya, masa ada yang teriak “PUKULIN BOTI” or some shit like that anjing ngentot emosi gue
terlalu ngeremehin rasa sakit orang lain, nyatanya di lapangan banyak banget kasus orang sampai desprade dan depresi klinis karena diselingkuhi atau patah hati. luka asmara itu nyata, bisa mengubah sifat, dan bikin trauma mendalam, jadi sama sekali bukan hal remeh.
I honestly dont get why some people are hating on this... kalau ada orang yang mau ngobrol sama aku berjamjam without any distraction aku mah seneng ya :// romance is dead omg
"This isnt sweet" mungkin kamu terbiasa melihat act of love sebatas bentuk benda doang??
jahat. ghosting menurut aku salah satu bentuk komunikasi paling jahat sih :(
apalagi kalo sebelumnya intens, sering ngobrol, bikin orang nyaman, terus tiba-tiba hilang gitu aja without any explanation. mungkin keliatannya sepele buat yang ninggalin, tapi buat yang ditinggal itu bisa jadi kepikiran lama banget.
disappearing without explanation itu bisa ninggalin seseorang dengan banyak banget pertanyaan di kepala mereka sendiri. “aku salah apa ya?”, “kurang apa?”, “did i do something wrong?” and honestly… that feeling sucks.
personally, aku selalu usahain kasih closure ke orang. not because i owe everyone my energy, but because i respect their feelings. aku gamau ninggalin seseorang dengan penuh tanda tanya dan nyalahin dirinya sendiri cuma karena aku gak bisa ngomong jujur.
even a simple “i don’t think we should continue this anymore” itu jauh lebih manusiawi dibanding ngilang tiba-tiba.
karena at the end of the day, being honest might hurt someone for a moment, but ghosting hurts them while making them question their worth. and i never want to make someone feel that way :(
Setuju, kak! Secara psikologis, orang yang milih ghosting daripada kasih closure biasanya punya avoidant attachment style atau conflict avoidance. Mereka gak siap secara emosional buat ngadepin konfrontasi/rasa bersalah, jadi milih kabur. Padahal dampaknya jahat bgt. 🧠💔