Di negara ini,
Polisinya membunuh, Tentaranya membela oligarki, Kejaksaannya cuci uang, Seskabnya Teddy, Presidennya Prabowo, Wapresnya Gibran.
Mau berharap ke siapa?😂😂😂
Wallahi,
We only need Allah😭
ternyata bener ya, hidup ini jauh lebih tenang ketika kita tahu batasan. not everything needs our attention, not everything deserve our energy. ada hal-hal yang lebih baik dibiarkan berlalu, tanpa perlu didengar, dilihat, ataupun dibahas. cukup bodo amatin aja dan bye
gue cukup pede untuk bilang bahwa gue “mampu”. ada privilege dari pekerjaan gue sebagai musisi—yang, puji tuhan—berhasil dan uangnya lebih dari cukup.
akhir-akhir ini gue merasa terdampak dengan kenaikan harga barang-barang karena rupiah yang melemah.
kalau gue aja terdampak, gue gak kebayang kalian bakal gimana. serem.
bener kata tu orang. ikan busuk dari kepala. bawahnya mau diapain pun gak akan guna, karena yang busuk dia sendiri.
Media ekonomi terbesar di Singapura, The Straits Times, baru aja bikin headline:
“Sell Indonesia.”
Jujur aja, itu headline yang bikin gw merinding. Karena biasanya investor gak teriak. Mereka cuma diam-diam jual.
TAPI SEKARANG MEREKA MULAI NGOMONG TERANG TERANGAN
Imagine anak yang punya niat mulia menimba ilmu, malah mundur karena keadaan finansial. Presidennya malah sibuk plesiran gajelas ke luar negeri. Ya Allah, jangan ampuni dosa pemimpin kami 🙏🏻
Kamu tahu betapa korup dan rakusnya negara ini dalam mengeruk uang rakyatnya?
- Indonesia itu satu-satunya negara yang mewajibkan registrasi ulang plat nomor kendaraan tiap 5 tahun.
- Kalau kamu memperpanjang beberapa sim sekaligus, kamu tetap harus bayar biaya test psikologi secara double. Memperpanjang 2 SIM? bayar 2x. 3 Sim? bayar 3x.
Bersyukur lah para pejabat, aparat, dan penguasa, rakyat Indonesia terlalu baik dan pemaaf....
Ngga usah repot repot ganti Mentri Keuangan, pak.
Kalo bapak umumkan program MBG dan Kopdes dihentikan, mau mentrinya monyet juga itu IHSG pasti ijo pak 🙂
Pemerintah bisa bersikap seolah semuanya baik-baik saja, tetapi melemahnya nilai tukar rupiah tidak bisa berbohong. Ada yang salah dengan negeri ini, dan yang lebih menyedihkan, para pemimpinnya seakan tidak mau menerima kenyataan