cukup nikmatin baju yg lu pake sekarang.
as always. many times to hear that.
tapi, kadang kalo liat baju orang lain, rasanya jadi pengen di posisi mereka dengan baju seperti itu.
bahkan, gw selalu berpikir apakah gw layak untuk bisa dapetin baju-baju tersebut.
The comparison sounds clever on an Accenture slide. It falls apart the second you check the history.
Edison spent years studying gas lamps, arc lamps, and every existing illumination technology before building the lightbulb. His key breakthrough, a carbonized bamboo filament that lasted 1,200 hours, came from testing 3,000 materials across 14 months of continuous iteration. He didn't skip the candle. He studied every candle ever made and then built something better.
The iPhone was a continuous improvement of the Palm Pilot, which was a continuous improvement of the Newton, which was a continuous improvement of the Psion Organizer. Google was a continuous improvement of AltaVista. Tesla was a continuous improvement of the GM EV1.
The consulting version of innovation sounds like "think different and skip the boring work." The actual version is "study every existing solution until you understand the constraints so deeply that the next step becomes obvious."
Accenture charges $500/hour to show this slide to Fortune 500 executives. The companies that actually build the next electric light are in the lab running experiment 2,999.
Gw selalu main valo di rumah pake laptop dan gak jarang ada aja masalahnya.
Internet ngelag, FPS drop, dll.
Teammate gw ping-nya selalu rendah dan stabil. Di game pertama, mereka kill 2 digit, sedangkan gw AFK detected.
Gw ngerasa digidaw dan gw lakuin hal ini (ke warnet).
Aduh.. menyeramkan sekali. Semoga kita bisa selamat dan kuat menghadapi ini.
El Niño Super tahun 1877 dulu, memicu kekeringan serentak di India, Cina, Brasil, dan Afrika Timur. Tanaman gagal panen di 4 benua di waktu yg bersamaan. Kelaparan berlangsung selama 3 tahun.
Para peneliti menyebutnya sbg "bencana lingkungan terburuk yg pernah menimpa umat manusia."
Terakhir kali El Niño sekuat itu terjadi, yg meninggal sampai ±50 juta orang, kira2 3-4% dari seluruh populasi dunia. Jika dibandingkan dgn angka penduduk saat ini, jumlahnya bisa mencapai 250 juta jiwa.
Lalu ini ada berita tentang forecast Desember 2026 dari model CMIP6 SSP5-8.5 menunjukkan anomali suhu di sebagian besar daerah Kutub Utara (Arktik) melebihi 10 °C dibandingkan periode 1881–1920.
Peta ini menggambarkan penurunan tajam tutupan es dan salju yg berpotensi memicu pelepasan gas rumah kaca dlm jumlah besar.
Saya coba bahas penjelasan teknisnya dan kaitannya dgn El Niño di Indonesia.
Penurunan es Arktik menyebabkan 2 feedback utama:
- Albedo effect.. permukaan laut yg lebih gelap menyerap lebih banyak radiasi matahari drpd es putih, sehingga pemanasan semakin cepat.
- Pelepasan metana dari permafrost darat dan sedimen dasar laut yg mencair.
Kedua proses ini mempercepat kenaikan suhu global secara keseluruhan. Pemanasan Arktik yg lebih cepat ini juga mengganggu keseimbangan energi di atmosfer dan lautan.
Secara logis, hal tersebut dpt memengaruhi pola El Niño-Southern Oscillation (ENSO). El Niño cenderung menjadi lebih intens atau lebih sering terjadi ketika suhu global naik, krn perubahan sirkulasi angin dan suhu permukaan Pasifik tropis.
Di Indonesia, El Niño yg lebih kuat biasanya membawa dampak nyata:
- Curah hujan menurun signifikan di Jawa, Sumatera, dan Kalimantan.
- Musim kemarau yg lebih panjang dan kering.
- Risiko kekeringan, kebakaran hutan gambut, juga penurunan produksi padi dan komoditas pertanian lainnya.
Ini bkn hanya isu di kutub yg jauh, tetapi yg langsung dirasakan di tanah air.
Proyeksi Arktik Desember 2026 mengingatkan kita bahwa feedback iklim bersifat saling terkait dan berskala global.
Bgmn menurut kalian.. apa yg paling perlu diwaspadai untuk kita di Indonesia saat ini dan ke depannya?