Orang Dekat Prabowo di Kasus Jaksa-Polisi
Presiden Prabowo menggelar rapat tertutup secara maraton ketika kasus korupsi Febrie Adriansyah bergulir. Ada peran Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad. Dalam rapat itu, muncul gagasan mengganti Kepala Polri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan kekhawatiran Kepala Negara akan terjadi pembangkangan.
Simak bocoran selengkapnya di YouTube Tempodotco dan Spotify Bocor Alus Politik. Tayang premiere hari Sabtu, 18 Juli 2026 pukul 11.00 WIB.
#BocorAlusPolitik #PodcastBAP #PodcastTempo
Di balik tragedi tenggelamnya KLM Nurul Salsa di perairan barat Pulau Polassi, Kepulauan Selayar, ada satu kisah yang membuat banyak orang terdiam: kisah seorang kakek bernama Umar dan cucunya, Naura, 13 tahun. Dalam sebuah foto, Umar tampak duduk di sisi kapal, sementara Naura di sampingnya mengenakan pelampung—pelampung terakhir yang tersisa di kapal itu.
Saat kapal mengalami mati mesin dan cuaca memburuk, para penumpang hanya bisa menunggu bantuan di tengah laut. Di tengah situasi genting itu, Umar memilih menyerahkan pelampung terakhir kepada cucunya, memastikan Naura punya peluang lebih besar untuk selamat, sementara ia tetap tanpa pelampung. Foto mereka diambil hanya beberapa saat sebelum kapal benar-benar tenggelam. Wajah-wajah di atas kapal masih tampak berusaha tenang, seolah semuanya masih bisa dikendalikan, padahal mereka sedang menahan cemas menunggu pertolongan datang.
Umar dan Naura tidak sendirian. Ada empat anggota keluarga lain yang ikut dalam pelayaran itu: Maridaeng (istri Umar), Bau Intang (anak), serta Syahrul Amin (menantu). Mereka berangkat dari Kelurahan Putabangun menuju Benteng Selayar, berharap tiba dengan selamat seperti perjalanan-perjalanan sebelumnya. Di rumah, keluarga menunggu dengan harap cemas. Komunikasi terakhir sempat terjalin lewat telepon saat kapal mengalami masalah mesin. Sekitar pukul 16.00 WITA, sambungan itu terputus, dan sejak saat itu tak ada lagi kabar yang mereka terima.
Sejak hari itu, setiap kabar dari laut terasa seperti mengetuk langsung ke dada keluarga. Saat tim penyelamat mengumumkan korban selamat dan korban yang ditemukan, keluarga menahan napas, berharap nama orang-orang tercinta ada di antara daftar itu. Namun Umar, Naura, dan empat anggota keluarga lainnya masih tercatat dalam daftar yang belum ditemukan.
Operasi pencarian masih terus dilakukan melalui jalur laut dan udara, dengan posko utama dipusatkan di Pulau Jampea agar lebih dekat dengan lokasi kejadian. Setiap gelombang yang disisir adalah harapan baru, bahwa mereka bisa segera ditemukan, apa pun kondisinya.
Kini, foto Umar dan Naura dengan satu pelampung terakhir itu menjadi simbol pengorbanan seorang kakek kepada cucunya. Di tengah ancaman maut, ia tetap memilih melindungi keluarga terlebih dahulu. Kisah ini mengingatkan bahwa di balik angka-angka korban, selalu ada wajah, nama, dan cinta yang tidak akan pernah dilupakan.
Sakit hati banget pas dengar pemaparan Ketua Perpusnas di RDP DPR. Dia cerita kalau karena efisiensi, Perpusnas bahkan nggak punya anggaran untuk mengirim buku ke daerah. Mau daerah perlu dan minta kayak gimana pun ya nggak akan bisa dikasih, lha wong duitnya nggak ada. Kacau.
Presiden hampir mengganti Kapolri. Ada nego-nego soal kasus di Kejaksaan Agung. Sejumlah pengusaha diduga dihubungi seseorang utk mengakui kepemilikan emas dan dolar dalam brangkas itu���
https://t.co/yiGDRVOTrl
Pejabat tidak kompeten
Dikritik gak terima
Doxing dan serangan cyber jadi jurus pamungkasnya.
Mungkin karena sejak era kerajaan terdahulu. Pejabat maunya dilayani tak suka melayani.
Yang bawah yang berkerja untuk yang atas tidak sebaliknya.
Makanya namanya pemerintah bukan pelayan.
Hobinya seremonial dan kasi sambutan.
Kalo dikritik, tersinggungan lalu gas ke wa pribadi menuju doxxing.
Kerja nomer dua, nama baik adalah utama
Kalo melaju pake kendaraan, harus dikasi jalan
Kalo berobat harus dikasi spot terdepan.
👍
Top KOE
SING LIYANE BENG2
Pernyataan Sikap FH UGM terhadap tindakan kepada Mbak @nabiylarisfa .
Siap membantu mengawal dan melaporkan tindakan tersebut, biar ditelusuri ke akar akarnya siapa yg memerintahkan ancaman tersebut..
Harus dilawan!
Kalau perlu wajib PTUN sesuai dgn postingan awal mbak Nabiyla!
Stop intimidasi terhadap jurnalis.
Kontributor jurnalis Project Multatuli, Anggita Raissa, bersama tiga jurnalis dari Konde, Tempo, dan Mongabay, mengalami pengawasan, penolakan, hingga terpaksa dievakuasi saat hendak meliput dampak industri nikel di Pulau Obi, Maluku Utara.
Sungguh pengingat ke diri sendiri betapa pentingnya punya kawan dan jaringan di saat-saat seperti ini. In solidarity, forever. I will never take this for granted.
25 - 30 tahun lalu, orang tua korban urban sprawling harus melepas anaknya sekolah di kota bogor agar anak2nya dapat kualitas pendidikan yang lebih baik. Puluhan anak merah/biru/abu berjejalan di kereta pertama menuju bogor di pukul 06.00 dari stasiun bojong gede. Sendrian atau bersama teman-temannya. Saya sendiri, sejak pindah ke polisi 5 di kelas 4, naik KRL sendirian pulang dan pergi.
.
Netisen sekalian ada yang mengalami era yang sama kah?
.
Semoga pemerintah tidak mengulangi kesalahan yang sama dan berulang, seperti puluhan tahun yang lalu.
Terharu di-support penuh oleh FH UGM baik secara institusional maupun oleh dosen-dosennya seperti Mas Akbar.
Semoga ini jadi pembelajaran untuk pihak-pihak yang suka doxxing sembarangan, bahwa yg mereka lakukan jelas-jelas pelanggaran hukum. Kita bisa lawan!
TOLONG BANTU REPOST / SEBARKAN!
Iwan Ade Saputro (33), melakukan pelecehan seksual terhadap korban saat melakukan wawancara kerja.
Korban yg ditawari pekerjaan sebagai pramusaji dilecehkan dengan dalih pemeriksaan barang bawaan.
Jika melihat atau memiliki informasi tentang keberadaan tersangka, segera hubungi kantor polisi terdekat, Call Center Polri 110, atau WA Ditreskrimum Polda DIY:
https://t.co/3jbL6wHyBR
Sebuah langkah balik yg tepat, juga contoh nyata sikap tidak membiarkan setiap usaha penyimpangan demokrasi berlalu begitu saja tanpa ditangkal. Semoga bisa jadi kesadaran bagi semua. Hormat utk bu dosen!
Ngancam doxxing Nabiyla Risfa Izzati itu kombinasi arogansi dan ketololan yang luar biasa.
Dia ini akademisi high-profile, punya jaringan luas, dan banyak orang siap berdiri di belakangnya.
Ayo dukung Nabiyla dan kawal proses hukumnya, bongkar otak di belakangnya.
Kalau dibiarkan, mereka bakal makin menjadi-jadi.
#intinyadeh Icad, admin thekerupuk, ditangkap polisi.
> Pas keluar kos sama istri, tiba2 dicegat ~10 org yg keluar dr rumah RT, ternyata polisi
> Gak liatin surat tugas atau penangkapan
> Maksa utk masuk ke kamar kos, udh minta utk ngobrol di parkiran aja yg lbh publik
(1/3)
Sudah mengirim somasi ke nomor yang mengancam, saya lampirkan juga somasinya secara terbuka melalui twit ini, agar bisa dijadikan periksa oleh pihak terkait.
Silahkan bagi warganet yg mau menggunakan substansi somasinya bila mengalami situasi serupa. Bisa dikirim secara pribadi.