Saya sedih dengan kericuhan yang ada.
Saya sedih juga kebebasan bermedsos,
bagi semua orang dibatasi.
Dipukul rata.
Rasanya, negara memandang semua orang
sama mental dan cara pandangnya.
Saat-saat seperti ini, saya butuh bacaan yang mencerahkan.
Pemilu kali ini mengajarkanku untuk tidak akan pernah fanatik pada siapa pun pemimpin di masa depan. Agar kalau menang tidak merasa besar kepala dan kalau kalah bisa menerima. Kita cuma ujung tombak bagi mereka yang ingin berkuasa.
Jika fanatik, bisa dijadikan senjata mereka.