PMI manufaktur bulan juni lebih ancur dari mei,
News PHK kemarin berarti bukan hoax,
Ketika PMI berada di bawah 50, artinya aktivitas manufaktur mengalami kontraksi. Dampaknya bisa menjalar ke banyak aspek ekonomi:
- Produksi pabrik menurun, sehingga utilisasi kapasitas industri ikut melemah.
- Pesanan baru berkurang, menandakan permintaan domestik maupun ekspor sedang lesu.
- Rekrutmen tenaga kerja melambat, bahkan tidak menutup kemungkinan terjadi efisiensi atau PHK jika kondisi berlarut.
- Pendapatan masyarakat berpotensi tertekan, yang pada akhirnya mengurangi daya beli.
• Laba emiten sektor manufaktur dapat ikut tergerus, sehingga menjadi sentimen negatif bagi pasar saham.
- Permintaan kredit investasi melemah karena pelaku usaha menunda ekspansi.
- Penerimaan pajak dari aktivitas industri berpotensi melambat.
- Pada akhirnya, pertumbuhan ekonomi (PDB) ikut kehilangan salah satu mesin penggeraknya karena manufaktur merupakan kontributor besar terhadap ekonomi Indonesia.
Apakah penguasa kahyangan masih denial dengan data ini?
Salah satu kehilangan momentum terbesar bangsa:
Indonesia sedang membuang peluang emas mencetak generasi intelektual terbaik, tepat di depan mata, tepat saat Indonesia Emas 2045 tinggal 19 tahun lagi.
Ribuan anak muda Indonesia berbakat yang seharusnya bisa dikirim kuliah ke luar negeri belajar kecerdasan buatan, nuklir, teknik antariksa, bioteknologi, dan kedokteran canggih justru tidak mendapat beasiswa karena anggarannya sudah habis terserap untuk program MBG + Kopdes
Rp335 triliun APBN 2026 dialokasikan untuk memberi makan siang.
Bukan untuk mengirim satu generasi pelajar terbaik ke universitas terkemuka dunia.
Bukan untuk membangun 100 laboratorium riset kelas dunia.
Bukan untuk mencetak 50.000 insinyur dan ilmuwan yang bisa membawa Indonesia loncat ke era industri maju.
Bandingkan saja: beasiswa LPDP 2026 hanya menyentuh sekitar 5.000–7.000 penerima per tahun dengan anggaran di bawah Rp5 triliun.
Sementara MBG mendapat 67 kali lipatnya.
Dengan Rp335 triliun, Indonesia bisa mengirim 1 juta mahasiswa kuliah S1 penuh selama 4 tahun ke universitas terbaik dunia. Atau membiayai 3 juta mahasiswa S1 di universitas dalam negeri terbaik lengkap dengan biaya hidup. Atau membangun 500 pusat riset dan inovasi teknologi di seluruh Indonesia.
Akhirnya
kita akan sampai di 2045
dengan perut kenyang
tapi
masih mengimpor teknologi,
masih mengimpor insinyur,
masih mengimpor solusi dari bangsa lain yang justru hari ini sedang serius mencetak ilmuwan mereka.
Sejarah 1965 kehilangan satu generasi intelektual karena paksaan politik.
Sejarah 2026 berpotensi kehilangan satu generasi intelektual karena salah prioritas anggaran.
Dua jalur kehilangan yang berbeda. Tapi akibatnya bisa sama besarnya.
Fenomena ini tuh bakal jadi lingkaran setan :
> pemrintah bikin kebijakan ngawur
> ekonomi memburuk
> daya beli menurun
> perusahaan lakuin PHK karena gak perform
> lapangan kerja seret karena banyak PHK
Terus kerjaan yg tersedia?
> ya kerjaan dari program pemerintah
> kayak MBG dan kopdes
> di sini gampang masuk dan keterima kerja
> jumlah lowongannya juga banyak banget
> terus yg jilat pemerintah bisa dapat jalur khusus
5 tahun kemudian?
> orang-orang yg kerja di sini udah terlanjur bergantung sama kerjaan ini
> mau gak mau lanjut milih rezim yg sekarang
> soalnya takut kerjaannya keganggu
> yg kerja ini pun bakal ajak keluarganya
> karena ya keluarganya hidup dari sini
Terus habis ini? ya yang kepilih jadi pejabat orang-orang sirkel itu lagi
> Terus tetep bikin kebijakan ngawur
> nah balik lagi dah ke poin paling atas
Untuk gaji 1 juta guru honorer minimum Rp5 juta/bulan, butuh Rp70 triliun per tahun.
MBG menghabiskan Rp1 triliun per hari.
Artinya: 70 hari anggaran MBG = cukup menggaji seluruh guru honorer Indonesia sepanjang tahun.
Faktanya hari ini: guru honorer masih banyak terima Rp200–500 ribu per bulan. Data P2G.
Ada yang Rp50 ribu.
Anggaran pendidikan diklaim Rp769 triliun ,terbesar sepanjang sejarah.
Tapi 44,2%-nya dipakai untuk MBG.
Yang mendidik anak-anakmu digaji Rp50 ribu.
Yang masak makan siangnya dibiayai Rp1 triliun per hari.
Ini soal prioritas siapa?
Menggunakan jargon "Patriot" dan "Merah Putih" untuk instrumen yang berpotensi menjadi safe haven bagi dana-dana pengemplang pajak atau pelaku kejahatan keuangan adalah puncak ironi terbaik yang ditulis oleh negara sendiri.
Menjadi nasionalis tidak lagi diukur dari kepatuhan membayar pajak demi pembangunan, melainkan dari seberapa besar nominal yang Anda setorkan untuk membeli proteksi dari hukum negara.
patut dicurigai permainannya:
pertama, stok batubara masih sangat melimpah, tapi stoknya sengaja diekspor ke luar negri.
kedua, hasil ekspor batubara mendatangkan banyak dollar ke dalam negri, akhirnya rupiah mulai menguat.
ketiga, pemerintah jadi pahlawan karena bisa mengatasi lemahnya rupiah.
kesimpulan, rakyat tetaplah jadi korban blackout, industri rumahan terganggu, dan ekonomi macet.
mafia tambang menang, yang kalah seluruh rakyat indonesia, dan embege akan masih jalan.
ternyata negara ini MAMPU loh ya ngasih tunjangan sarana prasarana layak ke satu aspek kalau ada POLITICAL WILLnya.
bayangin betapa makmurnya guru-guru kita di pedalaman. bayangin akan betapa majunya pendidikan dan sdm kita kalau fasilitasnya jor-joran gini.
what a dream. 🤤
Gua mulai rutin tidur malam minimal 7 jam bukan karena pengen produktif, tapi supaya gak marah-marah
Setelah baca satu systematic review dan meta-analysis di Sleep Medicine Reviews yang menganalisis 60 penelitian, gua baru paham bahwa kurang tidur punya hubungan kuat dengan kecenderungan marah dan perilaku agresif.
Pada beberapa studi eksperimental, orang yang sengaja dibatasi tidurnya 4–6 jam per malam menunjukkan peningkatan amarah, impulsivitas, dan reaktivitas emosi. Bukan karena mereka “orangnya pemarah”, melainkan karena otaknya lagi capek.
Kondisi kurang tidur bikin hormon stres meningkat, regulasi emosi terganggu, dan bagian otak yang tugasnya ngerem emosi jadi kurang optimal
Jadi kalian masih mau kurang tidur?
1) Guru digaji kecil dan mengenaskan
2) Anak-anak dengan kemampuan terbaik gak minat jadi guru
3) Jurusan pendidikan jadi pilihan ketiga, keempat, atau kelima
4) Pas kuliah mereka antara gak mampu atau gak minat
5) Lulus, mereka yang jadi guru setelah administrasi super ribet: honorer, PPG, CPNS, PPPK.
6) Bikin program "sertifikasi", biar nambah kompetensi sekaligus gaji
7) Dari jutaan guru, yang berhasil punya sertifikasi cuma ratusan ribu. Jarang-jarang bukaannya soalnya.
8) "Guru jaman sekarang banyak yang gak kompeten, gak layak digaji gede. Sertifikasi aja banyak yang gak punya."
9) Guru digaji kecil dan mengenaskan
Masalahnya 300 T hasil efisiensi itu bapak arahkan semua ke MBG dan KMP. Anggaran infrastruktur bukannya ditambah tapi dipotong kan kocak. Sekarang daerah sedang kritis semua, anggaran pegawainya bengkak, pembangunannya sedikit karena TKD dipotong.
Dia omon boros anggaran tapi dia sendiri bikin administrasi gemuk banget (sampai kita gak tahu jumlah menteri dia). Aku sempat killing time hitung sirkel pembantunya saja ada 376-472 orang (udah termasuk stafsus, asisten dll). Dia sendiri bikin sistem tidak efisien. 🥵
Jika bener harga minyak jadi $200 - $250 jadi berapa tuh defisit APBN?
Harga minyak asumsi APBN 2026: US$ 70/barel
Setiap kenaikan harga minyak sebesar US$1/barel dapat berdampak pada defisit anggaran negara sebesar Rp6,8 triliun
Ngga tega ngitungnya 😭
Insentif kader posyandu berkurang, PMT Posyandu ditiadakan, pengadaan sarana prasarana deteksi tumbuh kembang anak terhambat. Risiko stunting di desa meningkat
Gw mau lo baca ini pelan pelan.
Pak Purbaya bilang kalau anggaran kurang, pilihannya cuma dua. Geser anggaran pembangunan atau BBM naik. Yang tidak akan digeser adalah anggaran Makan Bergizi Gratis.
Sekarang gw mau kita hitung bareng.
Anak sekolah dapat makan gratis 10 ribu per hari.
Tapi BBM naik harga logistik naik. Harga logistik naik semua harga barang di pasar naik. Bahan makanan naik. Ongkos transport naik. Tagihan listrik naik.
Satu keluarga bisa keluar tambahan ratusan ribu per bulan karena efek domino BBM naik.
Tapi anaknya dapat makan gratis 10 ribu per hari.
Jadi pemerintah dengan bangga kasih 10 ribu ke anak lo di sekolah sementara mereka ambil jauh lebih besar dari meja makan keluarga lo di rumah.
Dan ini dikemas sebagai kebijakan pro rakyat.
Yang lebih bikin gw geleng geleng ini bukan kebodohan. Ini kalkulasi.
Karena makan gratis itu kelihatan. Bisa difoto. Bisa dijadiin konten. Bisa dijadiin legacy program.
Tapi dampak BBM naik itu tersebar. Gak kelihatan langsung. Gak ada yang foto ibu rumah tangga yang diem diem ngurangin lauk karena harga naik.
Mereka tau persis mana yang akan diingat publik.
Dan mana yang akan ditelan diam diam.
kata @Stakof Amerika Serikat menghabiskan sekitar 33,17 Triliun untuk tiga hari operasi Epic Fury / menyerang Iran.
Berarti cukup 33 Hari MBG diliburkan, Indonesia bisa membiayai operasi militer setara Epic Fury ke negara seperti Iran.
Dalam situasi ini, saya merasa Indonesia adalah bangsa yang Besar 😁