Lo tau Casimiro Miguel? Seorang streamer asal Brasil yang beli hak siar Piala Dunia dan nayangin seluruh pertandingannya di YouTube-nya secara gratis?
Dia berani keluar modal besar buat beli lisensi hak siar Piala Dunia langsung dari FIFA, dia tayangin ke-104 pertandingannya secara gratis di YouTube channel-nya CazeTV, dan dari situ berhasil kumpulkan sekitar R$2 miliar atau lebih dari Rp4 triliun dari sponsor. Casimiro sengaja menyiarkan seluruh pertandingan Piala Dunia secara gratis sebagai tamparan keras untuk model tv berbayar yang mahal dan ekslusif, yang semakin lama semakin mahal untuk dijangkau masyarakat. Jadi Caze TV ia buat untuk demokratisasi akses untuk bisa dinikmati secara gratis oleh rakyat Brasil.
Tapi buat ngerti kenapa itu bisa terjadi, kita harus mundur dulu ke 2020.
Waktu pandemi, Globo, stasiun TV terbesar di Brasil, revenue-nya anjlok parah. Sementara di waktu yang sama, mereka punya kontrak dengan FIFA senilai US$90 juta untuk hak siar Piala Dunia. Alih-alih bayar, mereka milih minta renegosiasi ke FIFA. FIFA jelas nolak keras, bahkan ngancem bakal bawa kasus ini ke pengadilan Swiss.
Globo meladenin ancaman itu dan bawa ke jalur hukum, dan mereka berhasil menang untuk tunda bayar. Tapi kemenangan itu punya harga yang mahal: ujungnya Globo kehilangan eksklusivitas hak siar digital mereka.
Di saat yang sama, ada anak dari Rio de Janeiro yang karirnya dimulai dari magang di stasiun TV, kerjanya ngadmin akun Twitter stasiun TV tsb. Namanya Casimiro Miguel.
Pas pandemi dia mulai live streaming dengan gaya yang beda, santai, jujur, sama sekali nggak dibuat-buat. Dan lambat laun, penontonnya berkembang hingga jutaan. Sampai Globo sendiri pernah nawarin dia kontrak untuk program di stasiun TV-nya. Dia tolak, karena di internet dia bisa bebas bicara apa aja dan ngelakuin apa aja.
Dan waktu celah itu terbuka, Casimiro bersama partner-nya LiveMode langsung memanfaatkan situasi dengan negosiasi langsung ke FIFA, beli hak siar digital Piala Dunia, dan lahirlah CazéTV.
Piala Dunia 2026, CazeTV pegang semua hak siar ke-104 pertandingan dan nayangin semuanya gratis di YouTube dia. Globo? Cuma kebagian 52 laga doang, setengah turnamen pun nggak nyampe.
Pertama kali sejak 1982, Brazil nonton Piala Dunia bukan lewat Globo. Ini jadi salah satu cerita paling iconic di Brasil, dimana seorang admin twitter yang banting stir jadi streamer berhasil ngalahin stasiun TV terbesar di negaranya 🥹
#FeelEveryGoal | @toshibatv_id
A few months back, I published this guide on how to remember everything you read.
Re-sharing it here for anyone who finds these protocols useful.
(1/11)
NYESEL BANGETTT DI USIA 28 BARU TAU INI 🥹🥹
1. Sering lemes : Vitamin B12
2. Mudah sakit : Vitamin C
3. Tulang lemah : Calcium
4. Susah tidur : Magnesium
5. Kulit kering : Vitamin E
6. Jerawatan : Zinc
7. Mata capek : Vitamin A
8. Sering pusing : Zat Besi
9. Rambut rontok : Biotin (B7)
10. Gampang capek : Vitamin B Complex
SAVE AJA DULU SIAPA TAU BUTUH‼️
Fans tim lain udah pasrah liat klasemen.
Ini ada fans tim yg last season finish 15th, tapi masih bisa nemu bahan cari ribut sama peringkat 1.
MUFC, we're really something else 😂
Sex sebelum nikah merugikan kedua belah pihak, resiko cewe juga lebih gede karena bisa hamil.
Tapi secara hormonal, efeknya sama sama buruk.
Bikin adiksi, jadi gabisa lepas antara satu sama lain, sekalipun hubungannya toxic.
Bikin depresi, karena hormon yang rilis saat sex bikin kita bahagia sesaat, pas kelar, dopamin langsung ngedrop, bikin badmood, nyesel, mempertanyaan self worth dan harga diri.
Sumpah, sex se-nggak worth it itu. Mending pacaran sewajarnya aja, ke rental PS main Resident Evil Requiem.
Kalau bisnis sepi biasanya masalahnya di Marketing
Kalau rame tapi yg beli sedikit biasanya masalahnya di Sales
Kalau rame, banyak yg beli, tapi ga ada repeat order biasanya masalahnya di produk
Kalau rame, banyak yg beli, repeat order, tapi rugi, biasanya masalahnya di management atau accounting
Di bisnis yang kalian handle, masalahnya ada dimana?
KENAPA swedia melakukan hal ini?
• Setelah 10 tahun lebih fokus ke digital, Swedia sekarang mutusin buat balik lagi pakai buku cetak. Tablet dan layar mulai dikurangin porsinya.
• Nggak tanggung-tanggung, mereka keluarin duit lebih dari €100 juta (sekitar Rp1,6 triliun lebih!) buat pengadaan buku teks ini.
• Ternyata hasil riset di sana nunjukin kalau keseringan natap layar di kelas bikin fokus siswa buyar, kemampuan baca menurun, dan jadi susah mikir kritis.
• Membaca di layar itu butuh usaha mental yang lebih berat dan banyak distraksi. Beda sama buku fisik yang bikin pikiran lebih tenang dan fokus.
• Sekarang, buku cetak wajib ada buat semua mata pelajaran inti. Gadget masih boleh dipakai, tapi cuma buat pendamping aja, bukan jadi yang utama lagi.
• Swedia pengen buktiin kalau teknologia emang keren, tapi urusan belajar mendalam dan daya ingat, cara "jadul" pakai kertas ternyata masih jauh lebih efektif.