Gaada yg tau emang bakal dibawa kemana alur idup
Cukup berikan yang terbaik yang kamu bisa dan percayain semua sama Allah
Kehendak Allah mesti yang terbaik buat kamu
Lamine Yamal on Lionel Messi after Spain’s FIFA World Cup triumph over Argentina.
🗣️ Lamine Yamal: “Tonight I lifted the World Cup for Spain, but I also experienced something I’ll tell my children one day. The man who once held me as a baby was standing on the other side of the pitch, fighting for the same dream. Football has a beautiful way of bringing stories full circle.”
“When I looked at Messi after the final whistle, I didn’t just see an opponent. I saw the player who made millions of kids, including me, believe football could be art. I saw the man whose videos I watched over and over, trying to copy things that nobody else could do.”
“I know this defeat will hurt him. You don’t play with that much passion, carry your country again and again, and lose a World Cup final without feeling pain. Even in defeat, he kept demanding the ball, creating chances and refusing to stop believing. That’s what champions do.”
“People will talk about Spain winning this World Cup, and they should. But they’ll also remember that, at an age when most legends have already retired, Messi was still making the world’s best defenders panic every time he touched the ball. That’s extraordinary.”
“The photo of Messi bathing me became one of football’s most iconic images. Today we took another picture together, but this time I could thank him face to face. Without players like him, kids like me wouldn’t dare dream this big.”
“One day another generation will replace mine too. That’s football. But there will never be another Lionel Messi. Records can be broken and trophies can be won, but inspiring an entire generation to fall in love with the game is something only a few people in history will ever achieve.”
“Tonight belongs to Spain. Tomorrow, the debates will continue. But my respect for Lionel Messi will never change. He didn’t need to win this final to prove who he is. For me, he’ll always be one of the greatest players football has ever seen, and sharing the pitch with him was a privilege I’ll carry for the rest of my life.”
Kemarin hingga hari ini, saya berdiskusi cukup intens dg sahabat yg alumnus psikologi
Tanggapannya sederhana “itulah kenapa, pantang bahas kesusahan (terutama ekonomi) ke anak.”
Kok bisa?
Hmmm. Sepertinya saya akan buat tulisan terkait ini dg perspektif psikologi+kriminologi
Gua kaget pas tahu bahwa ternyata kebiasaan olahraga gua ternyata bakal ngaruh ke anak
Gua nemu satu penelitian di BMC Pediatrics yang melibatkan lebih dari 1.000 anak dan orang tuanya. Yang diteliti bukan cuma anaknya, tapi kebiasaan olahraga orang tuanya.
Hasilnya bikin gue cukup terkejut. Anak punya 57% kemungkinan lebih besar untuk rutin aktivitas fisik kalau orang tuanya juga rutin berolahraga. Yang lebih menarik adalah efeknya paling kuat kalau yang aktif itu ibunya. Bukan karena anak disuruh. Bukan karena anak dipaksa. Tapi karena anak melihat dan meniru.
Penelitian ini juga nunjukin kalau tingkat aktivitas orang tuanya itu minimal 150–300 menit per minggu dengan intensitas sedang–berat untuk punya anak dengan aktivitas fisik yang juga oke.
Masuk akal juga sih, karena anak itu tajam banget ngeliat contoh.
Gue bakal mulai fokus olahraga duluan, bukan buat jadi orang tua sempurna, tapi buat jadi contoh yang konsisten.
Karena ternyata, kebiasaan sehat itu bukan diwariskan lewat kata-kata, tapi lewat apa yang anak lihat setiap hari di rumah.
Jadi untuk yang sudah jadi orang tua, yuk gas olahraga!
Sepertinya kamu lupa, biarkan hari ini aku mengingatkan kembali.
Sampai saat ini, kamu sudah melewati banyak hal yang dulu kamu kira akan mematahkanmu.
Sampai hari ini, Kamu terus berusaha tersenyum, meski di dalam dada ada beban yang kamu pikul sendirian.
Kamu bertahan di hari-hari yang kamu pikir tidak akan sanggup kamu lewati.
Kamu sudah berusaha kuat untuk waktu yang lama. Saking lamanya, kamu sampai lupa sudah sejauh apa kamu sudah berjalan.
Kalau hari ini tubuhmu minta
Istirahat, istirahatlah. kamu tidak perlu menanggung semuanya sendirian. Kamu boleh minta ditemani. Kamu boleh minta bantuan. Kamu boleh berkata, aku capek.
Walau kamu merasa rapuh, percayalah tetap ada doamu yang sampai, meski suaramu pelan.
Jadi kalau belakangan ini belum ada yang bilang, biar aku yang bilang.
Aku bangga sama kamu.
Teruslah berjalan, teman. meski langkahmu pelan. Kamu tidak tertinggal. kamu sedang melakukan semua yang kamu mampu.
Kamu sudah berusaha sebaik mungkin setiap hari, dan itu sudah lebih dari cukup.
Berikut video analisa Dr. Dino Patti Djalal mengenai "9 Pelajaran Penting dari Tsunami 2004 utk Penanganan Banjir Sumatra". Silahkan disimak & bantu sebarkan kpd Pemerintah, aparat, publik, korban & keluarganya. Media boleh kutip freely. @prabowo@SBYudhoyono@fpcindo@BNPB_Indonesia #banjirsumatra
Ya Allah,
ampuni kelalaian kami.
kami abai menjaga titipan-Mu.
kami menukar rimbun dengan rupiah.
kami mengganti akar dengan aspal.
kami lupa setiap pohon adalah penahan deras air dan murkanya.
Ya Allah
ringankan duka saudara kami di tanah sumatera.
selamatkan yang masih hilang.
sehatkan yang terluka.
kuatkan yang berduka.
cukupkan logistik.
lapangkan jalan para relawan.
tenangkan langit.
pulihkan Bumi yang retak.
Ya Allah
titipkan rasa gentar pada dada para pemimpin kami.
buka mata mereka pada hitungan yang jujur.
Betapa bencana melahap anggaran dan nyawa yang
lebih mahal dari uang receh masuk dari pembantaian hutan.
teguhkan aturan yang melindungi sungai, bukit, dan hutan.
tutup celah perusakan.
jauhkan hati dari suap dan tipu daya.
berikan keberanian untuk berkata cukup.
berikan keteguhan untuk menindak tegas.
Ya Allah
ajari kami kembali menanam.
menguatkan akar di halaman sendiri.
menjaga tepi sungai.
memulihkan lereng.
mendidik anak anak agar mencintai pohon rimbun.
jadikan kebijakan yang lahir esok hari berpihak pada bumi.
jadikan kami rakyat yang jujur,
pemimpin yang amanah,
negeri yang selamat
Ya Allah
izinkan hutan tumbuh kembali
dan hati kami tumbuh bersama rimbunnya
Aamiin.
Parenting itu sebenernya selalu tentang orang tuanya dan bukan tentang anak.
Pengen anak sabar, ortu dulu yg hrs belajar utk ngontrol emosi dan ngasih contoh mengekspresikan emosi dgn sehat.
Pengen anak makan sayur, ortu hrs makan sayur. Pgn anak suka baca, ortu kudu baca juga.
5 atau 10 tahun yg lalu ada yg sangat berharap, mendukung, memuji2 agar jadi pemimpin, skrng dicela2 & pesimis dahulu, semoga tidak ada yg seperti ini ya, kita doakan yg terbaik untuk pemimpin, awali dgn doa yg baik
baru aja nemu kalimat;
tidak ada adzan di tahajud, karena memang 'By Invitation Only'.
terus aku sedih, dah lama ga tahajud, padahal aku sering dapat notif tahajud tapi dilewati gitu aja.
Pada anak dengan speech delay, “puasa” penggunaan gadget selama 6 bulan, terbukti meningkatkan kemampuan bahasanya.
Baca buku sejak bayi terbukti menurunkan risiko speech delay, meningkatkan kosa kata hingga 350x LIPAT, & mencerdaskan. 🧠
Studi: Ayah yang setiap harinya menghabiskan waktu minimal 2 jam dengan anak (ganti popok, kasih susu, dan bermain) menjadi faktor PELINDUNG dari terjadinya gangguan sosio-emosional pada anak: berbohong, tidak sabaran, & tidak mampu fokus.
Panggilan kepada seluruh Ayah 📣
Liat podcast 1 jam lebih kata yang sering muncul "mamaku... mamaku... mamaku.. mamaku... mamaku..."
So, buat kalian para cewe, kejarlah pendidikan setinggi mungkin yaa...
Dan jadilah madrasah yang baik bagi anakmu nanti.
Boleh nggak sih ngerjain anak kecil sampai nangis?
Kan sesekali doang, habis itu minta maaf?
Jadi begini…
DISCLAIMER:
1. Saya ga akan ngatur cara parenting.
2. Saya ga akan ngatur cara interaksi sama anak.
Saya cuma ngasitau apa yang terjadi di pikiran anak.