Guys, please take a look!
Bapak Nofiandri, masinis Argo Bromo Anggrek yang kecelakaan beberapa bulan lalu kemarin resmi ditetapin jadi tersangka. Iya, bapak masinis yang waktu pertama kali diminta keterangan gemeter & suaranya bergetar.
Beliau selamat dari kecelakaan, ga ninggalin gerbong, ga lompat keluar buat nyelamatin diri sendiri, tapi sekarang justru jadi tersangka.
Padahal yang dijelasin KNKT hasilnya:
• Ada perubahan sinyal blok tahun 2022
• Masinis KRL lapor nabrak taksi sampe 3 menit krn komunikasi jelek
• Pengatur sinyal KRL & KA jarak jauh beda, bikin komunikasi makin panjang
• KRL telat 8 menit, Argo Bromo lebih awal 3 menit.
Dan sampe sekarang pihak taksi listrik, DJKA, PPKA, bahkan pihak perlintasan ilegal ga kedengeran kabarnya.
Jangan sampe pihak yang seharusnya paling bertanggungjawab justru lolos dari hukuman.
Dan juga jangan sampe sejarah alm Mbah Slamet Suradio di tragedi Bintaro 1987 keulang lagi. Beliau dikambinghitamkan & kehilangan semuanya. Ga cuma kehilangan karier dan masuk penjara, beliau juga kehilangan keluarga & harta benda.
Gong transformasi Jakarta dimulai dari sini. Gw inget banget, orang-orang marah karena jalan menyempit. Pengguna kendaraan pribadi merasa keistimewaannya direnggut.
Siapa yang dulu ikut misuh-misuh jalanan dibelah buat Trans Jakarta?😅
Guys, Leon Hartono baru bikin research yang menurut gue paling jujur dan paling praktis tentang satu pertanyaan yang semua orang lagi tanyakan sekarang.
Rupiah sudah di Rp17.900.
Mau ke mana?
Dan gue harus ngapain?
Leon bahkan bilang langsung:
menurut dia bukan soal apakah rupiah akan ke Rp20.000. Tapi soal kapan.
Dan dari 50-an lebih mata uang yang dia riset selama 20 tahun terakhir dia ketemu jawaban yang sangat menarik.
Pertama mata uang mana yang paling kuat sepanjang sejarah:
Dari seluruh riset itu hanya empat mata uang yang konsisten mengalahkan dolar Amerika di semua periode: 20 tahun, 10 tahun, 5 tahun, dan 1 tahun sekaligus.
Swiss Franc naik 5,65% per tahun terhadap rupiah dalam 20 tahun terakhir.
Singapore Dollar naik 4,26% per tahun dalam 20 tahun terakhir.
Israeli Shekel dan Czech Koruna keduanya juga konsisten di semua periode.
Sementara dolar Amerika sendiri naik rata-rata 2,96% per tahun terhadap rupiah dalam 20 tahun terakhir. Empat mata uang itu mengalahkan dolar di semua jangka waktu.
Dan ini kenapa mereka bisa sekuat itu tiga alasannya:
Satu: inflasi rendah.
Swiss inflasinya antara 0 koma sekian sampai 1-2% per tahun.
Singapura juga begitu.
Indonesia? 3 sampai 4% per tahun.
Dan ini hukum ekonomi dasar: negara dengan inflasi lebih tinggi mata uangnya akan lebih lemah dalam jangka panjang.
Selalu. Tanpa terkecuali.
Dua: surplus neraca berjalan.
Singapura surplusnya sampai 17-18%.
Swiss 6-7%.
Artinya mereka lebih banyak ekspor dari impor sehingga dunia butuh mata uang mereka untuk membayar ekspor itu dan demand naik mata uang menguat.
Tiga: kepercayaan dan stabilitas institusi.
Swiss tidak pernah perang.
Rule of law-nya kuat.
Bank sentralnya kredibel dan independen.
Singapura: pemerintahannya stabil, korupsinya rendah, cadangan devisa dikelola profesional.
Tiga hal ini yang membuat mata uang mereka jadi safe haven tempat orang lari ketika dunia panik.
Dan ketika orang lari ke sana mata uangnya makin kuat.
Dan ini kenapa BI naikkan suku bunga 50 basis poin tapi rupiah tetap melemah:
Ini yang paling penting dan paling jarang dijelaskan.
US Treasury 10 tahun sekarang memberikan yield 4,53% per tahun dalam dolar Amerika yang dianggap paling aman di dunia.
Indonesia Government Bond 10 tahun memberikan yield 6,7% per tahun dalam rupiah yang sedang melemah.
Selisihnya hanya sekitar 2%.
Dan investor asing berpikir:
ngapain gue taruh duit di emerging market yang risikonya lebih tinggi kalau selisih kompensasinya cuma 2%?
Hasilnya:
modal kabur dari Indonesia balik ke Amerika.
Dan rupiah makin tertekan.
BI naikkan suku bunga itu sudah benar tapi itu cuma satu dari banyak faktor.
Sementara tekanan eksternalnya sangat besar.
Seperti mendayung melawan arus bisa tapi sangat capek dan butuh semua elemen lain juga bergerak bersama.
Dan ini pelajaran paling mengerikan dari negara-negara yang mata uangnya hancur:
Leon riset juga mata uang yang kolaps dalam 5 tahun terakhir.
Lebanese Pound: turun 98% terhadap rupiah dalam 5 tahun.
Iranian Rial: turun 95%.
Nigerian Naira: turun 67%.
Egyptian Pound: turun 60%.
Artinya orang yang pegang Rp100 juta dalam mata uang Lebanon 5 tahun lalusekarang nilainya tinggal Rp2 juta.
Bukan karena salah investasi.
Bukan karena kena penipuan.
Tapi hanya karena tinggal di negara yang mata uangnya salah kelola.
Dan apa yang menyebabkan mata uang bisa kolaps sampai separah itu?
Tiga hal:
Pemerintah cetak uang untuk nutup hutang sampai kehabisan cadangan devisa.
Bank sentral kehilangan independensi diperintah pemerintah untuk cetak uang terus.
Dan kepercayaan publik hilang total karena rule of law rusak atau karena perang.
Dan ini strategi praktis yang Leon sarankan untuk orang biasa:
Buat yang tabungannya masih di bawah Rp50 juta fokus nabung dulu.
Jangan terlalu pusing soal diversifikasi mata uang.
Cara paling efektif nambah kekayaan tetap dari meningkatkan penghasilan.
Buat yang sudah punya modal lebih signifikan pertimbangkan diversifikasi ke mata uang yang terbukti kuat secara historis.
Swiss Franc atau Singapore Dollar adalah pilihan yang paling konsisten dalam data 20 tahun.
Tapi satu peringatan penting dari Leon:
historical performance tidak menjamin masa depan.
Data 20 tahun tetap harus terus dipantau.
Kondisi bisa berubah.
Rupiah melemah bukan karena satu sebab. Inflasi yang lebih tinggi dari negara maju.
Neraca berjalan yang defisit.
Kepercayaan investor yang tergoyahkan oleh komunikasi kebijakan yang tidak konsisten.
Dan tekanan eksternal dari yield Amerika yang sedang di titik tertinggi dalam 20 tahun terakhir.
Semua harus diperbaiki bersamaan bukan satu per satu. Karena kalau hanya satu yang bergerak sementara yang lain masih bermasalah hasilnya akan terus seperti sekarang.
Dan tiga hal yang tidak boleh sampai terjadi di Indonesia: pemerintah cetak uang untuk tutup hutang sampai cadangan habis bank sentral kehilangan independensi dan kepercayaan publik hilang total.
Selama tiga hal itu masih terjaga Indonesia tidak akan masuk kategori yang sama dengan Lebanon, Iran, atau Venezuela.
Tapi selama tiga hal itu belum benar-benar terjaga dengan baik kita belum boleh terlalu santai juga.
Pemprov DKI Jakarta memutuskan pembangunan LRT Jakarta diperpanjang hingga ke Dukuh Atas setelah proyek Fase 1B Velodrome - Manggarai rampung.
Perpanjangan jalur dari Manggarai ke Dukuh Atas sepanjang 2 km diperkirakan membutuhkan anggaran sebesar Rp2,7 triliun.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengatakan, perpanjangan jalur Manggarai - Dukuh Atas dipilih agar trase LRT Jakarta dapat tersambung secara utuh & tidak setengah². Keputusan itu didasari masukan dari sejumlah pihak, termasuk dengan mempertimbangkan kemampuan fiskal Pemprov DKI Jakarta.
"Untuk LRT yang diputuskan adalah extension dari Manggarai sampai dengan Dukuh Atas, untuk menuntaskan satu jalur mulai dari Velodrome sampai dengan Dukuh Atas," ucap Pramono di Balai Kota Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Sejalan dengan hal itu, Pemprov DKI Jakarta akan mengurus izin trase LRT Jakarta hingga PIK 2, bahkan hingga ke Bandara Soekarno-Hatta. Pasalnya, saat ini izin trase LRT Jakarta baru sampai Ancol (JIS).
Berdasarkan data Dishub Provinsi DKI Jakarta, progres pembangunan LRT Jakarta Fase 1B (Velodrome - Manggarai) hingga pekan pertama Mei 2026 telah mencapai 92,67%. Ditargetkan proyek itu akan rampung & beroperasi pada Agustus 2026.
(https://t.co/a89ORMwOtk)
(https://t.co/n7Tc21M4Ta)
bukti nyata 1 langkah kecil bisa berarti besar..
meet Arief Kamaruddin
pemuda 34 tahun dari Ciliwung yang bikin gubernur Jakarta gelar rapat khusus soal ikan sapu-sapu
kenapa dia mulai gerak
> dari kecil hobi jala ikan
> dulu dapetnya udang atau lele liar
> sekarang isinya sapu-sapu semua
> spesies asli ciliwung hancur sisa 20 spesies
> sapu-sapu ini invasif dan nggak ada predator
cara kerjanya hardcore
> turun ke sungai 1-3 jam tiap hari
> kadang nyari sampe jam 2 pagi
> nyemplung ke air keruh beracun
> ngeraba akar pohon pake tangan kosong
> resiko: beling, paku, ulerdapet ikan, patahin lehernya, lalu kubur
impactnya nggak main-main
> viral sampe masuk podcast close the door
> gubernur dki langsung instruksi walikota
> dinas gelar operasi massal tiap jumat
> di jaksel kemaren tembus hampir 7 ton
> rilis warning bahaya makan sapu-sapu ciliwung
strateginya pinter
dia pake sapu-sapu cuma buat pintu masuk
tujuan utamanya nyentil isu sampah dan limbah
karena kalo bahas sampah doang publik gampang abai
dari jaring seadanya, dia sukses maksa birokrasi buat turun tangan.
di tempat kalian ada sosok
seniat ini nggak?
Karya anak bangsa mengudara di rel Jabodetabek adalah bentuk kolaborasi dalam mewujudkan optimalisasi layanan KRL Commuter Line untuk masyarakat dari daerah penyangga.
Pengoperasian armada baru ini menjawab harapan para pengguna Commuter Line dalam bermobilisasi. KRL ini sudah modernisasi baik interior dan eksteriornya, dengan menggunakan teknologi terbaru dan tampilan yang elegan akan menciptakan perjalanan yang berbeda.
Jumlah pengguna Commuter Line Jabodetabek saat ini diangka 1 juta setiap hari, pengoperasian CLI 225 ini akan membantu layanan pergerakan pengguna dari satu tempat ke tempat lain untuk beraktivitas.
Dengan beroperasinya CLI 225 ini semoga dapat mengantarkan seluruh pengguna sampai ke stasiun tujuan dengan selamat dan kenyamanan. KAI Commuter berkomitmen akan terus meningkatkan dalam penyediaan transportasi publik yang lebih baik dan siap melayani dengan sepenuh hati.
#kaicommuter
#futureofgreencommuter
#baktitransportasiuntuknegeri
#80thnKAIsemakinmelayani
#kaisemakinmelayani
The "classical" street width to building height ratio is like 1:1, and this ratio is "golden" because it supposedly optimizes the amount of sun and shade the street and buildings receive (at mid-latitudes).
The buildings are low enough that they allow sunlight to hit even the lower floors of the opposite building for several hours during the day. (Important for units that only have exposure on street-facing side)
Haussmann cracked the code on what makes a beautiful medium-density city. Why is it then that we can't replicate this all around the world? Genuine question.
https://t.co/haYHilqxI0
Tidak hanya luas, namun aksesnya juga banyak.
Sepenglihatku, ada 2 sisi eskalator yang sudah berfungsi. DI sisi selatan ada 2 unit, dan di tengah ada 1 unit + tangga manual. Selain itu, ada beberapa eskalator & tangga tambahan yang masih belum selesai dibangun.