Karangan bunga dari TKN Fanta berbunyi:
"๐๐ฆ๐ญ๐ข๐ฎ๐ข๐ต ๐ข๐ต๐ข๐ด ๐ฅ๐ช๐ญ๐ข๐ฏ๐ต๐ช๐ฌ๐ฏ๐บ๐ข ๐๐ฐ๐ฎ๐ช๐ด๐ข๐ณ๐ช๐ด ๐๐ฏ๐ฅ๐ฆ๐ฑ๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ฆ๐ฏ ๐๐ ๐๐ฆ๐ณ๐ต๐ข๐ฎ๐ช๐ฏ๐ข ๐๐ข๐ต๐ณ๐ข ๐๐ช๐ข๐จ๐ข ๐๐ช๐ต๐ช ๐ก๐ข๐ฉ๐ณ๐ข ๐๐จ๐ฉ๐ฏ๐ช๐ข (๐๐ด๐ต๐ณ๐ช ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช ๐. ๐๐ณ๐ช๐ฆ๐ง ๐๐ฐ๐ด๐บ๐ช๐ฅ ๐๐ข๐ด๐ข๐ฏ)."
Mereka sendiri yang menulis alasannya. Bukan kompetensi. Tapi identitas: ๐ช๐ด๐ต๐ณ๐ช ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช.
Siti Zahra adalah istri Komandan TKN Fanta Prabowo-Gibran, Arief Rosyid yang mundur dari kursi komisaris BSI demi memenangkan Prabowo. Suami lepas satu kursi BUMN untuk kampanye. Istri dapat kursi BUMN yang lebih besar sebagai gantinya.
Resmi menjabat: 1 Februari 2024. Prabowo baru dilantik Oktober 2024. Balas budinya lebih cepat dari pelantikan presidennya.
Situasinya: Pertamina Patra Niaga sedang diusut Kejagung atas korupsi tata kelola minyak mentah 2018โ2023 dengan kerugian negara Rp 193,7 triliun. Perusahaan sebesar dan serawan ini butuh komisaris pengawas yang kompeten.
Tapi yang duduk di sana: lulusan Arsitektur Interior UI, tanpa satu pun rekam jejak di industri energi.
๐
Gibran ini beneran kosong ya.
Jadi, dia lagi kunjungan ke Gorontalo. Ada sesi ngobrol sama petani. Petani itu cerita kalo ada kendala ketika panen. Nah, kata petani yg jadi masalah itu jalan buat combinenya belum ada, shg harus mikul tangganya.
Tapi malah ditangkep sama Gibran, kalo combine harvesternya itu dipikul. Lah, combine kan traktor gede ya, mana ada dipikul. Petaninya jadi bingung sendiri.
Kocak bener wapres kayak gini.
๐ญ๐
pengen marah sekaligus sedih bgt anjirlah
kita tau ibunya (bu Ijah) berusaha untuk tersenyum depan kamera sambil ngitung duitnya tapi hatinya pasti tersayat-sayat ๐ฅบ
bayangin aja perjuangannya NGAJAR 40 TAHUN pas pensiun cuman dihargai 414 RIBU ๐ฅฒ
bayangin ini jalur resmi masuk Pertamina lewat BPS tesnya puanjanggg dan soalnya susah gila. kalo lu ga pinter, cerdas, kritis, bahasa inggrisnya bagus, paham isu terkini terkait bidang yg didaftarin, dan lainnya ga bakalan mungkin lolos. tiba-tiba ada bocah 27 tahun jalur fast track timses jadi komisaris yg gajinya bisa nyentuh 200jt sebulan like what the hhhh..???
pantes prabowo keras kepala
BEM UI demo cuma ada 5 tuntutan
jubirnya laporan ada 20 tuntutan
dan salah satunya menutup sekolah rakyat, gilaa ini fitnah atau laporan palsu
Pak Darmadi menanyakan Kulifikasi yg dibutuhkan Manajer KDMP.
Darmadi : "Ini manajer yg dicari ini manajer umum atau ada spesialisasinya"
KemenKop : "umum"
Darmadi : " berarti harus menguasai, FINANCE, ACCOUNTING, MARKETING dan STM(Sains Teknologi dan Masyatakat)."
"Kalo cari qualified menguasai semua, saya nggak yakin 3bln, you kasih 1bln pelatihan pun nggak mempean dan nggak efektif pak"
Ya gimana pak...diajarinya Kicau Mania๐ญ
Sakit sakit ya Pak, semoga segala kesusahan/kesengsaraan banyak orang jadi tanggung jawabmu.
Dan semoga hukuman atas banyaknya kesengsaraan tidak hanya diberikan waktu di akhirat, tetapi juga saat dirimu masih di dunia.
presiden terburuk dalam sejarah
presiden paling gak punya adab.
presiden paling maniac pakai buzzer
presiden paling kotor cara berpolitiknya.
hidup serba kalahan.
dari angkatan bersenjata dipecat.
rumah tangga berantakan.
pilpres 4x kalah terus.
jadi presiden dibenci rakyat karena ulah sendiri.
sekarang main presiden presidenan biar bisa pidato padahal isinya gak mutu.
hidup dikelilingi penjilat. figuratively & literally.
dasar tua bangka sakit jiwa.
Enteng bener seorang Presiden ngomong 'Ndasmu' dilanjut 'Emang gue pikirin' di sebuah forum resmi dan mendapat tepuk tangan dari yg mendengar.
Pemimpin tanpa etika yg dipilih oleh orang orang yg tak punya etika dan nalar.
Please @UNICEF , @UNICEFIndonesia , @kpp_pa and @KPAI_official , protect Indonesian children!!
Children are the future of our nation. They should never become shields for those in power, tools of propaganda, or symbols used to build support for any government policy.
Indonesia's Child Protection Law (Law No. 35 of 2014), Article 15, clearly states that every child has the right to be protected from abuse and exploitation in political activities. This principle exists because children deserve to grow up free from political manipulation and exploitation.
When elementary school children are brought to public demonstrations, asked to carry signs, chant slogans, or serve as symbols of support for a government program, we must ask a simple but important question: Who is truly being protected the children, or political interests?
Children are not born to carry the burden of adult politics. They are born to learn, to play, to dream, and to grow. They are not mature enough to fully understand political issues or to give informed consent to participate in activities with political implications. That is precisely why the law existsโto protect them from being used to advance the interests of others. If a government program is truly beneficial, its success should speak for itself. Public trust should be built through transparency, accountability, and measurable resultsโnot by placing children at the center of political messaging.
Children's voices should never be used as loudspeakers for political agendas. Their small hands should be holding books, not protest signs. We respectfully urge @UNICEF and @kpp_pa to take this matter seriously. We call for an independent investigation into the reported involvement of children in political demonstrations and for appropriate action to ensure that every child's rights are protected in accordance with Indonesia's Child Protection Law.
Protect Indonesian children. Because when childhood is exploited, it is not only a child who is harmedโit is the future of an entire nation.