Dulu waktu SD, ada teman sekelas cowok yang gayanya feminin banget, sebut saja namanya Asep. Nyaris setiap hari dia diejek (sori) bencong.
Pada suatu hari, saat perjalanan pulang sekolah, saya melihat Asep sedang dirundung oleh beberapa anak lelaki. Beberapa orang memegangi tangannya, dua orang sedang berusaha melorotkan celananya.
Tanpa pikir panjang saya berlari menghampiri, memukul anak lelaki pertama. Segera saja terjadi perkelahian. Lima anak lelaki melawan seorang anak perempuan.
Perkelahian usai setelah ada orang dewasa yang melerai.
Tentu saja saat itu saya babak belur, tapi yang penting Asep selamat. Saya mengantar sampai pintu rumahnya, memastikan tidak ada lagi yang mengganggunya.
Sejak saat itu kami berteman baik. Pertemanan antara anak lelaki yang kemayu seperti perempuan dengan anak perempuan yang tomboi dan liar seperti anak lelaki.
Saat ia meninggal karena sakit 2 tahun kemudian, saya bersedih selama berbulan-bulan.
Ketika masuk SMP dan belajar karate, pelatih bertanya tentang motivasi kami. Seketika ingatan tentang Asep berkelebat, dengan mata berkaca saya menjawab, "Agar bisa melindungi orang-orang yang saya sayangi."
@ecommurz Komdigi kalau punya nyali ga cuma omon-omon doank, itu Cloudflare blokir tuh. Ayo blokir, sekalian latihan uji nyali sebelum blokir judi online. Kan belum punya nyali tuh.
@lattebiscoff@cebon666 ajggg
gua pernah beli di ibu itu dengan sangat penuh iba karna melihat muka ibu itu yg tampak lelah, ternyata gua sendiri yg perlu di kasihani -__-
@0tk0il Ngalah sama terlalu mudah menolong (gampang kasian) jaman sekarang mah makin di manfaatin. Lama-lama pada dateng kalo perluperlu aja sambil ekting memelas..
Udah beres urusan ya minggat, dateng lg pas perlu. Gitu terus siklunya hahahasyuuuu...