From the Netherlands to Jogja.
Jop van der Avert arrives as a defender built for battles, winning duels, and protecting the line. Ruthless in defense.
A new challenge begins. A new wall is formed.
Welkom, Jop van der Avert! 🔵⚪️
#PSIMJogja#StrongerThanEver
Dear Coach Justin,
Tolong berhenti cuci tangan dengan bilang bahwa lo itu cuma rakyat jelata, cuma netizen biasa kayak kita-kita. No, you’re not, Coach. Lo tahu lo bukan netizen biasa.
Lo salah satu pundit paling berpengaruh di negeri ini. Lo punya posisi, pengaruh dan power dalam membentuk bahkan membelokkan arah narasi publik. Lo bukan netizen biasa seperti yang berkali-kali lo claim, lo orang yang didengerin. Opini lo bisa jadi bahan diskusi nasional.
Lo juga punya akses ke lingkaran dalam federasi, lo sendiri bahkan pernah bilang bahwa Pak Erick sempat diskusi sama lo soal rencana pergantian Shin Tae-Yong ke pelatih asal Belanda. Lo sendiri yang ngomong itu di salah satu podcast.
Jadi gue tanya, “rakyat jelata” atau "netizen biasa" macam apa yang dimintai pendapat langsung oleh pejabat tertinggi federasi sepak bola kita? Come on, Coach. Mereka di atas dengerin lo. Minimal, mereka pertimbangin apa yang lo ucapin.
Makanya lucu ketika sekarang lo mendadak main aman, ngaku cuma netizen biasa begitu situasi mulai gak berpihak ke lo. Begitu argumen lo mulai mentah di lapangan, lo mundur dan seolah lepas tanggung jawab. Padahal dari awal, lo juga ikut nyalain sumbu opini publik. Secara sadar atau gak sadar, Lo telah membantu dalam membentuk persepsi itu, dan lo tahu efek domino-nya.
Jadi jangan pura-pura netral sekarang.
Jangan pura-pura gak tahu apa-apa. Karena faktanya, lo punya andil dalam semua kekacauan ini, Coach.