Urusan administrasi, selesai! 🌟
Akhirnya punya 2 kartu:
• zairyuu kaado (在留カード)
• my number card (マイナンバーカード)
Penjelasan gampangnya, zairyuu kaado tuh kartu izin tinggal utk orang asing di Jepang. Sedangkan my number card itu kayak "KTP"-nya Jepang.
Bedanya apa?
After 15 years, Indonesia’s rare Rafflesia bloomed, the world’s largest parasitic flower that smells like rotting meat, has no leaves, and lasts just 5 to 7 days.
•kdm• ⚠️ 🔥 My Royal Nemesis
Walaupun 2 ep terakhir berasa ditumpuk konfliknya tapi eksekusinya baguss bangettt. Bakal kangen sama couple bengis dengan segala keplengeran mereka. Makasih writernim tetep konsisten dengan plot unik dan gak nyawit 😭
Nah, ini. Diiklankan, “Gaji sebulan 20 juta ++, ayo ke Jepang!”, tanpa dibahas ada pemotongan pajak + asuransi, tanpa dibahas secara general perihal UMR tiap prefektur yg berbeda, tanpa bahas detil soal musim-musim di Jepang, dll.
Gimana ya? Namanya juga “bisnis LPK” sih, ya…
Kalian tahu ga bahwa di jepang itu gajinya kecil?
Seorang pria mengeluh karena gajinya hanya 8 juta /perbulan terus dengan cuaca yang saat ini memasuki musim panas di jepang itu bisa sampe 40-45 derajat apalagi kalau kerjanya di luar ruangan kaya genba atau kontruksi,sabar ya mas karena kalau di indonesia banyak pengangguran
Guys, DPR baru saja mengusulkan sesuatu yang menurut gue paling sempurna menggambarkan betapa jauhnya jarak antara para wakil rakyat dengan kenyataan rakyat yang mereka wakili.
Di tengah rupiah Rp17.700.
Di tengah badai PHK yang mengintai.
Di tengah guru honorer yang digaji Rp1,5 juta per bulan.
Di tengah anggaran pendidikan
yang dipotong 44% untuk MBG.
Anggota DPR dari Fraksi Gerindra mengusulkan:
Alokasi APBN 2027 untuk membangun 1.000 layar bioskop di desa.
Gue perlu berhenti sejenak dan baca ulang itu:
Seribu Layar Bioskop Di desa.
Dari APBN.
Dari uang pajak rakyat.
Di 2027.
Dan ini yang paling menggelikan:
Alasannya mulia.
Untuk mendukung rumah produksi kecil di daerah.
Untuk menampilkan potensi dan budaya lokal.
Untuk memberi akses sinema kepada rakyat desa.
Tapi ada satu pertanyaan yang tidak pernah dijawab dalam rapat itu:
Rakyat desa yang gajinya di bawah UMR dengan harga bahan pokok yang terus naik mau beli tiket bioskop pakai uang apa?
Dan ini datanya yang harus dihadapkan langsung:
88% kepala rumah tangga Indonesia tidak punya pendidikan S1.
IQ rata-rata Indonesia 78,9 hampir juru kunci dunia.
Skor PISA Indonesia peringkat 69 dari 81 negara.
50% pegawai Indonesia pernah mengalami stunting waktu kecil yang artinya perkembangan otak mereka terganggu sejak masa paling kritis.
Guru honorer yang seharusnya menjadi satu-satunya harapan untuk memutus rantai kebodohan struktural ini — digaji Rp1,5-2,8 juta per bulan.
Di bawah UMP. Di bawah standar hidup layak.
Dan anggaran pendidikan yang seharusnya mengurus semua ini dipotong 44% untuk program makan siang.
Tapi DPR punya solusi:
Bukan 1.000 sekolah baru di daerah terpencil yang belum punya akses pendidikan layak.
Bukan rekrut 100.000 guru berkualitas dengan gaji Rp40 juta per bulan yang total biayanya hanya Rp50 triliun atau 7% dari anggaran pendidikan yang ada.
Bukan perpustakaan desa.
Bukan laboratorium sains.
Bukan akses internet untuk sekolah-sekolah yang masih mengajar dengan papan tulis kapur.
Tapi bioskop.
Dan ini logika yang paling sederhana:
Dr. Tirta sudah bilang:
rakyat yang pintar adalah ancaman bagi penguasa yang tidak kompeten.
Karena rakyat yang pintar akan mempertanyakan kebijakan yang tidak ada gunanya.
Ahok sudah bilang:
kebodohan struktural bukan kebetulan. Ini by design. Tidak ada pemerintah otoriter yang ingin punya warga yang benar-benar cerdas.
Mahfud MD sudah bilang:
demokrasi tidak akan berhasil sebelum pendapatan per kapita mencapai 5.500 dolar.
Rakyat yang masih miskin dan tidak berpendidikan pasti menjual suaranya.
Dan sekarang alih-alih memperbaiki pendidikan yang bisa mengubah semua itu DPR mengusulkan membangun bioskop.
Rakyat yang tidak pintar tapi punya bioskop jauh lebih mudah dihibur.
Jauh lebih mudah dialihkan perhatiannya.
Jauh lebih mudah diberi sesuatu yang kelihatan seperti pemberian tanpa benar-benar mengubah kondisinya.
Dan ini yang paling menohok:
Orang desa yang gajinya Rp2-3 juta per bulan yang harga kedelai dan telurnya sudah naik karena rupiah melemah yang anaknya sekolah dengan guru yang mau resign karena gajinya tidak cukup untuk makan
Tidak butuh bioskop.
Mereka butuh guru yang digaji layak supaya anaknya tidak tumbuh dengan IQ 78.
Mereka butuh sekolah yang layak supaya anaknya bisa bersaing.
Mereka butuh sistem pendidikan yang mengajarkan berpikir kritis bukan menghafal untuk ujian.
Karena bioskop tidak mengubah nasib.
Bioskop hanya menghibur orang yang nasibnya tidak berubah.
Dan angkanya bicara sendiri:
1.000 layar bioskop dengan asumsi biaya pembangunan, peralatan, dan operasional bisa menghabiskan ratusan miliar bahkan triliunan rupiah dari APBN.
Uang yang sama bisa dipakai untuk:
menggaji 25.000 guru berkualitas selama satu tahun penuh. Atau membangun ratusan perpustakaan desa dengan koleksi buku yang memadai.
Atau memberikan beasiswa bagi ribuan anak desa yang putus sekolah karena tidak mampu.
Tapi yang diusulkan adalah bioskop.
DPR bukan Dewan Perwakilan Rakyat.
DPR adalah Dewan Penghibur Rakyat.
Rakyat tidak dirancang untuk pintar karena rakyat yang pintar tidak bisa dihibur dengan bioskop.
Rakyat yang pintar akan tanya:
kenapa anggaran pendidikan dipotong tapi ada uang untuk bioskop desa?
Kenapa guru digaji Rp1,5 juta tapi ada dana untuk layar sinema?
Kenapa stunting masih 21% tapi kita bahas distribusi film nasional?
Dan pertanyaan-pertanyaan itu jauh lebih berbahaya bagi mereka yang duduk di kursi DPR daripada rakyat yang diam di depan layar bioskop desa sambil lupa bahwa hidupnya tidak berubah.
Anies Baswedan, S.E., M.P.P.M., PhD
• S1 Ekonomi, Universitas Gadjah Mada, 1995,
• S2 Public Management, University of Maryland, College Park, 1998,
• S3 Ilmu Politik, Northern Illinois University, 2004.
owalah sarjana ekonomi.
gue tahu dunia lg ngabrut berjamaah. Jepang pun ga seasik 11 tahun lalu saat gue kuliah di sana. tapi kata gue mah, selagi ada chance buat “kabur” ke negara lain secara legal demi kewarasan, plis lakukan aja. monmap kasarannya better stress krn kerjaan drpd krn pemimpin negara.
Indonesian authorities used online disinformation campaigns to brand activists and journalists as "foreign agents" and silence dissent, sometimes leading to physical threats, Amnesty International said. https://t.co/sFoBm6AbMx
Indonesian authorities used online disinformation campaigns to brand activists and journalists as "foreign agents" and silence dissent, sometimes leading to physical threats, Amnesty International said. https://t.co/sFoBm6AbMx
di sini rangorang pada anti foreigner, protes sana-sini macem si paling menderita. padahal kami di sini taat pajak, taat aturan, tau diri cuma numpang. giliran udah masuk ranah negara orang, pada semaunya. bisa petingkah sesuai mau lu pada. sinting banget lu pada, freak mampus.
Hantavirus (HTV) bukan virus baru dan kasusnya sudah ada di Indonesia sejak lama, ada publikasi jurnal dari tahun 2011, lalu laporan dari 2024-2026 kasus HTV yang terjadi di indonesia
Mana gue tau banget lagi itu kejadiannya di pinggiran jalan otw stasiun Haginochaya 😂
Sebenernya sih nggak sebegitu masalahnya. Orang-orang di sana juga 気にしていない kok sama kita. Cuman sgt tydack direkomendasikan buat yg baru pertama kali / yg dateng sendirian tanpa temen.
Buat yg mau liburan / nonton konser / apapun itu ke area Osaka, area Shin-Imamiya emang banyak anomalinya. Harga penginapannya murah. Strategis? Banget! Ada 3 stasiun terdekat. Tapi plis kalo bisa hindari area itu. Kalopun emang kepepet bgt, plis kudu sampe hotel sebelum maghrib.
Prabowo says “smart” people are free to leave if they believe the nation is moving toward a “dark age”:
“Matanya buram, Indonesia gelap. Indonesia terang. Ada yang mau kabur, kabur saja. Kau kabur saja ke sana. Mungkin ada yang mau kabur ke Yaman. Silakan. Mau kabur ke mana. Hei orang-orang pintar, bukalah berita, lihatlah kita ditempatkan sebagai tempat yang paling aman di dunia sekarang. Kabur saja deh. Iya, kabur saja, biar kita enggak gaduh.”
(https://t.co/De208Bdtzc)
hah ternyata masih ada aja yang belain bsh dan hybe....... terlepas itu black magic beneran apa gak, tapi itu 18.000 lembar isinya jelekin grup lain atau bahkan grup dari agensi sendiri nyata adanya loh?? kok bisa sedenial itu mana ngata2in skizo segala lg. najis.