‼️Menggunakan potongan video pidato Jusuf Kalla yang tidak utuh lalu diolah dan dipelintir diluar konteks untuk menghasut dan mengadu domba antar umat beragama adalah KEJAHATAN yg tak bisa ditolerir, karena bisa merusak bangsa.
#PenjarakanGraceNatalie
"Anda bisa menipu semua orang untuk sementara waktu, dan sebagian orang untuk selamanya.
Namun, anda tidak bisa menipu semua orang untuk selamanya"
(Abraham Lincoln)
Jika ada persidangan atas Laporan Polisi anda kepada saya, pak Jokowi, anda harus datang. Tidak bisa mangkir.
Kemarin-kemarin anda bisa mangkir. Tetapi untuk Laporan Polisi yang anda buat dengan nama saya, persidangan akan membuat anda HARUS HADIR sebagai saksi pelapor.
Dan, atas 709 dokumen yang disita oleh POLDA dan disiapkan menjadi barang bukti, saya sudah siapkan lebih dari 2.000++ pertanyaan yang harus anda jawab secara langsung, tidak bisa diwakilkan.
Dan persidangan WAJIB terbuka, sehingga 280 juta rakyat akan mendengarkan jawaban anda atas 2.000++ pertanyaan saya atas 709 dokumen itu.
Dan saya pastikan, butuh sekitar 4 tahun sidang bahkan lebih untuk menyelesaikan 2.000 pertanyaan itu.
Belum lagi pertanyaan saya terhadap 130 saksi yang meringankan anda.
Saya sebagai tersangka, berhak untuk bertanya kepada mereka di persidangan nanti, dan mereka WAJIB menjawab semua pertanyaan saya.
Setiap saksi akan saya tanya tiga hari tiga malam sampai saya puas.
Saya sudah menduga siapa saja mereka: orang-orang yang mengaku-ngaku sebagai teman kuliah, teman KKN, teman SD, SMP, SMA, Guru-guru, Dosen-dosen, saya sudah membuat daftar siapa saja mereka, sudah saya buat profil mereka, sudah saya investigasi mereka, dan dengan ilmu Neuroscience saya sudah bisa mengidentifikasi jawaban dan penjelasan apa yang dicangkokkan di otak mereka.
Saya pastikan saya akan bikin mereka terkencing-kencing dengan ribuan cecaran pertanyaan saya, selama berhari-hari, selama bertahun-tahun.
Dan pada satu titik di antara hari-hari sidang itu, KEBENARAN yang semurni-murninya, sejelas-jelasnya, seterang benderangnya, tentang Ijazah anda, juga masa lalu anda, juga siapa sebenarnya anda, akan terbuka.
Jika anda tidak mencabut Laporan Polisi anda, mari kita siapkan kesehatan fisik, kesehatan mental, kesehatan otak, dan kesehatan jiwa, untuk menjalankan persidangan, yang akan saya buat sangat panjang dan sangat lama, sangat rumit, sangat complicated, sangat menghabiskan dana negara, dan sangat membuat siapapun Lansia dengan penyakit Autoimun berat, tak akan sanggup menghadapinya.
Anda menuduh saya dengan pasal bukan main-main. Pasal dengan ancaman hukuman 6 tahun, 8 tahun, 12 tahun.
Artinya anda ingin menghancurleburkan, menghabisi hidup saya, itulah kekejaman dan kejahatan yang luarbiasa dilakukan oleh mantan Presiden kepada rakyatnya yang bertanya atas sebuah Dokumen Publik: Ijazah Presiden.
Karena itu, dengan segenap kekuatan batin, kekuatan jiwa, kekuatan otak dan kecerdasan saya, akan saya hadapi anda di pengadilan, jika memang anda ingin pengadilan terjadi.
Ingat, Laporan Polisi anda yang buat, maka, anda pak Jokowi, HARUS HADIR!
Seandainya ada sidang Ijazah Jokowi
Tentang IP ini tentu jadi salah satu bagian yang bakal saya cecar kepada pak Jokowi di ruang sidang, jika memang ada sidang
Bukan hanya soal keganjilan 3 nilai IPK yang berbeda yang diklaim sebagai nilai milik Joko Widodo
IPK pertama dengan nilai IPK <2,00 adalah nilai yang dinyatakan Joko Widodo sendiri di tanggal 29 Juni 2013.
IPK kedua dengan nilai IPK 3,05 dinyatakan oleh Bareskrim tanggal 22 Mei 2025
iPK ketiga dengan nilai IPK >2,5 dinyatakan oleh Rektor UGM tanggal 28 November 2025
Maka dengan senang hati saya akan menyiapkan 200an pertanyaan seputar IPK ini, jika memang ada ruang sidang kasus Ijazah.
Pelapor, saya pastikan hadir. Jika tidak, dia tidak lebih dari seorang Penipu.
365 hari
TROY VS JOKOWI
Yang kami hadapi bukan sekadar konflik biasa. Selain melawan mantan Presiden yang menguasai banyak duit, konflik ini memiliki pola psikologis yang sangat spesifik:
Kombinasi antara kekuasaan, penyangkalan, dan kebutuhan untuk tetap terlihat benar di mata publik.
Bertarung dengan orang yang sadar salah itu masih ada titik masuk: logika, rasa malu, atau hukum.
Tetapi bertarung dengan orang yang tidak merasa salah, justru menganggap dirinya benar, bahkan merasa berhak menghukum orang lain, seperti yang sudah dia lakukan terhadap Bambang Tri dan Gus Nur,
Hasilnya adalah level pertarungan yang paling melelahkan secara mental dan eksistensial.
Dan ketika lawan kami ini Jokowi, maka perhitungannya bukan hanya tentang individu, tetapi tentang:
Sistem kekuasaan
Jaringan kepentingan
dan narasi publik yang dibentuk secara masif: memfitnah, membully, membunuh karakter, dan mencaci-maki.
Itulah mengapa ini terasa seperti pertarungan 365 hari tanpa henti.
Karena yang kami lawan bukan hanya orang, tapi struktur realitas yang dia bangun di sekitar dirinya.
Hikmah 365 hari yang kami temukan adalah:
Pertarungan paling berat bukan melawan orang kuat.
Tapi melawan orang yang menipu, berbuat jahat, tidak merasa salah
dan masih percaya diri meyakini dia pernah kuliah di tempat yang bahkan dia tidak tahu seperti apa tempat itu sesungguhnya,
Dan tetap ingin menang, bahkan bukan sekedar itu, dia tetap ingin menghukum orang lain.
Selama 365 hari ini, itulah pertarunganku.
Aku tidak sedang melawan kekuasaan.
Aku sedang melawan kebebalan yang merasa dirinya adalah kebenaran.
Seseorang yang menipu, tidak merasa bersalah.
Seseorang yang berbuat jahat, tapi merasa jadi korban.
Dan yang paling berbahaya,
dia ingin menang, sambil menghukum orang yang mengungkapnya.
365 hari, semoga Allah melindungi dan menjaga kami.
dokter_tifa : "Yang disayangkan... langkah yang diambil justru semakin menjauh.
Bahkan sampai pada tindakan yang dampaknya belum sepenuhnya disadari. Tapi waktu akan berbicara. Dan saat itu tiba, penyesalan sering datang terlambat."
Ade Armando sekarang ini sibuk mengatakan bahwa bukan dia yg potong & edit video pak JK, padahal narasi atas potongan video itulah yg bengis dan jahat, fitnah dgn mengajak umat beragama utk tersinggung pada ucapan pak JK yg di potong itu. Jangan terlalu percaya diri Ade.
Bingung juga dg ijazah jokowi,
Yg bikin aneh lagi, yg katanya dia presiden malah memilih berhadapan dg rakyat nya yg mempertanyakan ijazah,
Bahkan penelitian pun dilawan dg instruments hukum
Rupanya Teddy tidak sesederhana yang kita bayangkan,.
Ibarat kado atau hadiah sebagai tanda ucapan selamat atas sesuatu hal, tapi di dalamnya ada kamera yang mengintai setiap pergerakanmu.
Waoooww ini luar biasa.
Budi Arie sebut Isu Ijazah Jokowi tidak substantif alias tidak penting
Kalau memang tidak substantif, ngapain Jokowie laporkan saya dkk ke POLDA tanggal 30 April 2025 setahun lalu.
Nah malah jadi makin terang-benderang, kan Ijazahnya abal-abal, 709 dokumen dengan riwayat pendidikannya morat-marit, malah lalu sejarah keluarganya pun jadi ikut diubek-ubek.
Saya mengingatkan Pak Jokowi sama dengan saya mengingatkan Rismon si Omon-Omon:
Kalau punya Ijazah palsu itu diem, sssttt jangan berisik! jangan sok petetang-petenteng, Jangan sok lopar-lapor malah akhirnya urusan makin blangsak ngga keruan.
Saya memang punya kepentingan meneliti Ijazah Jokowi untuk menegakkan kebenaran, bukan untuk menghina ataupun merendahkan.
Kalau punya Ijazah asli, ya tinggal ditunjukkan saja, beres.
Ngapain pakai lapor polisi segala. Nah kan jadinya ambyar.
Jadi kelihatan skripsi palsunya, transkrip palsunya, koran KR palsu, KKN palsu, Registrasi palsu, foto-foto palsu dll dkk malah jadi keumbar-umbar.
Hal sama terjadi pada Si Omon.
Koar sama gertak sini, teriak-teriak, lha malah kebongkar Ijazah palsu bahkan surat kematian palsu.
Soal surat kematian palsu itu betul-betul ngga habis pikir.
Moon Mon.
Hikmah dari peristiwa ini semakin memperkuat rasa persaudaraan kita dan sikap cinta damai @Pak_JK
Salam damai adik adik kami
Universitas Kristen Indonesia
Klean terbaik.