Akhir-akhir ini sibuk menyesal dan berpikir, “Kalau saya melakukan lebih baik lagi, apakah hasilnya akan berbeda?” Hingga kawan saya menyadarkan, “Jangan lawan Tuhan.” Sesuatu terjadi karena memang sudah seharusnya
Tiap kali lelah dan ingin berhenti aku selalu bilang pada diriku; kita sudah terlalu jauh tersesat. Tidak ada pilihan kembali. Kita akan berjalan menuju hilang atau sampai di puncak paling terang.
‘Kenapa kamu susah tidur?’
‘Setiap hari aku berkelahi dengan isi kepalaku sendiri, sepanjang hari. Bahkan saat aku kewalahan, tidak ada yang coba menghentikan dan menenangkan kami.’
Di gunung, setiap pagi kita punya dua pilihan: Rebahan penuh rasa nyaman dan diam di tempat, atau menghadapi ketidaknyamanan untuk lanjut mendaki. Saya setuju dengan kalimat, “Kalau udah enak, ngapain keluar dari zona nyaman?” Tapi, kan tidak semua orang mau diam di tempat 😊
Orang tua bilang kesempatan hanya datang sekali, tidak dua kali.
Tapi anak muda seperti kita percaya kesempatan bukan untuk dinanti, tapi diciptakan. Maukah kau menemaniku untuk menciptakan kesempatan-kesempatan baru dalam perjalanan panjang ini?
Selamat pagi, #SahabatKAI
#KAI121
📸 rachmatcandra__ (IG)
Akan ada seseorang yang lebih baik dari kita, dan itu enggak apa-apa. Kalau hidup saling berlomba, orang lain jadi juara, dan kita cuma bisa nonton, ya oke-oke aja
Apa kau tuli sampai suara kami tak terdengar?
Apa kau bisu sampai menjelaskan saja tak mampu?
Apa kau buta hingga kau biarkan rakyatmu menderita?
Apa aku ... yang tak pernah paham maksud dan tujuanmu?