Membiarkan seluruh rasa kecewa dan ketakutan yg tadinya penuh memenuhi kepalanya, melebur pada air mata yg ditumpahkan di bahu @duskvoice yg basah.
Mengeratkan pelukan seakan satu-satunya pegangan yg ia miliki adalah pada Rein.
Dua tegukan membasahi tenggorokannya. Hangat suhunya dan manis rasanya membuat wajah menggelap Marie berubah. Pupilnya yang melebar sekarang berangsur normal.
"Rein.." melingkarkan lengan ke leher laki-laki itu dan menghabiskan seluruh tangis ke bahunya.
"Rein.." hanya itu saja yg keluar dari mulutnya. Menatap wajah @duskvoice dengan mata sembab dan tangannya yang bergetar.
"Aku dibenci semua orang. Aku capek.. ga mau.." kalimatnya tak jelas, terselip di antaranya sesenggukan yang tidak selesai.
Marie tidak menikmati kesunyian kali ini. Lelah fisiknya menyambung dengan segala mental yg bekerja keras pada hidupnya.
Tak lagi butuh pembuktian, Marie ingin tenang. Saat pintu terdengar terbuka, menampilkan sosok buyar yang mendekat, Marie tahu Rein-nya sudah datang.