Setiap ada momen peryaan tentang Rasulullah SAW, salah satu tulisan Cak Nun yg selalu saya baca adalah: Surat Kepada Kanjeng Nabi.
Tulisan ini dirilis tahun 1992, agak panjang, isinya sangat reflektif, diakhiri dg hook yg mantap.
Kita ini memang tidak punya kesediaan, keberanian dan kerelaan yg sungguh-sungguh untuk mengikuti Rasulullah SAW.
Pun, Rasulullah SAW tetap saja di akhir usianya berlirih: Ummati... Ummatii... Ummatii...
SPPG yang menunya jelek dan nggak sesuai sama panduan isi piringku / gizi seimbang bakal tak upload di sini tanpa nyensor nama SPPGnya. Gah men aku kon tunduk karo pencemaran nama baik. Koe-koe wae mengancam nyawa siswa-siswa wani dan pede o!
Ada anak kecil di kampung saya, Ngada, Flores, meninggal bunuh diri. Anaknya dikenal cerdas dan ramah di sekolah. Dia meninggal karena putus asa. Sebelum pergi, dia cuma minta satu ke mamanya.
'Mama, saya minta buku dan pena'
Mamanya ga bs kasi dua hal itu lantaran kondisi ekonomi memburuk.
Mungkin buat penguasa dan media massa, anak ini cuma satu angka di dalam statistik. Bahkan bs jadi mudah dilupakan.
Tapi buat saya, anak ini jadi bukti nyata bahwa kita semua gagal bukan karena pengaruh asing. Kebanyakan kita semua gagal karena kita ga mau berbenah. Kita tetap memilih pemimpin yg itu2 aja. Kita tetap mempertahankan institusi yg diisi oleh orang2 itu aja.
Kita sibuk mencari kesalahan org lain, tp kita ga pernah mau sama-sama berjuang sebagai anak bangsa.
Pak Presiden, bapak selalu bilang kalo Bapak adalah presiden semua orang. Saya gak minta Bapak jadi NABI.
Saya minta bapak tidak membiarkan sistem yg uda bobrok ini semakin bobrok.
Belum pernah sesakit hati ini nulis postingan di media sosial.
Sabalingga, dini hari tadi.
Seorang mahasiswi dengan cerita yg sederhana, tanpa dramatisasi, bisa diverifikasi, jujur, dan tidak aji mumpung.
Beberapa hari ini, saya memang lebih sering membersamai kawan-kawan mahasiswa yg sedang berjuang.
Keadaan mereka berbeda-beda, tapi satu yg sama : berusaha bertahan dengan cara yg paling mereka bisa.
Sebentar lagi hasil gotong royong kita akan bermanfaat besar untuk 7 desa. Ketika arus sungai kembali ke jalur semestinya, dan jembatan bisa digunakan, maka bukan hanya akses yang pulih tapi roda ekonomi pun kembali berputar.
Mohon doanya bisa selesai dalam 2 hari terakhir..
Patah hati terbesar kami ketika mendengar cerita Pak Reje (kepala desa) di Aceh Tengah yang akses desanya tertutup akibat jembatan putus dan jalan longsor.
Inilah yang menyebabkan kami fokus perbaikan akses. Tanpa akses, ekonomi tidak berputar. Masyarakat tidak bisa jual beli.
Dini hari tadi, kembali jadi perantara kecil. Bukan tentang besar-kecilnya bantuan, tapi tentang saling menguatkan di saat yg paling sunyi.
Ada yg berjuang, ada yg kehabisan pegangan, dan saya hanya mencoba hadir sebisanya. Tidak selalu mampu membantu banyak, tapi semoga cukup untuk membuat seseorang bertahan satu hari lagi.
Semoga niat baik ini dijaga dari rasa merasa berjasa, dan semoga yg sedikit ini diterima sebagai wasilah kebaikan. Kita semua sedang berjuang. Saling bantu, saling jaga.
Memulai awal tahun dengan manisnya Sabalingga.
Urunan sembako bareng beberapa kawan-kawan yang kemarin ngirim beras, mie instan, susu dan sarden ke Studio untuk dibagikan ke rekan-rekan ojol, pengamen, petugas parkir, pemulung, pedagang keliling, dan beberapa kelompok rentan lainnya yang dapat kami jangkau setiap harinya.
Pokoknya terus saling bantu dan saling jaga ya!
Bukan saya yg memberi, bukan pula saya yg menolong, saya hanya diberi kesempatan untuk hadir.
Mereka yg datang membawa lapar sejatinya sedang mengajari tentang tawakal, tentang bagaimana bertahan tanpa kehilangan adab. Semoga yang singkat ini cukup menjadi penguat langkah, dan semoga hati dijaga dari rasa merasa.
Karena dalam setiap memberi, sesungguhnya kita sedang diberi pelajaran tentang kasih dan kefanaan.
Semangat gotong royong harus terus dihidupkan. Jangan biarkan berita tentang bencana Sumatera redup sebelum mereka bangkit.
Masih ada 20 desa lagi yang menjadi target kami untuk dibuka aksesnya.
Misinya adalah mengembalikan arus sungai yang semula berada di bawah jembatan, karena banjir bandang membentuk aliran sungai baru sehingga akses warga terputus. Juga membangun jembatan dalam desa yang menghubungkan warga ke kebun-kebun mereka...
Kami berhasil membuka akses dan membangun jembatan darurat, tapi kita butuh kekuatan yang lebih besar. Saya dan tim tidak bisa melakukannya sendiri.
Kami melihat pemerintah memang hadir dan berjuang, namun memang wilayah yang terdampak di Bener Meriah dan Aceh Tengah sangat luas...
Ada guru ngaji yang rela ngajar di TPQ tanpa minta dibayar karena memang niatnya murni ngajar dan ngalap berkah, itu jelas baik. Tapi bukan berarti guru ngaji yang lain tidak boleh meminta upah yang cukup.
Ada sopir angkot yang menggratiskan angkotnya untuk anak sekolah karena diniatkan sedekah, itu jelas baik. Tapi bukan berarti sopir-sopir yang lain harus ikut menggratiskan angkotnya juga.
Ada penulis yang membebaskan bukunya untuk disebarkan secara bebas dan gratis, itu jelas baik. Tapi bukan berarti penulis-penulis lain tidak boleh mendapatkan royalti yang layak dari penjualan bukunya.
Kalau logika sederhana seperti itu saja kamu masih perlu diajari, itu artinya, guoblokmu kebangeten.
Keadaan saya saat ini juga tidak sedang berlebih. Tapi insyaAllah Sabalingga tetap berjalan, tetap saya usahakan sekuat-kuatnya, sehormat-hormatnya.
Saling bantu, saling jaga.
Ya Rabb, kami berserah dalam doa ini. Bukakanlah jalan bagi pertolongan-Mu, hadirkanlah rezeki yang berkah, dan kuatkanlah kami di setiap ujian. Jadikan apa pun yang Engkau kirimkan hari ini sebagai cahaya untuk kesehatan, nafkah, serta amal-amal kecil yang kami jalankan. Aamiin.
Saya dan Nyonyah @SetiyawatiDina minta doanya nggih untuk kesembuhan adik kami yang saat ini masih dirawat di RS Santa Maria Cilacap karena sakit Hepatitis A/E🙏🏼
Mohon maaf kalau banyak pesan yang tidak terbalas karena konsentrasi kami sedang sangat terpecah dan dana kami juga terbatas sekali untuk membantu semua permintaan yang masuk.
Tapi Bismillah tetap akan kami coba respon dan bantu sebisa kami.
Semoga Gusti Allah segera berikan kesembuhan dan kebaikan untuk semuanya 🙏🏼
Ini salah satu langkah kecil Sabalingga hari ini.
Di tengah urusan pribadi yang juga menumpuk, termasuk adik kami yang masih dirawat, saya tetap mencoba hadir sebisanya untuk siapa pun yang membutuhkan.
Mungkin sedikit, tapi semoga Allah menitipkan keberkahan dan menjadikannya manfaat.