Kita boleh berbeda dalam doa, tapi jangan sampai berbeda dalam kemanusiaan.
Karena pada akhirnya kita semua berpijak di tanah yang sama. Menghirup udara yang sama. Menyaksikan matahari yang sama.
Dan ketika bencana datang, kita belajar bahwa tidak ada manusia yang benar-benar bisa berdiri sendirian.
Bangkit NTT!
Teman-teman, berita tentang NTT mulai redup, para penyintas masih sangat perlu uluran tangan. Mari kita arahkan fokus ke sana.
Ketika kami tiba, masyarakat demikian antusias menyambut, bahkan dalam antrian BBM yang panjang, kami didahulukan, agar bisa segera menyapa para korban 🥲
Dulu beliau memperjuangkan rakyat PATI,,
saat ini beliau sedang memperjuangkan keadilan bagi rakyat,UU perampasan aset koruptor dan hukum mati koruptor,
TUHAN,,lindungilah dia dan keluarganya dri tangan2 jahat,,kabulkanlah niat baiknya demi bangsa ini🙏🙏
Sadis.. Fathimah buat Qodari seperti adek-adekan diajarin bagaimana cara berdialetika mengikuti cara berpikir lawan bicara..
Qodari pun langsung ngeles pembicaraan diluar topik 🤣🤣🤣
🚨🎙️ Pep Guardiola on Kai Havertz escaping a red card against Burnley:
“How is this not a red card for Kai Havertz? For me, it is very clear. Everybody watching football can see it. The referee maybe misses it in real time, okay, that can happen, but VAR looked at it again and still decided nothing was wrong? I honestly don’t understand anymore.
Kai Havertz should have been sent off, no doubt about it. Burnley are fighting relegation, every single point matters for them, and decisions like this completely change games. Maybe if another team made that challenge, it’s an automatic red card. So why is this different?
People talk every week about consistency in the Premier League, but where is the consistency here? Arsenal are in the title race and suddenly these decisions appear. I don’t want to say too much, but sometimes it feels like certain clubs are protected more than others.
Burnley are trying to survive in this league and they deserved fairness tonight. This league is becoming very difficult to understand. For me, Kai Havertz should absolutely have received a red card.”
🚨🎙️| Wayne Rooney:
“People always say I hate Arsenal, but I actually don’t. What I hate is inconsistency in football. Every single week we’re told referees will protect players and punish dangerous tackles, but then when it’s Arsenal, suddenly the rules change.
I watched that Kai Havertz challenge again and honestly, if that was any other club, especially a mid-table side, it’s a straight red card without hesitation. No debates, no excuses, no long VAR checks trying to save the decision. But because it’s Arsenal, the referee found a way around it.
That’s what frustrates fans across the league. People are scared to say it because Arsenal supporters immediately think it’s hate or jealousy, but it’s not. It’s about fairness. You can’t spend all season talking about standards and then ignore a clear sending off because of the badge on the shirt.
And then Arsenal fans wonder why rival supporters complain. You can’t ask for consistency while benefiting from inconsistent decisions every other week. For me, Kai Havertz was lucky to stay on the pitch, very lucky.”
Yang pasti, beliau sebagai Presiden saat itu tidak pernah denial. Beliau tahu ini ada problem. Krisis depan mata. Rupiah melemah. Dan kami sedang bekerja keras mencari solusi. Beliau juga kasih kepastian: bulan depan, kami usahakan situasi akan membaik. The best President ever.
Guys, ini plot twist kasus LCC Kalbar controversy makin liar sih.
Awalnya publik fokus ke polemik acara dan keputusan jurinya.
Eh sekarang malah naik level: dua juri digugat ke Central Jakarta District Court.
Penggugatnya juga bukan orang sembarangan, tapi David Tobing.
Tuntutannya juga lumayan keras:
- dua juri diminta diberhentikan dari jabatan di People’s Consultative Assembly of Indonesia
- minta maaf terbuka di media nasional
- bahkan gugatan juga nyeret Ketua People’s Consultative Assembly of Indonesia, Ahmad Muzani
Ini yang bikin publik makin geleng-geleng:
kasus yang awalnya terlihat seperti polemik biasa sekarang berubah jadi drama hukum nasional.
Dan kalau lihat rekam jejak David Tobing, dia memang bukan tipe yang cuma ngomong di media lalu hilang.
Dia pernah terlibat di:
Business Competition Supervisory Commission of Indonesia
proses seleksi Ombudsman of the Republic of Indonesia
pernah juga menggugat Rocky Gerung
dan Raffi Ahmad saat isu protokol kesehatan dulu
Respek dg peserta yg dg sopan memperjuangkan yg dia pikir benar. Artikulasinya juga jelas.
Memalukan buat dewan juri dan penyokongnya yg abai dan cenderung sewenang-wenang.
Padahal ada tayangannya. Era medsos bung, kan malah jadi blunder bagi juri dan panitia 👎
Yang lagi viral... seorang gadis hebat, pintar, berani bicara kritis dan berani mengoreksi.
Tidak salah SMAN 1 Pontianak memilihnya sebagai juru bicara tim Cerdas Cermat 4 Pilah MPR.
Langkahnya terhenti atas sikap dan keputusan dewan juri yang tidak fair jawabannya dianggap salah padahal benar.