Semoga mbak R cepat sembuh & ga cabut laporan 🙏 Apapun alasannya, kekerasan terhadap perempuan itu salah. Jangan victim blaming!
Kalau di tempat umum aja pejabat laki2 ini bisa berbuat seperti itu, bisa dibayangkan apa yang bisa dia lakukan ke perempuan lain di tempat tertutup?
Taufik kedua kayaknya nih 🤬
Siapa pejabat inisial FP yang aniaya caddy golf sampai kepalanya robek & wajah lebam di Tangerang ini?
HARUS DIPECAT & DIPENJARA INI SI PELAKU KEKERASAN KEJI TERHADAP PEREMPUAN!! 🤬🤬
Prabowo said, "Hanya di Indonesia, Tentara di Sawah, dan Polisi urus pertanian."
Then tiba2.. ada berita:
TNI mencuri 16 ekor sapi milik janda bernama Boru Naga di Desa Sei Siarti, Kab. Labuhan Batu.
Tebak, kira2 Tentara di negara apa nih yang maling sapi?
#IndonesiaGelap
Yaa Rabb...mereka mau jadi manajer Toko, bukan mau perang lawan musuh 🙈. Saya benar2 ga habis pikir, tentara dan polisi disuruh ngurus dapur, calon manajer toko malah dilatih militer sampai ada yg meninggal. Innalillahi wa Inna ilaihi rooji'uun 😭
"Ndasmu, emang gue pikirin, nye nye nye..... " Wowo said.
Wes rasaknoo..... !!
Ancaman PHK dimana2.. !!
Buzzer pada tiarap beberapa hari ini.
Dah kena PHK apa gimana 😂🤣
Lewat di tl langsung bikin diem bentar. Merinding beneran denger doanya
“Jika bapak mengkhianati rakyat, maka saya orang pertama yang bersaksi di hadapan Allah SWT dan meminta melipat gandakan siksaan Bapak di Neraka”
UAH Kepada Prabowo.
Ngeri bgt, urusan amanah rakyat emang taruhannya langsung akhirat. Jangankan jd pemimpin, jd rakyat yg denger kalimat ini aja langsung deg-degan bgt 😭
pantes prabowo keras kepala
BEM UI demo cuma ada 5 tuntutan
jubirnya laporan ada 20 tuntutan
dan salah satunya menutup sekolah rakyat, gilaa ini fitnah atau laporan palsu
BEROTAK SAMPAH HARUS MUSNAH
Mobil parkir di tikungan saat bus hendak berbelok. Sopir sudah meminta pemilik mobil agar memindahkannya, tapi permintaan ditolak dan malah berujung adu mulut. Tak banyak bicara lagi, sopir bus langsung melibas mobil tersebut. MAMPUS LOE😅😅😅😅
Kebohongan ijazah Jokowi nyata. Jadi Joko Widodo lulus dari program Sarjana tanggal 5 November 1985 atau 23 Oktober 1985?
TIDAK ADA KEBOHONGAN YANG SEMPURNA.....!!
30 April 2025.
Tanggal dimana seseorang yang ada di foto ini datang ke POLDA Metro Jaya dan melaporkan saya dengan pasal yang tak tanggung-ganggung hukumannya: 8 tahun dan 12 tahun!
Namun anehnya, orang itu ternyata datang ke kantor polisi.
Lalu membuat laporan… di meja pelayanan kehilangan.
Dan di situlah semua orang waras se Indonesia tercengang.
"Kehilangan apa yang dia laporkan? "
Atau...
Apa yang sebenarnya sedang “dihilangkan”?
Waktu berjalan.
Hari berganti minggu.
Minggu berganti bulan.
Bulan berganti tahun.
Narasi liar mulai tumbuh, tapi tanpa arah. Tanpa pegangan.
Semua orang menebak.
Lalu terjadilah 26 Juni 2026.
Hari dimana saya dinyatakan bebas dari penahanan selama proses sidang atas pasal-pasal bengis setahun lalu.
Pada tanggal itu saya diberi kesempatan melihat beberapa barang bukti.
Dan seketika segala teka-teki 450 hari runtuh.
Saya hanya bisa berucap:
"MasyaAllah ta barakallahu".
Di detik itu semuanya, tiba-tiba masuk akal.
Ternyata, ini bukan hanya tentang sesuatu yang hilang.
Ini tentang sesuatu yang dibuat seolah-olah hilang.
Sebuah konstruksi.
Sebuah skenario.
Sebuah langkah kecil, yang jika dilihat sekilas tampak remeh,
tapi jika disusun dalam satu garis waktu, menjadi sangat presisi.
Sekarang coba kita ulang adegannya.
Seseorang datang ke kantor polisi.
Memilih meja pelayanan kehilangan.
Mencatat sesuatu sebagai “hilang”.
Pertanyaannya bukan lagi:
“apa yang hilang?”
Tapi:
“kenapa itu harus dinyatakan hilang… pada saat itu?”
Karena setelah saya melihat potongan bukti itu…
Saya tidak lagi melihat foto ini sebagai kejadian biasa.
Saya melihatnya sebagai:
titik awal dari sebuah narasi yang dirancang.
Dan jika satu titik awal saja sudah tidak jujur,
maka seluruh cerita setelahnya…
patut dipertanyakan.
Ini bukan tentang satu orang.
Bukan tentang satu laporan.
Ini tentang bagaimana kebenaran bisa dibentuk,
pelan, rapi, administratif,
tanpa suara.
Sampai suatu hari, ketika semuanya sudah terlalu jauh,
orang baru sadar, semua adegan yang dipertontonkan, adalah fiksi.
Seperti berkali-kali saya katakan, peristiwa ini sesungguhnya tidak harus dipaksakan menjadi sidang pengadilan.
Akan malu kita semua senegara.
Betul-betul malu.